Minggu, 24 Mei 2009

TEST PLAN TEMPLATE SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU

TEST PLAN TEMPLATE
“SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU “

NAME : RIDWAN HAINIM
NIM : 10553001564
DATE 10 MAY 2009

1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah membuat banyak perubahan pada tuntutan kehidupan umat manusia. Pemanfaatan teknologi informasi akan semakin mempermudah pekerjaan dengan menggunakan komputer. CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan yang menyediakan jasa berupa sarana pengiriman barang via transportasi darat dan udara dari Indonesia maupun Luar Negri Diera Globalisasi ini kebutuhan akan informasi sangat penting. Begitu juga dengan pengiriman barang, menumbuhkan pula rasa persaingan bisnis yang semakin tajam. Maka perusahaan ekspedisi yang baru telah tertinggal jauh dari para pesaingnya yang sudah besar usahanya. Salah satu dalam penerapan sistem komputerisasinya yang selama ini masih dilakukan secara manual. Sistem informasi di perusahaan dan penyimpanan data serta infrastruktur antara integritas sistem sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman lebih dalam, dilanjutkan dengan melakukan analisa sistem transaksi yang ada kemudian dilanjutkan dengan perancangan sistem. Aplikasi dibangun merupakan implementasi hasil analisa dan perancangan sistem tersebut, mampu mencatat data secara sistematik dan akurat, sehingga dapat mendukung semua aktifitas operasional pengiriman barang pada suatu perusahaan jasa pengiriman.
CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru merupakan jasa pengiriman keseluruh Indonesia dan Luar Negri dan pengiriman berbentuk barang, surat, dokument ataupun paket. Bagaimana barang agar cepat sampai ketujuan, itulah sebenarnya inti persaingan yang terjadi dibisnis pengiriman barang. Jasa pengiriman barang melalui udara dan laut merupakan faktor penting penunjang usaha dibanyak negara. Berkembangnya kebutuhan pelayanan jasa ini menuntut peningkatan mutu pelayanan. Ujung-ujungnya persaingan antar perusahaan tersebut. CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru, perusahaan pengiriman barang, berupaya mengatasi persaingan itu dengan menghadirkan pesawat dan bekerja sama dengan salah satu penerbangan. Pengiriman barang dari perusahaan tersebut harus dilakukan tepat waktu, agar tidak mengganggu proses produksi yang sedang berjalan, karena itu pihak CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru banyak memanfaatkan jasa pengiriman melalui udara untuk barang yang sifatnya urgen/penting.
Sistem Informasi Pengiriman Barang adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan bisnis ekpedisi sehingga bagian pencatatan transaksi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada yang membutuhkan. Sistem ini juga sangat membantu masalah ekspedisi, seperti pencatatan, pemprosesan dan pelaporan transaksi data pengiriman barang. Disini sangat dibutuhkan suatu informasi yang cepat dan akurat tentang data barang yang akan dikirim. Untuk itu dibutuhkan suatu informasi yang cepat dan akurat jika dibutuhkan pada sewaktu-waktu.. Sistem Informasi ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru. Informasi yang dibutuhkan akan lebih aktual, mempercepat pencarian data, memperkecil kesalahan dalam pemasukan data dan tercipta pengendalian dalam menyiapkan laporan yang diperlukan

2. RUMUSAN MASALAH DAN KEGIATAN
2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan apa yang sudah dijabarkan pada pendahuluan, maka kemudian bisa didapat suatu permasalahan. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana melakukan pengujian terhadap sistem informasi pengiriman barang pada cv. usaha mandiri express pekanbaru.

2.2 Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan pada test plan ini yaitu :
• Melakukan berbagai macam jenis dari testing strategi
• Testing yang dilakukan sesuai dengan test schedule yang dibuat. Jika ada dari testing strategi tidak terlaksana, itu disebabkan karena kurangnya waktu atau tidak diperlukannya test tersebut dalam aplikasi ini.

3. SCOPE / BATASAN MASALAH
Mengingat luasnya permasalahan yang ada maka dibuat ini dibatasi pada permasalahan yaitu :
• Sistem informasi yang diuji merupakan sistem informasi pengiriman barang pada cv. usaha mandiri express pekanbaru yang berupa pengolahan data transaksi.
4. TESTING STRATEGY
4.1 Alpa Testing (Unit System)
Unit testing berorientasi white box, dan tahapan dapat dilakukan secara paralel pada banyak komponen. Unit testing berfokus di usaha verifikasi pada unit terkecil dari disain software – komponen atau modul software. Kompleksitas relatif terhadap tes dan errors yang dicakup dibatasi oleh batasan-batasan dari cakupan yang telah ditetapkan pada unit testing.
Tes aliran data antar modul dibutuhkan sebelum inisialisasi tes lainnya. Jika data tidak masuk dan keluar dengan benar, semua tes lainnya disangsikan. Sebagai tambahan, struktur data lokal harus diperiksa dan akibat pada data global ditentukan (jika memungkinkan) selama unit testing. Pemilihan jalur eksekusi testing adalah tugas yang esensial selama unit test. Test cases harus didisain untuk mencakup kesalahan dari komputasi yang salah, komparasi yang tak benar atau alur kendali yang tak tepat. Basis path dan loop testing adalah teknik yang efektif untuk hal ini.

4.2 System Testing
Mencakup testing aplikasi yang telah selesai didevelop. Aplikasi harus terlihat dan berfungsi sebagaimana mestinya terhadap end-user atau pengguna akhir. Untuk itu, testing dilakukan dengan menggunakan data yang menggambarkan data yang digunakan oleh pengguna sesungguhnya terhadap aplikasi.

4.3 Performance Testing Dan Stress Testing
Performance testing :
 Dapat dilakukan secara paralel dengan volume dan stress testing karena yang ingin diketahui adalah bagaimana kinerja sistem pada semua kondisi load, baik itu jam-jam sibuk atau sebaliknya
 Biasanya terkait dengan response time dan rata-rata proses yang dapat diselesaikan dalam berbagai macam konfigurasi dan kondisi pemrosesan
 Harus mencakup semua konfigurasi hardware dan sistem
Stress Testing digunakan untuk memastikan bahwa sistem memiliki kapasitas untuk menghandle pemrosesan transaksi dalam jumlah besar selama “peak period”.

4.4 User Acceptance Testing
Acceptance test dilakukan oleh customer setelah suatu software dipasarkan. Biasanya tes ini adalah sekumpulan formal tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sistem tersebut sesuai dengan kriteria penerimaan customer
Acceptance Testing meliputi testing keseluruhan aplikasi. Pada tahap ini, end-user yang terpilih melakukan testing terhadap fungsi-fungsi aplikasi dan melaporkan permasalahan yang ditemukan. Testing yang dilakukan merupakan simulasi penggunaan nyata dari aplikasi pada lingkungan yang sebenarnya. Proses ini merupakan salah satu tahap final sebelum pengguna menyetujui dan menerima penerapan sistem aplikasi yang baru.

4.5 Beta Testing
Beta testing dilakukan oleh sekumpulan orang yang merepresentasikan suatu tipe user yang akan mempergunakan software yang sedang dibangun. Peran mereka yaitu untuk memberikan feedback dari pengalaman mereka memakai produk tersebut dalam lingkungan kerja.

5. HARDWARE REQUIRMENT
Perangkat Keras Minimal Optimal
Processor Intel P IV 2.6 GHz Intel Core 2 Duo 2.0 GHz
RAM DDR2 256 MB DDR2 1024 MB
Harddisk 80 GB Serial ATA2 250 GB Serial ATA2
VGA Nvidia / Ati Radeon 64 MB Nvidia / Ati Radeon 256 MB
DVD-RW DVD-RW 16x Samsung DVD-RW 20x Samsung
FloppyDisk 1.44 Bufftech
Monitor 17” LG TFT Monitor
Mouse PS2 Standard /USB cable
Keyboard PS2 Standard/ USB cable
UPS+Stabilizer 600 VA 1000 VA
Printer InkJet/LaserJet Printer

6. TEST SCHEDULE
Testing Name Jadwal Testing
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
Unit Testing
System Testing
Performance Testing
User Acceptance Testing
Beta Testing

7. CONTROL PROCEDURE
Aplikasi ini dapat dioperasikan oleh user yang mempunyai id dan password untuk login.

8. FEATURE TO BE TESTED
Feature - feature yang akan ditest adalah:
• Feature Data – data barang
• Feature Data – data transaksi

9. FEATURE NOT TO BE TESTED
-
10. KETERGANTUNGAN
Aplikasi ini dipengaruhi oleh data – data transaksi pengiriman barang. Jadi perlu dilakukan update apabila terdapat perubahan terhadap transaksi.

11. RESIKO
Resiko dari aplikasi ini yaitu :
 Jika data ada yang salah maka pengiriman barang tidak akan diproses sesuai prosedur yang ada..
 Jika aplikasi ini terkena ancaman dari luar (threats) berupa virus, Trojan horse, worm, dll. maka administrator atau operator akan sulit untuk melakukan pemprosesan transaksi.
 Jika pasokan energi listrik terputus, aplikasi ini tidak dapat dioperasikan dan rentan terhadap kehilangan data yang belum diproses atau tersimpan pada database.

12. TOOLS
Tool – tool yang digunakan pada aplikasi ini yaitu
• Microsoft Office Access 2003
• Microsoft Office Visio 2003
• Microsoft Visual Basic 6.0
• Pengujian menggunakan aplikasi lain tidak dapat dilakukan karena aplikasi yang tersedia hanya aplikasi komersil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar