<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965</id><updated>2011-07-28T20:13:22.159+07:00</updated><title type='text'>Blog Pribadi Ridwan Hainim</title><subtitle type='html'>Blog ini merupakan sarana untuk saling bertukar informasi kepada rekan-rekan yang membutuhkan. Silahkan beri komentar yang konstruktif pada tulisan-tulisan saya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-5494248773938703245</id><published>2009-11-12T23:49:00.001+07:00</published><updated>2009-11-12T23:51:26.066+07:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan Kekuatan Informasi</title><content type='html'>"Knowledge is Power". Pepatah ini sudah sering kita dengar. Tapi, Bill Gates ternyata tidak sependapat. Menurut Bill Gates dalam bukunya Business @ the Speed of Thought, informasi yang di-share-lah yang memiliki kekuatan dahsyat, karena informasi ini telah berubah dari informasi pasif (yang hanya berada di kepala masing-masing orang, ataupun yang tersimpan dalam file) menjadi informasi aktif, yaitu informasi yang bisa memberi nilai tambah bagi kegiatan bisnis perusahaan. Lalu, bagaimana memanfaatkan kekuatan pengetahuan atau informasi yang ada untuk mendukung kesuksesan kita? Mungkin yang berikut perlu Anda simak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan cepat di dunia bisnis mendorong perusahaan mengandalkan kekuatan informasi sebagai basis untuk berbisnis. Informasi yang didukung teknologi internet telah merevolusi wajah perekonomian dunia untuk berubah dari ekonomi lama (old economy) ke ekonomi baru (new economy). Ekonomi baru melengkapi kegiatan bisnis dunia nyata dengan kekuatan informasi. Untuk memanfaatkan informasi dengan optimal, dunia bisnis perlu menerapkan strategi pengelolaan informasi dan pengetahuan dengan optimal untuk memperbaiki kualitas keputusan, proses, dan produk ataupun jasa yang dihasilkan, serta hubungan yang harmonis dengan pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah Kabar Buruk Menjadi Kabar Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi informasi telah menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan bisnis dunia, termasuk di Indonesia. Dengan mengoptimalkan manfaat dari informasi yang tepat, perusahaan dapat memangkas biaya yang besarnya sangat signifikan. Namun, pemanfaatan informasi memiliki dua sisi: jika perusahaan tidak bisa menggunakannya dengan tepat, maka informasi akan membawa pada kematian, sebaliknya jika perusahaan dapat memanfaatkannya dengan optimal, maka keuntunganlah yang akan didapat. Sebagai contoh adalah PT Telkom dan PT Pos Indonesia. Revolusi informasi yang masuk bersama dengan teknologi Internet, pada awalnya terlihat seperti membawa lonceng kematian bagi dua perusahaan BUMN di Indonesia ini, karena Internet dianggap akan memakan pasar PT Telkom di industri komunikasi suara dan PT Pos Indonesia di komunikasi melalui pos. Tetapi, karena kedua perusahaan ini berhasil mengelola dan memanfaatkan informasi disertai inovasi di bidang teknologi komunikasi tersebut dengan baik, datangnya perubahan tidak mematikan bisnis kedua perusahaan ini. Mereka merangkul kekuatan informasi dan teknologi Internet tersebut dengan secara signifikan melakukan perubahan-perubahan fisik yang diperlukan dalam memperbaharui produk dan jasa yang mereka tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Telkom memperkenalkan Telkomnet Instan sebagai jasa layanan internet bagi pengguna telepon tanpa repot (tanpa harus mendaftar dengan prosedur administrasi yang rumit sebagai pelanggan sebuah internet provider), bisa langsung diakses seperti menelepon biasa. Jasa lainnya adalah penyediaan jaringan komunikasi broadband untuk kawasan tertentu yang bisa digunakan untuk TV kabel atau jaringan internet dengan kabel (bukan dial up). Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini, PT Telkom juga menawarkan jasa komunikasi bergerak dengan telepon genggam yang menawarkan pulsa jauh lebih murah dari perusahaan sejenis di industri komunikasi bergerak. Sedangkan PT Pos Indonesia menawarkan produk-produk baru seperti wasantara-net (jasa layanan internet provider), pengiriman kartu pos digital, serta pengiriman surat dan barang yang ditunjang dengan jaringan elektronik yang telah dibangun oleh PT Pos untuk menyosong masa depan menjadi perusahaan kelas dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah Informasi Pasif Menjadi Informasi Aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi, ditunjang dengan teknologi komunikasi yang berkembang cepat hanyalah merupakan alat. Alat ini dikendalikan oleh manusia. Dengan demikian, pelaku bisnis perlu mengelola informasi yang dapat diaksesnya sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan bersama oleh orang-orang yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Di sini, peran knowledge management (KM) menjadi penting. Dengan KM yang tepat, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, informasi penting dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh pimpinan di kantor pusat, tetapi juga oleh mereka yang berada di cabang-cabang dan perwakilan perusahaan di seluruh dunia pada waktu yang bersamaan. Jadi, knowledge management dapat mengubah informasi pasif yang hanya tersimpan dalam kepala beberapa orang, atau dalam bentuk cetak, menjadi informasi aktif, yaitu informasi yang di-share sehingga dapat dimanfaatkan secara aktif untuk mengambil keputusan, melakukan inovasi dalam produk dan proses, mendukung pembelajaran yang berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas dari SDM perusahaan. &lt;br /&gt;Sebagai contoh: Perusahaan Nabisco, memanfaatkan information sharing untuk sarana penyempurnaan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan. Melalui Journey, sistem yang khusus diciptakan untuk mengakomodasi kegiatan pengelolaan informasi (knowledge management), seorang manager produk di Malaysia yang ingin mempromosikan peluncuran makanan ringan baru, bisa mengakses Journey untuk melihat informasi tentang kegiatan serupa (promosi peluncuran produk baru) yang pernah ataupun sedang dilakukan di negara lain. Melalui sistem ini, manajer tersebut juga bisa melontarkan pertanyaan di forum diskusi on-line, untuk mendapatkan masukan (ide, usulan strategi atau solusi) dari rekan-rekan sesama manajer produk atau direktur pemasaran di berbagai tempat lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pengelolaan informasi juga dilakukan oleh Yamanauchi, perusahaan farmasi terbesar ketiga di Jepang untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di perusahaan tersebut. Masalah-masalah yang terjadi bisa dengan lebih cepat ditangani melalui forum diskusi on-line antarpimpinan di berbagai divisi dan berbagai daerah. Keputusan yang menyangkut penerapan berbagai terobosan baru juga bisa segera disosialisasikan untuk mendapat alternatif tindakan yang terbaik guna merealisasikan terobosan-terobosan tersebut. Rapat-rapat penting yang melibatkan personel puncak di berbagai daerah menjadi lebih mudah dan efektif dilakukan. Informasi yang akan didiskusikan di e-mail terlebih dahulu untuk dipelajari, sehingga pada saat meeting dilaksanakan (tanpa orang-orang tersebut harus secara fisik hadir di satu tempat), diskusi bisa lebih difokuskan pada analisis alternatif strategi yang disampaikan. Menurut Bill Gates (Business @ the Speed of Thought), di perusahaan otomotif, Ford, Jacques Nasser, President Direktur bidang operasional, memanfaatkan kekuatan informasi untuk membina hubungan dengan karyawan. Setiap hari Jumat, Nasser mengirim email ke 89.000 karyawan di seluruh dunia untuk memberikan ide-ide, informasi tentang perkembangan terkini di industri otomotif, maupun di perusahaan. Ia juga membaca masukan dari karyawan, distributor dan pelanggan untuk perbaikan produk dan kualitas layanan. &lt;br /&gt;Mengubah Pelanggan Musiman Menjadi Pelanggan Loyala agar pelanggan menjadi loyal, perusahaan perlu mengenal dengan baik, dan perlu dikenal dengan baik juga oleh target pasar mereka. Caranya adalah dengan memanfaatkan informasi yang tepat untuk membina hubungan dua arah yang harmonis dengan target pasar. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mendekatkan diri dengan pelanggan dengan memberi layanan secara individu kepada mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet untuk mengunjungi pelanggan satu per satu di tempat mereka masing-masing. Melalui teknologi ini, perusahaan bisa memperkenalkan berbagai produk, layanan baru yang ditawarkan perusahaan bagi pelangan, serta berbagai solusi yang diberikan perusahaan untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi pelanggan. &lt;br /&gt;Teknologi internet dengan knowledge management-nya pun bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan berharga (melalui keluhan, usulan, dan pertanyaan yang disampaikan pelanggan) untuk memperbaiki kualitas produk dan layanan bagi pelanggan, serta menciptakan produk dan layanan baru sesuai dengan perubahan selera dan kebutuhan pelanggan yang bisa diakses dari setiap transaksi yang tercatat. Dengan demikian, baik pelanggan maupun perusahaan bisa saling mengenal dengan baik karakter masing-masing. Karena sudah saling kenal, dengan hubungan yang baik, maka loyalitas pun akan lebih mudah tumbuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dell Computers, perusahaan yang memproduksi komputer dengan mengandalkan keterlibatan pelanggan dalam menentukan sendiri fitur dari komputer yang akan dibeli (bukan fitur yang sudah distandarkan dari pabrik), serta Amazon.com, yang juga mengandalkan keterlibatan pelanggan dengan konsep "swalayan" (pelanggan bisa memilih sendiri buku yang akan dibeli, dengan harga yang paling sesuai dengan kantong masing-masing), merupakan contoh yang tepat untuk menggambarkan pemanfaatkan kekuatan informasi yang ditunjang dengan teknologi yang tepat untuk memenangkan persaingan. Kedua perusahaan ini tampil sebagai pemenang karena mereka mampu menggunakan informasi untuk memenangkan pelanggan dengan cara yang mengubah paradigmanya dari persaingan dalam produk menjadi persaingan dalam pemanfaatan informasi yang tepat untuk memenangkan persaingan di pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bank di Indonesia juga sudah mulai memanfaatkan kekuatan informasi ini, misalnya melalui internet banking, di mana pelanggan diberi kepercayaan dan kemudahan untuk mendapatkan akses terhadap berbagai informasi yang mereka perlukan serta melakukan sendiri transaksi perbankan mereka dengan memanfaatkan internet, misalnya: transfer ke rekening lain, pembayaran berbagai tagihan. Transaksi yang dilakukan pelanggan ini akan tercatat dalam sistem dan informasi yang dihasilkan (antara lain: berapa banyak yang mengakses fasilitas ini, transaksi mana yang paling banyak diminati, masalah apa yang sering menjadi keluhan pelanggan) akan tercatat sehingga mudah diakses oleh para pengambil keputusan untuk meningkatkan kualitas keputusan mereka, serta mengantisipasi perubahan minat dan kebutuhan pelanggan. &lt;br /&gt;Sudah siapkah Anda memanfaatkan kekuatan informasi untuk melaju di era yang penuh perubahan dan persaingan yang ketat? Di mana pun posisi Anda saat ini, bertindaklah cerdas dan bijak untuk memanfaatkan informasi yang tepat: mengubah kabar buruk menjadi kabar baik, mengubah informasi pasif menjadi aktif (melalui information sharing), dan meningkatkan kualitas hubungan dengan seluruh pendukung usaha Anda (karyawan, mitra bisnis, dan pelanggan). Selamat memanfaatkan informasi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-5494248773938703245?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/5494248773938703245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/11/memanfaatkan-kekuatan-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/5494248773938703245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/5494248773938703245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/11/memanfaatkan-kekuatan-informasi.html' title='Memanfaatkan Kekuatan Informasi'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-4766350293203635226</id><published>2009-11-12T23:36:00.002+07:00</published><updated>2009-11-12T23:43:30.560+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/Svw7HXWB7LI/AAAAAAAAACA/i3i7YS5Wl4M/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/Svw7HXWB7LI/AAAAAAAAACA/i3i7YS5Wl4M/s320/Untitled-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403258650649291954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biometrics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi biometric menggunakan suatu ciri fisika atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh pengguna sistem. Sebagai contoh adalah : Iris Scan, Retina scan, Finger scan, hand geometry, voice verification dan dynamic signature verification. Seluruh metode tersebut mencoba menyajikan ciri fisik manusia ke dalam bentuk informasi digital yang dapat diinterpresikan oleh sistem serta dapat di identifikasi secara unik.&lt;br /&gt;Biometric merupakan teknik authentikasi yang mengambil karakteristik fisik seseorang. Ada beberapa teknik yang sering digunakan dalam authentikasi biometric. Beberapa diantara-nya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Pengenalan sidik jari, barangkali termasuk yang paling cost effective akan tetapi tetap mempertahankan tingkat keamanan yang tinggi dan kemudahan untuk penggunaan. Beberapa peralatan yang di pamerkan juga memperlihatkan sensor sidik jari yang terpasang pada mouse, pintu dll.&lt;br /&gt;•Pengenalan sidik jari dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pengenalan telapak tangan. Seperti yang sering kita lihat dalam film-film detektif / action luar negeri.&lt;br /&gt;•Pengenalan Suara (Voice Scan) merupakan teknik lain yang merupakan bagian dari voice recognition. Tentunya teknik ini harus di perhalus untuk keperluan authentikasi, untuk keperluan non-authentikasi sudah di kenal dalam dunia telekomunikasi untuk automatisasi layanan pelanggan berdasarkan perintah suara.&lt;br /&gt;•Pengenalan muka (facial scan) merupakan teknik authentikasi lainnya yang akan mengenal muka seseorang dari hasil pengindraan kamera digital.&lt;br /&gt;•Signature Verification (verifikasi tanda tangan) dapat juga dilakukan secara otomatis menggunakan teknik pengenalan citra digital.&lt;br /&gt;•Iris Scan &amp; Retina Scan, melakukan verifikasi dari retina mata – menurut sebagian peneliti tampaknya scan retina ini merupakan teknik yang termasuk paling ampuh untuk melakukan authentikasi di bandingkan sidik jari.&lt;br /&gt;•Keystroke Dynamik – merupakan teknik authentikasi yang paling unik karena teknik ini melihat cara kita mentik password di atas keyboard. Kebetulan saya sempat melihat sendiri dari dekat di COMDEX 2000 Las Vegas, jadi sistem akan belajar terlebih dulu dari sekitar 20-30 keystroke password yang kita masukan, jadi walaupun password kita di curi orang, si pencuri tidak akan bisa membobol sistem kita karena cara masing-masing orang dalam men-tik di papan keytboard akan selalu berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini yang di deteksi oleh keystroke dynamic ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya para vendor juga telah mengembangkan teknik-teknik proteksi supaya sensor untuk scan berbagai bagian tubuh ini tidak tertipu mentah-mentah oleh maling / pencuri. Contohnya untuk scan sidik jari, sensor di lengkapi fasilitas pendeteksi pantulan kulit yang benar agar tidak tertipu jika pembobol menggunakan sarung tangan dengan sidik jari pengguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-4766350293203635226?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/4766350293203635226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/11/biometrics-teknologi-biometric.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4766350293203635226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4766350293203635226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/11/biometrics-teknologi-biometric.html' title=''/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/Svw7HXWB7LI/AAAAAAAAACA/i3i7YS5Wl4M/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-4449356250714600268</id><published>2009-05-24T20:10:00.002+07:00</published><updated>2009-05-24T20:17:53.471+07:00</updated><title type='text'>TEST PLAN TEMPLATE SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU</title><content type='html'>TEST PLAN TEMPLATE&lt;br /&gt;“SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAME  : RIDWAN HAINIM&lt;br /&gt;NIM  : 10553001564&lt;br /&gt;DATE 10 MAY 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENDAHULUAN &lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi saat ini telah membuat banyak perubahan pada tuntutan kehidupan umat manusia. Pemanfaatan teknologi informasi akan semakin mempermudah pekerjaan dengan menggunakan komputer. CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan yang menyediakan jasa berupa sarana pengiriman barang via transportasi darat dan udara dari Indonesia maupun Luar Negri Diera Globalisasi ini kebutuhan akan informasi sangat penting. Begitu juga dengan pengiriman barang, menumbuhkan pula rasa persaingan bisnis yang semakin tajam. Maka perusahaan ekspedisi yang baru telah tertinggal jauh dari para pesaingnya yang sudah besar usahanya. Salah satu dalam penerapan sistem komputerisasinya yang selama ini masih dilakukan secara manual. Sistem informasi di perusahaan dan penyimpanan data serta infrastruktur antara integritas sistem sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman lebih dalam, dilanjutkan dengan melakukan analisa sistem transaksi yang ada kemudian dilanjutkan dengan perancangan sistem. Aplikasi dibangun merupakan implementasi hasil analisa dan perancangan sistem tersebut, mampu mencatat data secara sistematik dan akurat, sehingga dapat mendukung semua aktifitas operasional pengiriman barang pada suatu perusahaan jasa pengiriman.&lt;br /&gt;CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru merupakan jasa pengiriman keseluruh Indonesia dan Luar Negri dan pengiriman berbentuk barang, surat, dokument ataupun paket. Bagaimana barang agar cepat sampai ketujuan, itulah sebenarnya inti persaingan yang terjadi dibisnis pengiriman barang. Jasa pengiriman barang melalui udara dan laut merupakan faktor penting penunjang usaha dibanyak negara. Berkembangnya kebutuhan pelayanan jasa ini menuntut peningkatan mutu pelayanan. Ujung-ujungnya persaingan antar perusahaan tersebut. CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru, perusahaan pengiriman barang, berupaya mengatasi persaingan itu dengan menghadirkan pesawat dan bekerja sama dengan salah satu penerbangan. Pengiriman barang dari perusahaan tersebut harus dilakukan tepat waktu, agar tidak mengganggu proses produksi yang sedang berjalan, karena itu pihak CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru banyak memanfaatkan jasa pengiriman melalui udara untuk barang yang sifatnya urgen/penting.&lt;br /&gt;Sistem Informasi Pengiriman Barang adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan bisnis ekpedisi sehingga bagian pencatatan transaksi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada yang membutuhkan. Sistem ini juga sangat membantu masalah ekspedisi, seperti pencatatan, pemprosesan dan pelaporan transaksi data pengiriman barang. Disini sangat dibutuhkan suatu informasi yang cepat dan akurat tentang data barang yang akan dikirim. Untuk itu dibutuhkan suatu informasi yang cepat dan akurat jika dibutuhkan pada sewaktu-waktu.. Sistem Informasi ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru. Informasi yang dibutuhkan akan lebih aktual, mempercepat pencarian data, memperkecil kesalahan dalam pemasukan data dan tercipta pengendalian  dalam menyiapkan laporan  yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. RUMUSAN MASALAH DAN KEGIATAN&lt;br /&gt;2.1 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang sudah dijabarkan pada pendahuluan, maka kemudian bisa didapat suatu permasalahan. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana melakukan pengujian terhadap sistem informasi pengiriman barang pada cv. usaha mandiri express pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Kegiatan&lt;br /&gt;Kegiatan yang dilakukan pada test plan ini yaitu :&lt;br /&gt;• Melakukan berbagai macam jenis dari testing strategi&lt;br /&gt;• Testing yang dilakukan sesuai dengan test schedule yang dibuat. Jika ada dari testing strategi tidak terlaksana, itu disebabkan karena kurangnya waktu atau tidak diperlukannya test tersebut dalam aplikasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SCOPE / BATASAN MASALAH &lt;br /&gt;Mengingat luasnya permasalahan yang ada maka dibuat ini dibatasi pada permasalahan yaitu :&lt;br /&gt;• Sistem informasi yang diuji merupakan sistem informasi pengiriman barang pada cv. usaha mandiri express pekanbaru yang berupa pengolahan data transaksi.&lt;br /&gt;4. TESTING STRATEGY&lt;br /&gt;4.1 Alpa Testing (Unit System)&lt;br /&gt;Unit testing berorientasi white box, dan tahapan dapat dilakukan secara paralel pada banyak komponen. Unit testing berfokus di usaha verifikasi pada unit terkecil dari disain software – komponen atau modul software. Kompleksitas relatif terhadap tes dan errors yang dicakup dibatasi oleh batasan-batasan dari cakupan yang telah ditetapkan pada unit testing.&lt;br /&gt;Tes aliran data antar modul dibutuhkan sebelum inisialisasi tes lainnya. Jika data tidak masuk dan keluar dengan benar, semua tes lainnya disangsikan. Sebagai tambahan, struktur data lokal harus diperiksa dan akibat pada data global ditentukan (jika memungkinkan) selama unit testing. Pemilihan jalur eksekusi testing adalah tugas yang esensial selama unit test. Test cases harus didisain untuk mencakup kesalahan dari komputasi yang salah, komparasi yang tak benar atau alur kendali yang tak tepat. Basis path dan loop testing adalah teknik yang efektif untuk hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2 System Testing&lt;br /&gt;Mencakup testing aplikasi yang telah selesai didevelop. Aplikasi harus terlihat dan berfungsi sebagaimana mestinya terhadap end-user atau pengguna akhir. Untuk itu, testing dilakukan dengan menggunakan data yang menggambarkan data yang digunakan oleh pengguna sesungguhnya terhadap aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3 Performance Testing Dan Stress Testing&lt;br /&gt;Performance testing :&lt;br /&gt; Dapat dilakukan secara paralel dengan volume dan stress testing karena yang ingin diketahui adalah bagaimana kinerja sistem pada semua kondisi load, baik itu jam-jam sibuk atau sebaliknya &lt;br /&gt; Biasanya terkait dengan response time dan rata-rata proses yang dapat diselesaikan dalam berbagai macam konfigurasi dan kondisi pemrosesan&lt;br /&gt; Harus mencakup semua konfigurasi hardware dan sistem &lt;br /&gt;Stress Testing digunakan untuk memastikan bahwa sistem memiliki kapasitas untuk menghandle pemrosesan transaksi dalam jumlah besar selama “peak period”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4 User Acceptance Testing&lt;br /&gt;Acceptance test dilakukan oleh customer setelah suatu software dipasarkan. Biasanya tes ini adalah sekumpulan formal tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sistem tersebut sesuai dengan kriteria penerimaan customer&lt;br /&gt;Acceptance Testing meliputi testing keseluruhan aplikasi. Pada tahap ini, end-user yang terpilih melakukan testing terhadap fungsi-fungsi aplikasi dan melaporkan permasalahan yang ditemukan. Testing yang dilakukan merupakan simulasi penggunaan nyata dari aplikasi pada lingkungan yang sebenarnya. Proses ini merupakan salah satu tahap final sebelum pengguna menyetujui dan menerima penerapan sistem aplikasi yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5 Beta Testing&lt;br /&gt;Beta testing dilakukan oleh sekumpulan orang yang merepresentasikan suatu tipe user yang akan mempergunakan software yang sedang dibangun. Peran mereka yaitu untuk memberikan feedback dari pengalaman mereka memakai produk tersebut dalam lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HARDWARE REQUIRMENT&lt;br /&gt;Perangkat Keras Minimal Optimal&lt;br /&gt;Processor Intel P IV 2.6 GHz Intel Core 2 Duo 2.0 GHz&lt;br /&gt;RAM DDR2 256 MB DDR2 1024 MB&lt;br /&gt;Harddisk 80 GB Serial ATA2 250 GB Serial ATA2&lt;br /&gt;VGA Nvidia / Ati Radeon 64 MB Nvidia / Ati Radeon 256 MB&lt;br /&gt;DVD-RW DVD-RW 16x Samsung DVD-RW 20x Samsung&lt;br /&gt;FloppyDisk 1.44 Bufftech&lt;br /&gt;Monitor 17” LG TFT Monitor&lt;br /&gt;Mouse PS2 Standard /USB cable&lt;br /&gt;Keyboard PS2 Standard/ USB cable&lt;br /&gt;UPS+Stabilizer 600 VA 1000 VA&lt;br /&gt;Printer InkJet/LaserJet Printer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TEST SCHEDULE&lt;br /&gt;Testing Name Jadwal Testing&lt;br /&gt; Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4&lt;br /&gt;Unit Testing    &lt;br /&gt;System Testing    &lt;br /&gt;Performance Testing    &lt;br /&gt;User Acceptance Testing    &lt;br /&gt;Beta Testing    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. CONTROL PROCEDURE&lt;br /&gt;Aplikasi ini dapat dioperasikan oleh user yang mempunyai id dan password untuk login. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. FEATURE TO BE TESTED&lt;br /&gt;Feature - feature yang akan ditest adalah:&lt;br /&gt;• Feature Data – data barang&lt;br /&gt;• Feature Data – data transaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. FEATURE NOT TO BE TESTED&lt;br /&gt;- &lt;br /&gt;10. KETERGANTUNGAN&lt;br /&gt; Aplikasi ini dipengaruhi oleh data – data transaksi pengiriman barang. Jadi perlu dilakukan update apabila terdapat perubahan terhadap transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. RESIKO&lt;br /&gt; Resiko dari aplikasi ini yaitu :&lt;br /&gt; Jika data ada yang salah maka pengiriman barang tidak akan diproses sesuai prosedur yang ada..&lt;br /&gt; Jika aplikasi ini terkena ancaman dari luar (threats) berupa virus, Trojan horse, worm, dll. maka administrator atau operator akan sulit untuk melakukan pemprosesan transaksi.&lt;br /&gt; Jika pasokan energi listrik terputus, aplikasi ini tidak dapat dioperasikan dan rentan terhadap kehilangan data yang belum diproses atau tersimpan pada database.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. TOOLS &lt;br /&gt; Tool – tool yang digunakan pada aplikasi ini yaitu&lt;br /&gt;• Microsoft Office Access 2003&lt;br /&gt;• Microsoft Office Visio 2003&lt;br /&gt;• Microsoft Visual Basic 6.0&lt;br /&gt;• Pengujian menggunakan aplikasi lain tidak dapat dilakukan karena aplikasi yang tersedia hanya aplikasi komersil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-4449356250714600268?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/4449356250714600268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/test-plan-template-sistem-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4449356250714600268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4449356250714600268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/test-plan-template-sistem-informasi.html' title='TEST PLAN TEMPLATE SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-1860855206715226271</id><published>2009-05-05T22:31:00.001+07:00</published><updated>2009-05-05T22:58:07.156+07:00</updated><title type='text'>SRS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU</title><content type='html'>SOFTWARE REQUIREMENTS SPECIFICATION&lt;br /&gt;SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG &lt;br /&gt;CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Tujuan&lt;br /&gt;Dokumen ini berisi Software Requirement Spesification (SRS)  untuk Sistem Informasi Pengiriman Barang Pada CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru.&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan dokumen ini adalah untuk :&lt;br /&gt;1. memberikan penjelasan mengenai perangkat lunak yang akan dibangun baik berupa gambaran umum maupun penjelasan detil dan menyeluruh. &lt;br /&gt;2. Pengguna dari dokumen ini adalah pengembang perangkat lunak Sistem Informasi Pengiriman Barang Pada CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru. Dokumen ini akan digunakan sebagai bahan acuan dalam proses pengembangan dan sebagai bahan evaluasi pada saat proses pengembangan  perangkat lunak maupun di akhir pengembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Deskripsi Umum&lt;br /&gt;Sistem Informasi Pengiriman Barang adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan bisnis ekpedisi sehingga bagian pencatatan transaksi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada yang membutuhkan. Sistem ini juga sangat membantu masalah ekspedisi, seperti pencatatan, pemprosesan dan pelaporan transaksi data pengiriman barang. Disini sangat dibutuhkan suatu informasi yang cepat dan akurat tentang data barang yang akan dikirim. Untuk itu dibutuhkan suatu informasi yang cepat dan akurat jika dibutuhkan pada sewaktu-waktu.. Sistem Informasi ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru. Informasi yang dibutuhkan akan lebih aktual, mempercepat pencarian data, memperkecil kesalahan dalam pemasukan data dan tercipta pengendalian  dalam menyiapkan laporan  yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Deskripsi Umum Dokumen&lt;br /&gt;Bab 1 : Berisi pendahuluan, menjelaskan  mengenai tujuan  perangkat lunak, ruang lingkup, daftar istilah, referensi, serta deskripsi/gambaran umum dokumen.&lt;br /&gt;Bab 2: Menjelaskan deskripsi umum, memberikan gambaran mengenai fungsionaliti produk. Menggambarkan kebutuhan informal dan digunakan untuk menggambarkan hubungan untuk kebutuhan secara teknis pada bab 3.&lt;br /&gt;Bab 3: Berisi kebutuhan spesifikasi, ditulis terutama untuk developer dan menjelaskan istilah-istilah teknis dari detail fungsionalitas produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Gambaran Produk&lt;br /&gt;Sistem ini adalah suatu sistem yang terorganisir dengan baik serta memudahkan seorang adminstrator dalam mengolah data yang ada. Dikatakan terorganisir karena sistem informasi yang akan dikembangkan dapat mengontrol dan memonitor semua proses pengiriman barang dan juga dilengkapi dengan database yang berguna untuk menyimpan data-data yang ada serta memudahkan untuk pemanggilan kembali data-data tersebut.&lt;br /&gt;Pada sistem ini, untuk proses input data yang dilakukan tidak jauh beda. Seorang administrator memasukkan data-data yang ada ke dalam sebuah sistem. Namun yang membedakan yaitu pada sistem yang baru akan dilengkapi database yang akan menyimpan semua data-data yang telah diinputkan oleh administrator tersebut.&lt;br /&gt;Untuk proses pengeditan serta penghapusan data-data yang ada, pada sistem yang baru akan dilengkapi sebuah sistem pencarian. Dimana apabila administrator ingin melakukan pengeditan salah satu data yang ada, administrator melakukan proses pencarian terlebih dahulu sesuai primary key pada data tersebut, kemudian barulah data tersebut dapat dirubah. Sehingga sistem informasi pengiriman barang yang dibuat akan lebih efektif, efisien dan akurat. Untuk proses laporan secara keseluruhan administrator tidak perlu buat secara manual, karena semua laporan sudah dapat diproses oleh sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Karakteristik Pengguna&lt;br /&gt;Sistem informasi akademik dan kesiswaan yang dirancang ini merupakan sistem dengan akses terbatas. Dalam pengoperasiannya sistem ini nantinya hanya 2 jenis user, yaitu:&lt;br /&gt;a. Administrator &lt;br /&gt;User ini memiliki hak penuh untuk melakukan pengaturan sistem. Hal tersebut dilakukan demi keamanan sistem. Dan user ini juga bertugas menginputkan data, serta membuat laporan.&lt;br /&gt;b. Pimpinan&lt;br /&gt;User ini hanya mempunyai hak akses untuk melihat keseluruhan laporan.&lt;br /&gt;c. Konsumen (Pengirim)&lt;br /&gt;User ini hanya menerima laporan pengiriman barang.&lt;br /&gt;d. Konsumen (Penerima)&lt;br /&gt;User ini hanya menerima laporan penerimaan barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6 Batasan-batasan&lt;br /&gt;Hal-hal yang menjadi batasan adalah:&lt;br /&gt;1. Pencatatan transaksi&lt;br /&gt;2. Pemrosesan dan pelaporan transaksi data pengiriman barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.7 Persyaratan Sistem&lt;br /&gt;1.7.1. Kebutuhan Perangkat Keras&lt;br /&gt;Untuk menjalankan Sistem Informasi Pengiriman Barang Pada CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru dibutuhkan perangkat keras (hardware) yang mampu mendukung pengoperasian program tersebut. Adapun spesifikasi minimal hardware yang dibutuhkan sistem adalah:&lt;br /&gt;Perangkat Keras Minimal Optimal&lt;br /&gt;Processor Intel P IV 2.6 GHz Intel Core 2 Duo 2.0 GHz&lt;br /&gt;RAM DDR2 256 MB DDR2 1024 MB&lt;br /&gt;Harddisk 80 GB Serial ATA2 250 GB Serial ATA2&lt;br /&gt;VGA Nvidia / Ati Radeon 64 MB Nvidia / Ati Radeon 256 MB&lt;br /&gt;DVD-RW DVD-RW 16x Samsung DVD-RW 20x Samsung&lt;br /&gt;FloppyDisk 1.44 Bufftech&lt;br /&gt;Monitor 17” LG TFT Monitor&lt;br /&gt;Mouse PS2 Standard /USB cable&lt;br /&gt;Keyboard PS2 Standard/ USB cable&lt;br /&gt;UPS+Stabilizer 600 VA 1000 VA&lt;br /&gt;Printer InkJet/LaserJet Printer&lt;br /&gt;Tabel Rincian Kebutuhan Perangkat Keras (hardware)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.7.2. Kebutuhan Perangkat Lunak&lt;br /&gt;Untuk menerapkan Sistem Informasi Pengiriman Barang Pada CV. Usaha Mandiri Express Pekanbaru tidak terlalu banyak membutuhkan perangkat lunak (software). Adapun software yang dibutuhkan oleh sistem baru adalah:&lt;br /&gt;Perangkat Lunak&lt;br /&gt;OS Windows XP Profesional With SP2&lt;br /&gt;Microsoft Office Access 2003&lt;br /&gt;Microsoft Office Word 2003&lt;br /&gt;Tabel Rincian Kebutuhan Perangkat Lunak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-1860855206715226271?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/1860855206715226271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/sistem-informasi-pengiriman-barang-pada.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/1860855206715226271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/1860855206715226271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/sistem-informasi-pengiriman-barang-pada.html' title='SRS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. USAHA MANDIRI EXPRESS PEKANBARU'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-2659557430856422936</id><published>2009-05-05T22:30:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T22:31:38.484+07:00</updated><title type='text'>SRS SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN KESISWAAN SMA CENDANA PEKANBARU</title><content type='html'>SOFTWARE REQUIREMENTS SPECIFICATION&lt;br /&gt;SISTEM AKADEMIK DAN KESISWAAN &lt;br /&gt;SMA CENDANA PEKANBARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Tujuan&lt;br /&gt;Dokumen ini berisi Software Requirement Spesification (SRS)  untuk Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan SMA Cendana Pekanbaru.&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan dokumen ini adalah untuk :&lt;br /&gt;1. memberikan penjelasan mengenai perangkat lunak yang akan dibangun baik berupa gambaran umum maupun penjelasan detil dan menyeluruh. &lt;br /&gt;2. Pengguna dari dokumen ini adalah pengembang perangkat lunak Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan SMA Cendana Pekanbaru.&lt;br /&gt;3. Dokumen ini akan digunakan sebagai bahan acuan dalam proses pengembangan dan sebagai bahan evaluasi pada saat proses pengembangan  perangkat lunak maupun di akhir pengembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Deskripsi Umum&lt;br /&gt;Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga bagian akadmik sekolah dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada yang membutuhkan. Sistem ini juga sangat membantu para guru dalam hal pengolahan nilai. Sistem Informasi ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh SMA Cendana Pekanbaru. Informasi yang dibutuhkan akan lebih aktual, mempercepat pencarian data, memperkecil kesalahan dalam pemasukan data dan tercipta pengendalian  dalam menyiapkan laporan  yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Deskripsi Umum Dokumen&lt;br /&gt;Bab 1 : Berisi pendahuluan, menjelaskan  mengenai tujuan  perangkat lunak, ruang lingkup, daftar istilah, referensi, serta deskripsi/gambaran umum dokumen.&lt;br /&gt;Bab 2: Menjelaskan deskripsi umum, memberikan gambaran mengenai fungsionaliti produk. Menggambarkan kebutuhan informal dan digunakan untuk menggambarkan hubungan untuk kebutuhan secara teknis pada bab 3.&lt;br /&gt;Bab 3: Berisi kebutuhan spesifikasi, ditulis terutama untuk developer dan menjelaskan istilah-istilah teknis dari detail fungsionalitas produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Gambaran Produk&lt;br /&gt;Sistem ini adalah suatu sistem yang terorganisir dengan baik serta memudahkan seorang adminstrator dalam meng-edit serta mengolah data yang ada. Dikatakan terorganisir karena sistem informasi yang akan dikembangkan dapat mengontrol dan memonitor semua proses akademik dan juga dilengkapi dengan database yang berguna untuk menyimpan data-data yang ada serta memudahkan untuk pemanggilan kembali data-data tersebut.&lt;br /&gt;Pada sistem ini, untuk proses input data yang dilakukan tidak jauh beda. Seorang administrator memasukkan data-data yang ada ke dalam sebuah sistem. Namun yang membedakan yaitu pada sistem yang baru akan dilengkapi database yang akan menyimpan semua data-data yang telah diinputkan oleh administrator tersebut.&lt;br /&gt;Untuk proses pengeditan serta penghapusan data-data yang ada, pada sistem yang baru akan dilengkapi sebuah sistem pencarian. Dimana apabila administrator ingin melakukan pengeditan salah satu data yang ada, administrator melakukan proses pencarian terlebih dahulu sesuai primary key pada data tersebut, kemudian barulah data tersebut dapat dirubah. Sehingga sistem informasi akademik dan kesiswaan yang dibuat akan lebih efektif, efisien dan akurat. Untuk proses laporan secara keseluruhan administrator tidak perlu buat secara manual, karena semua laporan sudah dapat diproses oleh sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Karakteristik Pengguna&lt;br /&gt;Sistem informasi akademik dan kesiswaan yang dirancang ini merupakan sistem dengan akses terbatas. Dalam pengoperasiannya sistem ini nantinya hanya 2 jenis user, yaitu:&lt;br /&gt;a. Administrator &lt;br /&gt;User ini memiliki hak penuh untuk melakukan pengaturan sistem. Hal tersebut dilakukan demi keamanan sistem. Dan user ini juga bertugas menginputkan data, serta membuat laporan.&lt;br /&gt;b. Kepala Sekolah&lt;br /&gt;User ini hanya mempunyai hak akses untuk melihat keseluruhan laporan.&lt;br /&gt;c. Siswa&lt;br /&gt;User ini hanya dapat melihat laporan data diri dan data nilai pribadi siswa.&lt;br /&gt;d. Guru&lt;br /&gt;User ini hanya dapat melihat laporan data diri pribadi dan laporan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Bagian Akademik&lt;br /&gt;User ini  hanya mempunyai hanya dapat melihat Laporan Data diri siswa, Laporan Jadwal Pelajaran, Laporan Nilai Siswa. &lt;br /&gt;f. Bagian Kepegawaian&lt;br /&gt;User ini  hanya mempunyai hanya dapat melihat Laporan Data diri Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6 Batasan-batasan&lt;br /&gt;Hal-hal yang menjadi batasan adalah:&lt;br /&gt;1. Sistem Pendataan Siswa Aktif&lt;br /&gt;Meliputi : data diri siswa aktif (yang telah diterima disekolah) dan orang tua siswa aktif&lt;br /&gt;2. Sistem Pendataan Guru&lt;br /&gt;Meliputi data diri guru dan mata pelajaran yang diajar.&lt;br /&gt;3. Sistem Penjadwalan Mengajar&lt;br /&gt;Meliputi : guru dan kelas mengajar&lt;br /&gt;4. Teknik analisa&lt;br /&gt;Analisa yang digunakan adalah Analisa PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service)&lt;br /&gt;5. Perancangan Interface Sistem Informasi Akademik untuk modul –modul sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.7 Persyaratan Sistem&lt;br /&gt;1.7.1. Kebutuhan Perangkat Keras&lt;br /&gt;Untuk menjalankan Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan pada SMU Cendana Pekanbaru dibutuhkan perangkat keras (hardware) yang mampu mendukung pengoperasian program tersebut. Adapun spesifikasi minimal hardware yang dibutuhkan sistem adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Keras&lt;br /&gt;MotherBoard Disesuaikan dengan Prosessor&lt;br /&gt;Processor Intel P IV 2.6 Ghz&lt;br /&gt;RAM DDR2 512 MB&lt;br /&gt;Harddisk 160 GB Serial ATA2&lt;br /&gt;VGA Nvidia Ge Force 7200 GT 128 MB&lt;br /&gt;DVD-RW DVD-RW 20x Samsung&lt;br /&gt;FloppyDisk 1,44 Bufftech&lt;br /&gt;Monitor 17” LG TFT Monitor&lt;br /&gt;Speaker Standard / Multimedia Speaker&lt;br /&gt;Mouse PS2 Standard /USB cable&lt;br /&gt;Keyboard PS2 Standard/ USB cable&lt;br /&gt;Stabilizer Standard 600 VA&lt;br /&gt;UPS 600 VA&lt;br /&gt;Printer InkJet/LaserJet Printer&lt;br /&gt;Tabel Rincian Kebutuhan Perangkat Keras (hardware)&lt;br /&gt;1.7.2. Kebutuhan Perangkat Lunak&lt;br /&gt;Untuk menerapkan sistem informasi akuntansi ini nantinya pada SMA Cendana Pekanbaru tidak terlalu banyak membutuhkan perangkat lunak (software). Adapun software yang dibutuhkan oleh sistem baru adalah:&lt;br /&gt;Perangkat Lunak&lt;br /&gt;OS Windows XP Profesional With SP2&lt;br /&gt;Microsoft Office Access 2003&lt;br /&gt;Microsoft Office Word 2003&lt;br /&gt;Tabel Rincian Kebutuhan Perangkat Lunak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-2659557430856422936?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/2659557430856422936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/srs-sistem-informasi-akademik-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/2659557430856422936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/2659557430856422936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/srs-sistem-informasi-akademik-dan.html' title='SRS SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN KESISWAAN SMA CENDANA PEKANBARU'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-83240143367780846</id><published>2009-05-05T22:11:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T22:30:03.880+07:00</updated><title type='text'>PENGENDALIAN &amp; AUDIT SI STEM INFORMASI</title><content type='html'>“ PENGENDALIAN &amp; AUDIT SI ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;RIDWAN HAINIM&lt;br /&gt;JURUSAN SISTEM INFORMASI&lt;br /&gt;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Perkembangan penggunaan komputer dalam bisnis akan mempengaruhi metode pelaksanaan audit, demikian pula dengan ilmu pengetahuan lainnya. Satuan usaha ( organisasi / perusahaan ) disebut menggunakan sistem komputer ( PDE ) apabila dalam memproses data penyusunan laporan keuangan menggunakan komputer dan tipe dan jenis tertentu, baik dioperasikan oleh perusahaan sendiri atau pihak lain.&lt;br /&gt;Kebutuhan terhadap auditing di sistem komputer ( EDP Auditing ) semakin perlu untuk dipenuhi agar tujuan auditing tetap dapat dicapai secara efektif dan efisien. Meskipun tujuan dasar auditing tetap tidak berubah, tetapi proses audit mengalami perubahan yang signifikan baik dalam pengumpulan dan evaluasi bukti maupun pengendaliannya. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan dalam pemrosesan data akuntansi. &lt;br /&gt;Demikian juga halnya pengendalian, tujuan pengedalian pengolahan data yang akurat dalam suatu lingkungan manual maupun lingkungan yang terkomputerisasi adalah sama. Dalam suatu lingkungan yang berkomputerisasi harus diterapkan pengendalian untuk mengurangi resiko pengulangan kesalahan dan untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan benar – benar akurat. Perubahan dalam metode pengendalian dan pengolahan ini menimbulkan metode baru dalam Auditing.&lt;br /&gt;Auditor harus mempelajari keahlian – keahlian baru untuk bekerja secara efektif dalam suatu lingkungan bisnis yang berkomputerisasi untuk meriview teknologi komputer. Auditor harus memahami dan mempertimbangkan sifat sistem PDE. Sistem ini akan mempengaruhi sistem akuntansi dan sistem pengendalian intern yang akhirnya akan mempengaruhi luas, lingkup dan jangka waktu audit.&lt;br /&gt;Perlunya memahami konsep EDP merupakan hal yang fundamental untuk pelaksanaan review yang layak dan evaluasi pengolahan yang dikomputerisasi serta penggunaan komputer dalam pelaksanaan audit. Oleh karena itu, auditor dituntut harus juga mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknologi informasi khususnya Auditing PDE agar mereka dapat melakukan audit secara efektif dan efisien di organisasi yang menerapkan sistem berkomputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KONSEP DASAR CARA KOMPUTER BEKERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Sistem  PDE ( Process Data Electronic )&lt;br /&gt;Dengan adanya PDE, maka Auditor mengetahui bahwa sistem ini memberikan pengaruh positif bagi organisasi dalam hal : (a) memperbaiki pengawasan alat pemrosesan data, (b) meningkatkan kepercayaan terhadap data, (c) meningkatkan keefektifan sistem pemrosesan data dan (d) meningkatkan efisiensi sistem pemrosesan data.&lt;br /&gt;2.2 Hubungan Audit Dengan Komputer&lt;br /&gt;Terlibatnya komputer dalam proses penyusunan laporan keuangan mau tidak mau auditor harus dapat dan mampu melakukan audit terhadap komputer yang digunakan perusahaan yang diaudit. Dalam SAS  No. 48 “ The effect’s of Computer Processing on the Examination of Financial Statement ” dan International Auditing Guide Line No. 20 , menjelaskan bahwa ada 3 tahap yang harus dilalui dalam pelaksanaan audit untuk perusahaan yang menggunakan komputer ( PDE ) :&lt;br /&gt;1. Mempelajari struktur dan prosedur umum satuan usaha.&lt;br /&gt;2. Mempelajari sistem akuntansi dan kaitannya dengan struktur pengendalian intern satuan usaha.&lt;br /&gt;3. Merencanakan audit atas saldo dan transaksi.&lt;br /&gt;Perbedaan pokok audit untuk perusahaan yang menggunakan sistem komputer dengan yang menggunakan sistem manual adalah dalam hal pengumpulan bukti. Dalam pengumpulan bukti, auditor dapat menggunakan sistem manual, teknik komputer, atau gabungan antara keduanya.&lt;br /&gt;2.3 Karakteristik Auditing dan Teknik / Metode Auditing&lt;br /&gt;Adapun Karakteristik Auditing :&lt;br /&gt;• Objektif independen yaitu tidak tergantung pada jenis atau aktivitas organisasi yang diaudit&lt;br /&gt;• Sistematis terdiri dari tahap demi tahap proses pemeriksaan&lt;br /&gt;• Ada bukti yang memadai yaitu mengumpulkan, mereview, dan mendokumentasikan kejadian – kejadian&lt;br /&gt;• Adanya criteria untuk menghubungkan pemeriksaan dan evaluasi bukti – bukti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik / Metode Auditing :&lt;br /&gt;• Otomatisasi, yaitu seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan seringkali tidak ada ( paperless office ) sehingga untuk penelusuran dokumen ( tracing ) audit berkurang dibandingkan sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas.&lt;br /&gt;• Keterkaitan aktivitas yang berhubungan dengan catatan – catatan yang kurang terjaga.&lt;br /&gt;• Dengan sistem on line mengakibatkan output seringkali tidak tercetak.&lt;br /&gt;• “ Audit Arround Computer ” yang mengabaikan sistem komputer tetapi yang dilihat atau yang diuji adalah Input dan Output.&lt;br /&gt;• “ Audit Through Computer ” menggunakan bantuan komputer ( atau software ) untuk mengaudit.&lt;br /&gt;2.4 Perbedaan Komputer dan Manual dari Segi Audit&lt;br /&gt;Audit dalam perusahaan yang menggunakan komputer berbeda dengan audit untuk perusahaan yang masih menggunakan sistem manual. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari  tabel berikut :&lt;br /&gt;                          Tabel  Perbedaan  Sistem Komputer dan sistem Manual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEGI SISTEM KOMPUTER SISTEM MANUAL&lt;br /&gt;1. Visibility (a) Dokumen tidak dapat dilihat.&lt;br /&gt;(b) Proses langsung masuk komputer dan otomatis mempengaruhi laporan&lt;br /&gt;(c) Secara serentak memenuhi beberapa tujuan. (a) Dapat dilihat&lt;br /&gt;(b) Dicatat dan tidak otomatis mempengaruhi laporan keuangan.&lt;br /&gt;(c) Tidak secara serentak&lt;br /&gt;2. Sarana dan Fasilitas (a)   Lebih banyak dan lebih cepat. (a)   Sedikit dan lebih lama&lt;br /&gt;3. Personalia (a)   Ahli bidang komputer (a)   tidak diperlukan&lt;br /&gt;4. Pemisahan Tugas (a)   Pengumpulan dan memproses data. (a)   Tidak dipisahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Visibility&lt;br /&gt;Auditor tidak akan mampu melihat formulir transaksi yang diproses oleh komputer, karena setiap terjadi transaksi dapat langsung dimasukkan ke komputer dan langsung diproses dan hasilnya secara otomatis mempengaruhi laporan keuangan. Auditor tidak dapat melihat bagaimana komputer memroses transaksi, melakukan perhitungan, posting dan lain – lain, dan buktinyapun tidak dapat dilihat. &lt;br /&gt;Komputer dapat memroses suatu transaksi secara serentak untuk memenuhi beberapa tujuan. Misalnya : pencatatan produksi yang sudah siap, secara otomatis serentak dengan pencatatan persediaan, harga pokok per unit, laporan produksi menurut lokasi dan lain – lain, dan auditor tidak memiliki bukti tentang proses yang dilakukan komputer.&lt;br /&gt;Sarana dan Fasilitas&lt;br /&gt;Sistem komputer (khususnya yang besar) memerlukan sistem ruangan, peralatan, perawatan dan fasilitas yang khusus pula. Akan tetapi relatif lebih mudah dalam pemrosesan data dan penyimpanan. Dalam sistem manual pemrosesan data lebih lama dan memerlukan tempat penyimpanan yang lebih banyak.&lt;br /&gt;Personalia&lt;br /&gt;Sistem komputer selain memerlukan hardware, sogtware, juga memerlukan pegawai yang mempunyai kemampuan masing-masing dibidang seperti programer, operator, system analyst data, controller dan lain – lain. Dalam sistem manual hal ini tidak diperlukan.&lt;br /&gt;Pemisahan Fungsi&lt;br /&gt;Dalam sistem komputer kegiatan mengumpulkan dan memproses data dipusatkan dibagian komputer. Dalam sistem manual kedua fungsi ini biasanya dipisahkan. Jika ditinjau dari segi tujuannya, maka pengendalian akuntansi berdiri sendiri terhadap sistem pemrosesan data yang digunakan baik secara manual, mekanis, campuran, maupun komputer. Stuktur dan pengendalian akuntansi sangat dipengaruhi oleh sistem pengolahan data yang digunakan. Sistem pengolahan data yang bersifat manual berbeda dengan sistem pengolahan data yang bersifat elektronik / komputer. Oleh karena itu, maka prosedur penilaian terhadap pengendalian internnya juga akan dipengaruhi oleh keadaan ini.&lt;br /&gt;Dalam penerapan sistem komputer, perusahaan dapat menerapkan sistem komputer penuh atau gabungan dari sistem manual, mekanis dan komputer baik komputer milik sendiri atau disewa dari perusahaan lain ( time sharing ).&lt;br /&gt;2.4 Dampak Komputer Dalam Audit&lt;br /&gt;Pada saat komputer pertama kali digunakan, banyak auditor mempunyai pemikiran bahwa proses audit akan banyak mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan penggunaan teknologi komputer. Ada dua utama yang harus diperhatikan dalam audit atas pemrosesan data elektronik, yaitu pengumpulan bukti ( evidence collection ) dan evaluasi bukti ( evidence evaluation ).&lt;br /&gt;2.4.1 Perencanaan Audit ( Audit Planning )&lt;br /&gt;Tujuan perencanaan audit adalah untuk menentukan why, how, when dan by whom sebuah audit akan dilaksanakan. Aktivitas perencanaan audit meliputi:&lt;br /&gt;•  Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit&lt;br /&gt;•  Pengorganisasian tim audit&lt;br /&gt;•  Pemahaman mengenai operasi bisnis klien&lt;br /&gt;•  Kaji ulang hasil audit sebelumnya ( jika ada )&lt;br /&gt;•  Mengidentifikasikan factor – factor yang mempengaruhi resiko audit&lt;br /&gt;•  Penetapan resiko dalam lingkungan audit misalkan bahwa inherent risk, control risk dan&lt;br /&gt;   detection risk dalam sebuah on – line processing, networks, dan teknologi maju database&lt;br /&gt;   lainnya akan lebih besar daripada sebuah sistem akuntansi manual&lt;br /&gt;2.42 Proses Pengumpulan Bukti&lt;br /&gt;Proses keandalan pengumpulan bukti dalam sebuah sistem yang terkomputerisasi seringkali akan lebih kompleks daripada sebuah sistem manual. Hal ini terjadi karena auditor akan berhadapan dengan keberadaan sebuah pengendalian internal pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang kompleks karena teknologi yang melekat dan sangat berbeda dengan pengendalian sistem manual. Sehingga sebuah sistem informasi berbasis komputer secara alamiah mempunyai inherent risk yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemrosesan manual.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam sebuah proses ‘ update ’ data memerlukan seperangkat pengendalian yang memang berbeda karena kondisi alamiah yang melekatinya. Atau dalam proses pengembangan sebuah sistem, maka diperlukan pengendalian lewat berbagai ‘ testing program ’ yang mungkin tidak ditemui dalam sistem manual. &lt;br /&gt;Untuk itu auditor harus mampu memahami pengendaliannya untuk dapat memperoleh keandalan sebuah bukti yang kompeten. Namun memahami pengendalian dalam sebuah sistem yang berbasis teknologi sangatlah tidak mudah. Perangkat keras maupun lunak terus berkembang secara cepat seiring perkembangan teknologi. Sehingga selalu ada kesenjangan waktu antara teknologi yang dipelajari oleh auditor dengan perkembangan teknologi yang cepat.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dengan meningkatnya penggunaan transmisi komunikasi data, maka auditor paling tidak juga harus memahami prinsip – prinsip kriptografi ( penyandian ) dalam sebuah jaringan yang terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4.3 Evaluasi Bukti&lt;br /&gt;Bukti audit dalam sistem informasi akuntansi berbasis komputer seringkali berupa angka – angka digital, dan kadangkala sulit dalam penelusurannya karena tidak berbentuk fisik seperti di lingkungan manual. Dokumen – dokumen konvensional ( hardcopy ) yang bersifat verifiable evidence dan mengarah ke paperless office. Dokumen atau hardcopy bukan lagi menjadi bagian utama untuk tujuan pencatatan. Dokumen-dokumen tersebut digantikan dengan sinyal kode binary digit dalam bahasa komputer yang intangible.&lt;br /&gt;Aktivitas yang dapat dilakukan komputer dalam pelaksanaan audit adalah :&lt;br /&gt;a. Audit Sampling. Dalam audit sampling ini komputer dapat berperan dalam menghitung parameter sample, memilih sample, dan menilai hasil sample.&lt;br /&gt;b. Simulasi. Komputer digunakan dalam menilai software yang dimiliki oleh klien. Auditor dapat membuat rekapitulasi “specification sheet” yang menggambarkan bagaimana proses kerja sistem klien, sehingga auditor dapat bekerja dengan sistem komputer tersebut.&lt;br /&gt;c. Pengumpulan data yang akan diuji. Pengumpulan data dilakukan dengan catatan “tagged” yang digunakan bersama dengan Integrated Test Facility ( ITF ).&lt;br /&gt;d. Penelaahan analitis ( analitical review ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;AUDITING SISTEM PDE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Audit Sistem Informasi&lt;br /&gt;Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;Auditing PDE adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti untuk menentukan apakah sistem komputer perusahaan mampu mengamankan harta, memelihara kebenaran data, mampu mencapai tujuan perusahaan secara efektif, dan menggunakan aktiva perusahaan secara tepat. &lt;br /&gt;3.2 Auditing dalam lingkungan data elektronik.&lt;br /&gt;Suatu lingkungan pengolahan data elektronik ( PDE ) adalah bila suatu komputer dengan tipe atau ukuran apapun digunakan dalam pengolahan informasi keuangan suatu perusahaan yang signifikan bagi audit, terlepas apakah komputer tersebut dioperasikan oleh perusahaan yang bersangkutan atau oleh pihak ketiga.&lt;br /&gt;Tujuan dan Lingkup Audit secara keseluruhan tidak mengalami perubahan dalam lingkungan pengolahan data elektronik. Akan tetapi penggunaan suatu komputer dapat mengubah pengolahan dan penyimpanan informasi keuangan dan dapat berdampak terhadap organisasi dan prosedur yang digunakan oleh perusahaan dalam mencapai pengendalian intern yang memadai. Oleh karena itu, prosedur yang digunakan oleh auditor dalam memperoleh pemahaman dan melakukan pengujian pengendalian atas sistem akuntansi dan pengendalian  intern yang berkaitan dengan serta sifat, saat, dan luas prosedur audit lainnya dapat dipengaruhi oleh lingkungan data elektronik.&lt;br /&gt;3.3 Keahlian dan Kompetensi Auditor dalam audit PDE&lt;br /&gt;Jika auditor melaksanakan auditnya dalam pengolahan data elektronik, maka ia harus memiliki pemahaman yang cukup mengenai perangkat keras, perangkat lunak dan sistem pengolahan data dengan komputer untuk merencanakan penugasan dan ia harus memahami bagaimana dampak pengolahan data elektronik terhadap prosedur yang digunakan oleh auditor dalam memperoleh pemahaman dan melakukan prosedur audit, termasuk penggunaan Teknik Audit Berbantuan Komputer ( TABK ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auditing Menggunakan Komputer :&lt;br /&gt;Tiga cara yang dapat digunakan oleh auditor dalam melaksanakan prosedur audit dengan menggunakan komputer :&lt;br /&gt;1. Memroses data pengujian auditor pada sistem komputer klien sebagai bagian dari pengujian pengendalian.&lt;br /&gt;2. Menguji pembukuan yang diselenggarakan komputer sebagai sarana untuk melakukan verifikasi atas laporan keuangan klien, dan&lt;br /&gt;3. Menggunakan komputer untuk melaksanakan tugas audit yang terpisah dari catatan klien.&lt;br /&gt;Penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam audit atas laporan keuangan umumnya menyangkut :&lt;br /&gt;1. Pengujian program yang dipergunakan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;2. Pengujian file perusahaan.&lt;br /&gt;3. Penggunaan mikrokomputer&lt;br /&gt;3.4 Auditing Software&lt;br /&gt;Software audit yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua golongan :&lt;br /&gt;1. Perangkat lunak audit terspesialisasi   ( SAS/ specialized audit software )&lt;br /&gt;2. Perangkat lunak auidit tergeneralisasi  ( GAS/ generalized audit software )&lt;br /&gt;3.4.1 Perangkat Lunak Terspesialisasi ( Spcilized Audit software)&lt;br /&gt;SAS merupakan satu atau lebih program khusus yang dirancang oleh auditor agar sesuai dengan situasi audit tertentu. Software audit ini jarang digunakan karena penyiapannya maka waktu dan mahal, dan diperlukan keahlian auditor dibidang komputer. Cara  penanggulangannya dapat dengan menggunakan program yang relevan dengan tujuan audit yang saat itu digunakan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;3.4.2 Perangkat Lunak Audit Tergeneralisasi ( GAS / Specialized Audit Software )  &lt;br /&gt;Perangkat lunak audit yang digeneralisasi terdiri dari seperangkat program komputer yang secara bersama melaksanakan bermacam fungsi pemrosesan data atau manipulasi data. GAS dikembalikan oleh kantor akuntan untuk berbagai tugas audit dan dapat digunakan pada berbagai perusahaan.&lt;br /&gt;Program – program yang digeneralisasi mempunyai dua manfaat penting : &lt;br /&gt;1. Program ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga memudahkan pelatihan bagi staf  auditor dalam menggunakan program, meskipun hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang PDE, dan tidak perlu memiliki pengetahuan dalam pemrograman.&lt;br /&gt;2. Dapat diterapkan pada lingkup tugas – tugas yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya atau mengalami kesulitan dalam mengembangkan program.&lt;br /&gt;Kelemahan utama program komputer yang digeneralisasi adalah biaya pengembangan pada awalnya besar, dan kecepatan pengolahan relatif kurang efisien.&lt;br /&gt;Fungsi GAS :&lt;br /&gt;1. Menarik atau memanggil data dari struktur file ,media file , tata letak record perusahaan yang sedang di audit. Data ditarik, di edit dan transfer ke file audit.&lt;br /&gt;2. Menghitung dengan data. Dengan melaksanakan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Misalnya verifikasi kebenaran foot-ing dalam buku harian dan perkalian pada faktor penjualan.&lt;br /&gt;3. Melaksanakan pembandingan dengan data. Dengan menggunakan operator logis. Misalnya pembandingan batas kredit pelanggan dibandingkan dengan saldo perkiraan pelanggaan, dimana setiap saldo perkiraan yang melebihi batas kredit dicatat untuk ditindaklanjuti.&lt;br /&gt;4. Mengikhtisarkan data. Untuk menyediakan dasar pembandingan. Misalnya daftar gaji terinci bisa dikhtisarkan untuk dibandingkan dengan laporan gaji.&lt;br /&gt;5. Menganalisis data untuk menyediakan dasar guna mengkaji kecenderungan atau menilai. Misalnya, piutang usaha individual umumnya dapat diurut sebagai dasar penilaian kemungkinan penagihannya.&lt;br /&gt;6. Menyusun kembali data dengan operasi-operasi penyortiran dan penggabungan. Misalnya, total kuantitas penjualan berbagai produk yang dijual oleh perusahaan dapat disortir menurut urutan untuk memudahkan analisis.&lt;br /&gt;7. Mendapatkan data statistik dari suatu deretan data. Misalnya, jumlah mean dan median penjualan bulan lalu dapat dihitung untuk membantu analisis.&lt;br /&gt;8. Mencetak keluaran ( output ). Seperti laporan, analisis dan formulir. Misalnya, formulir dan amplop permintaan konfirmasi.&lt;br /&gt;Prosedur untuk setiap aplikasi GAS :   &lt;br /&gt;Prosedur penggunakan paket GAS dimulai dari  penetapan tujuan merencanakan tujuan audit dan program kerja untuk aplikasi tertentu. Kemudian auditor memasukkan rincian mengenai aplikasi pada formulir spesifikasi yang dicetak sebelumnya. Spesifikasi ini dibutuhkan untuk memberitahu sistem komputer tentang ciri khas file tempat data aplikasi itu disimpan, berbagai fungsi dan langkah pemrosesan yang harus dilaksanakan oleh software dan isi serta format keluarannya. &lt;br /&gt;Kemudian auditor mendapatkan file induk dan file transaksi perusahaan untuk aplikasi itu dan memeriksa keotentikannya. Pemeriksaan ini umumnya terdiri dari pengumpulan total pengendali field data kunci dan merekonsiliasikan total ini agar sesuai dengan total pada perkiraan buku besar.Pada waktu yang  disepakati bersama, auidtor menyerahkan spesifikasi tersebut untuk diproses oleh sistem komputer klien. Spesifikasi ini dapat diproses melalui formulir yang dapat discan secara otomatis atau media magnetik lainnya. Auditor juga dapat menggunakan paket GAS yang disimpan pada pita magnetik, disk magnetik. Auditor mengamati dengan ketata pemrosesan semua operasi komputer. Jika pemeriksaan telah selesai auditor segera mengambil alih semua output dan juga paket GAS serta spesifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 Tahap – tahap Audit PDE&lt;br /&gt;Audit PDE dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit PDE menurut Ron Weber (1982) terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Tahap pemeriksaan pendahuluan&lt;br /&gt;2. Tahap pemeriksaan rinci.&lt;br /&gt;3. Tahap pengujian kesesuaian.&lt;br /&gt;4. Tahap pengujian kebenaran bukti.&lt;br /&gt;5. Tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian.&lt;br /&gt;3.5.1 Tahap Pemeriksaan Pendahuluan. &lt;br /&gt;Dalam tahap ini auditor melakukan audit terhadap susunan , struktur, prosedur, dan cara kerja komputer yang digunakan perusahaan. Dalam tahap ini auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri menolak melakukan / meneruskan auditnya. Atau jika audit sudah terlanjur dilaksanakan, maka auditor dapat membalikan pendapat kualifikasi.&lt;br /&gt;3.5.2 Tahap Pemeriksaan Rinci. &lt;br /&gt;Tahap audit secara rinci dapat dilakukan jika auditor  memutuskan melanjutkan auditnya. Dalam tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;3.5.3 Tahap Pengujian Kesesuaian. &lt;br /&gt;Tujuan pengujian kesesuaian adalah untuk mengetahui apakah struktur pengendalian intern yang digariskan diterapkan sebagaimana mestinya atau tidak. Dalam tahap ini auditor dapat menggunakan ‘ COMPUTER ASSITED EVIDANCE COLLECTION TECHNIQUES’ ( CAECTs ) untuk menilai keberadaan dan kepercayaan auditor terhadap struktur pengendalian intern tersebut.&lt;br /&gt;3.5.4 Tahap Pengujian Kebenaran  Bukti.  &lt;br /&gt;Tujuan pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten, sehingga auditor dapat memutuskan apakah resiko yang material dapat terjadi atau tidak selama pemrosesan data di komputer. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah ( Davis at.all. 1981 ) pengujian untuk :&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data&lt;br /&gt;2. Menilai kualitas data&lt;br /&gt;3. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data&lt;br /&gt;4. Membandingkan data dengan perhitungan fisik&lt;br /&gt;5. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputerisasi mempunyai dampak yang besar terhadap prosedur dan teknik auditing. Pelaksanaan  semua audit dilandasi standar yang menyangkut profesionalisme yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pelaksanaan audit PDE tidak dapat menghilangkan kebutuhan akan pengalaman dan penilaian profesional auditor.&lt;br /&gt;Tiga pendekatan kunci metode auditing berdasarkan komputer ( EDP Auditing ) adalah auditing di sekitar komputer, auditing melalui komputer dan auditing dengan komputer. Cara yang digunakan dalam EDP auditing adalah data uji, pengujian terpadu, simulasi paralel, teknik modul audit terpasang dan audit dengan bantuan mikrokomputer.&lt;br /&gt;Proses audit PDE terdiri dari tahap – tahap mulai dari tahap pemeriksaan pendahuluan, tahap pemeriksaan rinci, tahap pengujian kesesuaian, tahap pengujian kebenaran bukti, dan tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian.&lt;br /&gt;Audit PDE melibatkan software audit untuk membantu pengujian serta evaluasi record dan file perusahaan. Penggunaan software audit memerlukan pertimbangan antara biaya dan manfaat.&lt;br /&gt;Auditor atau stafnya dalam melaksanakan audit di lingkungan PDE harus mempunyai keahlian minimum tentang sistem berkomputer ( PDE ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR  PUSTAKA&lt;br /&gt;Ikatan Akuntan Indonesia, Standard Profesional Akuntan Publik, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta, 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kell, Walter G. and William C. Boyton, Modern Auditing, 5TH ed., John Wiley &amp; Sons, Inc., 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watne, Donald A., and Peter B.B. Turney, Auditing EDP System, 2nd ed., Prentice Hall, 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weber, Ron, EDP Auditing : Conceptual Foundation and Practice, 2 nd ed., Mc. Graw-Hill, Inc., 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______.2008.www.google.com.AUDIT SI.Pekanbaru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-83240143367780846?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/83240143367780846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/pengendalian-audit-si-stem-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/83240143367780846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/83240143367780846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/05/pengendalian-audit-si-stem-informasi.html' title='PENGENDALIAN &amp; AUDIT SI STEM INFORMASI'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-2190400342262133440</id><published>2009-03-16T02:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T02:09:54.594+07:00</updated><title type='text'>Proposal KP Yayasan Pendidikan Cendana</title><content type='html'>PROPOSAL KERJA PRAKTEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN KESISWAAN (SIAK) SMU CENDANA PEKANBARU RIAU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diajukan  sebagai salah satu syarat kelulusan tingkat sarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIDWAN HAINIM&lt;br /&gt;10553001564&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JURUSAN SISTEM INFORMASI&lt;br /&gt;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU&lt;br /&gt;PEKANBARU&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Dalam menyelesaikan studi strata-1 (S-1), mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA RIAU harus memenuhi berbagai persyaratan dan salah satu diantaranya adalah melaksanakan Kerja Praktek (KP). Kerja Praktek merupakan bagian dari kurikulum yang berupa studi langsung mahasiswa ke lapangan.&lt;br /&gt;Dalam kerja praktek ini, saya mengambil judul Analisa Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan pada SMU Cendana Pekanbaru. Saya memilih sekolah ini karena SMU Cendana Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang terfavorit berskala nasional di Provinsi Riau. Sekolah ini berada dibawah pengawasan PT. Chevron Pacific Indonesia (PT.CPI) melalui suatu yayasan yang bernama Yayasan Pendidikan Cendana (YPC) yang tersebar di beberapa tempat seperti di Rumbai, Minas, Duri, dan Dumai. Judul ini diambil karena mengingat SMU Cendana Pekanbaru telah memiliki suatu sistem akademik dan kesiswaan yang mendukung dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.&lt;br /&gt;Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan adalah suatu sistem yang memungkinkan para orang tua dan siswa untuk melihat perkembangan akademik siswa selama disekolah. Dan sistem ini juga sangat membantu para guru dalam hal pengolahan nilai. Sistem ini telah menjadi media antara orang tua siswa dengan pihak sekolah.&lt;br /&gt; Dengan penjelasan diataslah maka kami memilih SMU Cendana Pekanbaru sebagai tempat kerja praktek dan melaksanakannya sesuai dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TUJUAN&lt;br /&gt;Dalam kerja praktek ini terdapat dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.&lt;br /&gt;• TUJUAN UMUM&lt;br /&gt;1. Memenuhi persyaratan kurikulum Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains &amp; Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.&lt;br /&gt;2. Mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan terhadap masalah yang ada di lapangan.&lt;br /&gt;• TUJUAN KHUSUS&lt;br /&gt;1. Mempelajari dan menganalisa Sistem Informasi Akademis dan Kesiswaan yang diterapkan di SMU Cendana Pekanbaru.&lt;br /&gt;2. Mengetahui dampak dari Sistem Informasi Akademis dan Kesiswaan.&lt;br /&gt;3. Mengusulkan perbaikan dan pengembangan jika terdapat berbagai kekurangan didalam sistem tersebut.&lt;br /&gt;4. Sebagai acuan untuk pengembangan sistem yang lebih baik di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Setelah melakukan studi literatur, maka kemudian diputuskan apa yang menjadi ide untuk diteliti lebih lanjut dalam kerja praktek ini. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana menganalisa sistem informasi akademik dan kesiswaan di SMU Cendana Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. RUANG LINGKUP&lt;br /&gt;Pelaksanaan kerja praktek ini ruang lingkup prakteknya di titikberatkan pada analisa cara kerja Sistem informasi yang digunakan untuk melakukan segala kegiatan yang berkaitan dengan akademis siswa yang diterapkan oleh SMU Cendana Pekanbaru. &lt;br /&gt;SIAK ini menyediakan informasi tentang data – data siswa yang meliputi nilai, absensi, prilaku, dll.&lt;br /&gt;Dalam menganalisis cara kerja Sistem Informasi Akademis dan Kesiswaan tersebut akan diperhatikan troubleshooting yang mungkin terjadi dalam penerapannya serta pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis adalah dari berbagai aspek :&lt;br /&gt;1. Data siswa&lt;br /&gt;2. Data nilai siswa&lt;br /&gt;3. Data Guru&lt;br /&gt;4. Data Absensi Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;Data yang diperlukan dalam penulisan kerja Praktek  ini diperoleh dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Studi Pustaka&lt;br /&gt;Menggunakan pustaka-pustaka yang telah ada untuk digunakan sebagai referensi atau bahkan digunakan sebagai bahan pembanding.&lt;br /&gt;2. Pengamatan/Observasi&lt;br /&gt;Mengadakan pengamatan langsung ke obyek penelitian.&lt;br /&gt;3. Wawancara.&lt;br /&gt;Peneliti bertatap muka langsung dengan sumber informasi untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung.&lt;br /&gt;4. Analisa Sistem&lt;br /&gt;Membahas data-data yang diperoleh dari hasil pengolahan data sehingga lebih memperjelas pengolahan data.&lt;br /&gt;5. Pembuatan Dokumentasi / Laporan&lt;br /&gt;Melakukan proses dokumentasi untuk lebih memperjelas hasil dari analisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. MATAKULIAH PENUNJANG KERJA PRAKTEK&lt;br /&gt;Adapun matakuliah yang menunjang kerja praktek ini adalah&lt;br /&gt;1. Basis Data&lt;br /&gt;2. Rekayasa Perangkat Lunak&lt;br /&gt;3. Analisa &amp; Perancangan Sistem Informasi I &amp; II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. TEMPAT DAN JADWAL PELAKSANAAN&lt;br /&gt;Tempat yang akan dijadikan kerja praktek adalah SMU Cendana Pekanbaru. Dan kami bermaksud akan melaksanakan kerja praktek pada tanggal 01 – 30 November 2008 dengan perincian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;No. Kegiatan Minggu ke-&lt;br /&gt;  NOVEMBER DESEMBER&lt;br /&gt;  1 2 3 4 5 6 7 8&lt;br /&gt;1 Orientasi Lapangan                &lt;br /&gt;2 Pengamatan Lapangan                &lt;br /&gt;3 Penyesuaian Metode                &lt;br /&gt;4 Pengumpulan Data Lapangan                &lt;br /&gt;5 Analisa Sistem                &lt;br /&gt;6 Penyusunan Laporan                &lt;br /&gt;7 Presentasi Laporan                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. RENCANA KERANGKA LAPORAN&lt;br /&gt;Untuk  memudahkan dalam memahami laporan penulisan kerja praktek maka dikemukakan sistematika penulisan agar menjadi satu kesatuan yang utuh.&lt;br /&gt;a. BAB I  PENDAHULUAN &lt;br /&gt;Menjelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup kajian, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.&lt;br /&gt;b. BAB II. PROFIL INSTANSI&lt;br /&gt;Menjelaskan sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, dan struktur  organisasi perusahaan.&lt;br /&gt;c. BAB III. LANDASAN TEORI &lt;br /&gt;Menjelaskan secara teoritis tentang hal-hal spesifik dan teori-teori serta metode analisis yang mendukung dalam menganalisa Sistem Informasi yang akan ditemui selama kerja praktek.&lt;br /&gt;d. BAB IV. ANALISIS SISTEM INFORMASI &lt;br /&gt;Menjelaskan hasil analisis Sistem Informasi Akademik dan Kesiswaan dengan metode analisis dalam mendukung setiap kegiatan pengajaran di SMU Cendana Pekanbaru.&lt;br /&gt;e. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN &lt;br /&gt;Berisi kesimpulan dan saran mengenai mekanisme Sistem Informasi yang menutup laporan kerja praktek ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.  PENUTUP&lt;br /&gt;Kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak SMU Cendana Pekanbaru untuk dapat menerima kami mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau untuk melaksanakan kerja praktek tersebut.&lt;br /&gt;Demikianlah proposal permohonan kerja praktek ini kami buat agar kiranya dapat menjadikan bahan acuan dan bahan pertimbangan untuk melaksanakan kerja praktek pada institusi yang Bapak Pimpin, bila ada kekurangan kami mohon maaf atas perhatian dan persetujuan yang diberikan kami haturkan banyak terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-2190400342262133440?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/2190400342262133440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/proposal-kp-yayasan-pendidikan-cendana.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/2190400342262133440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/2190400342262133440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/proposal-kp-yayasan-pendidikan-cendana.html' title='Proposal KP Yayasan Pendidikan Cendana'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-4194930512859577625</id><published>2009-03-16T01:49:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T02:00:38.426+07:00</updated><title type='text'>UKMK - Vulkanisir Ban Sepeda Motor</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini istilah ekonomi rakyat seolah-olah menjadi trendsetter baru dalam wacana pembangunan. Ambruknya ekonomi Indonesia yang selama lebih dari tiga dasawarsa selalu dibanggakan oleh pemerintah Orde Baru, memaksa berbagai pihak meneliti kembali struktur perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;Berbagai kajian berhasil mengidentifikasi satu faktor kunci penyebab keambrukan ekonomi Indonesia, yaitu ketergantungan ekonomi Indonesia pada sekelompok kecil usaha dan konglomerasi besar, yang ternyata tidak memiliki struktur internal yang sehat. Ketergantungan tersebut merupakan konsekuensi logis dari kebijakan ekonomi neoliberal yang mengedepankan pertumbuhan dengan asumsi apabila pertumbuhan tinggi maka dengan sendirinya akan membuka banyak lapangan kerja yang pada akhirnya akan mengurangi kemiskinan. Kenyataannya, kebijakan perekonomian tersebut menghasilkan struktur ekonomi yang tidak seimbang.&lt;br /&gt;Dalam struktur ekonomi yang tidak seimbang tersebut, sekelompok kecil elit ekonomi - yang menurut BPS jumlahnya kurang dari 1% total pelaku ekonomi - mendapat berbagai fasilitas dan privilese untuk menguasai sebagian besar sumber daya ekonomi dan karena itu mendominasi kontribusi, baik dalam pendapatan domestik bruto (PDB), pertumbuhan ekonomi, maupun pangsa pasar. Ketika elit ekonomi tersebut mengalami masalah keuangan sebagai akibat mismanajemen dan praktik-praktik tidak sehat, maka berbagai indikator seperti PDB dan pertumbuhan ekonomi merosot. &lt;br /&gt;Namun, struktur ekonomi yang tidak seimbang tersebut ternyata juga menjadi berkat yang tersembunyi bagi Indonesia. Sebagian besar pelaku ekonomi yang selama ini berada dalam posisi marginal, informal, tidak mendapatkan fasilitas dan privilese, dan semacamnya, justru lebih mampu bertahan. Para pelaku ekonomi inilah yang sering disebut sebagai pelaku ekonomi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Konsep Usaha Kecil Menengah Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Persamaan kepentingan tersebut, Bisa berasal dari perorangan atau kelompok.Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi. &lt;br /&gt;Pebedaan aliran dalam koperasi berkaitan dengan faktor idiologi dan pandangan hidup (way of lay) yang dianut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar, ideologi Negara-negara di dunuia ini dapat dikelompokkan menjadi 3,yaitu:&lt;br /&gt;• Liberalisme/kapitalisme&lt;br /&gt;• Sosialime&lt;br /&gt;• Tidak termasuk liberalisme maupun sosialisme&lt;br /&gt;Implementasi dari masing-masing ideologi ini melahirkan system perekonomian yang berbeda. Pada gilirannya, suatu system perekonomian tertentu akan saling menjiwai dengan koperasi sebagai subsistemnya.&lt;br /&gt; Perbedaan ideologi suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan system perekonomianya dan tentunya aliran kopersi yang dianut akan berbeda. Sebaliknya, setiap sistem perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideologi bangsanya dan aliran koperasinyapun akan menjiwai system perekonomian dan ideologi bangsa tersebut. &lt;br /&gt;B. Defenisi UKMK/Koperasi&lt;br /&gt; Koperasi mengandung makna “kerja sama”. Koperasi bersumber dari kata co-operation yang artinya “kerja sama”. Ada juga yang mengartikan koperasi dengan makna lain. Enriques  memberikan pengertian koperasi yaitu menolong satu sama lain(to help one another) atau saling bergandengan tangan (hand in hand).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi ILO&lt;br /&gt;Dalam definisi ILO , terdapat 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut.&lt;br /&gt;• Koperasi adalah perkumpulan orang-orang (association of persons).&lt;br /&gt;• Penggabungan orang-orang tersebut berdasarkan kesukarelaan (voluntrarily joined together).&lt;br /&gt;• Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai   (to achieve a common economic end ).&lt;br /&gt;• Kopersi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (Badan usaha) yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis (formation of a demiocratically controlled business organization).&lt;br /&gt;• Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang (accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking).&lt;br /&gt;C.Sejarah UKMK&lt;br /&gt;Keinginan untuk mengembangkan partisipasi masyarakat dalam pemulihan ekonomi, berhubungan erat dengan usaha untuk mewujudkan bangsa yang beradab, adil dan makmur. suatu tugas dimana penduduk dapat menikmati keadaan adil dan makmur,yang kemakmurannya sejalan dengan keadilan. &lt;br /&gt;Keberadaan BPS-KPKM yang memainkan peran besar dalam ekonomi nasional, merupakan tanda dari tingkat keikut sertaan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. UKMK telah  membuktikan dirinya dapat menjadi katup pengaman pada saat krisis, dengan penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah. &lt;br /&gt;Peran strategis dan tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan membina UKMK menjadi salah satu pemeran utama perkembangan ekonomi nasional dan tidak dipinggirkan oleh pelaku ekonomi yang lain. Keberhasilan dalam perbaikan kemampuan dari UKMK, berarti memperkuat dunia usaha yang menyumbang pemulihan ekonomi nasional,  sekaligus pada saat yang sama menyediakan dorongan yang nyata untuk pelaksanaan otonomi daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara pikir ini pemerintah dengan Keputusan Presiden No.178 th 2000 tentang susunan dan tugas organisasi lembaga pemerintah non departemen telah memutuskan untuk membentuk badan pengembangan sumberdaya koperasi dan pengusaha kecil menengah. Tugas badan ini yang utama adalah melakukan koordinasi fungsional dalam rangka memfasilitasi dan melayani UKMK untuk meningkatkan daya saing dan produktifitasnya.  &lt;br /&gt;D.Pembahasan Masalah&lt;br /&gt; Begitu banyak masalah yang mencakup UKMK tetapi penulis pada kesempatan ini membahas  masalah tentang Wirausaha Vulkanisir Ban Sepeda Motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tujuan Penelitian.&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:&lt;br /&gt;1. Membuat/menerapkan  suatu rancangan vulkanisir yang baik dalam pengadaan ban sepeda motor&lt;br /&gt;2. Membantu masyarakat dalam membuat vulkanisir ban sepeda motor secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;3. Sebagai salah satu syarat untuk lulus pada Mata Kuliah Pengantar Bisnis Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN SUSKA RIAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SEKILAS TENTANG Vulkanisir Ban Sepeda Motor&lt;br /&gt;Istilah Vulkanisir di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan penggunaan  ban kendaraan, terutama mobil.Usaha vulkanisir mulai seemarak dengan banyaknya jumlah kendaraan angkutan yang beroperasi.&lt;br /&gt;Sementara itu vulkanisir ban sepeda motor skala rumah tangga baru muncul pada era 1990-an.Usaha ini bertambah marak bersamaaan dengan munculnya krisis moneter yang terjadi yang tejadi sejak pertengahan tahun 1997.Seperti diketahui,krisis berkepanjangan ini menyebabkan kenaikan suku cadang dan sepeda motor.&lt;br /&gt;Dalam pengertian ilmiah atau teknik industri,vulkanisir merupakan pekerjaan yang berkaitan denga membuat barang dengan cara mencampur dan memanaskan karet mentah dengan sulfur dan beberapa zat akselerator untuk mempercepat proses.Sementara,temperature yang digunakan adalah 1500C-1530C.&lt;br /&gt;Meskipun dilakukan dengan cara manual dan sederhana,mutu ban sepeda motor vulkanisir bisa mencapai 10bulan bahkan 1tahun.&lt;br /&gt;Dari pengertian tersebut,ban vulkanisir bisa diartikan dengan ban bekas yang telah divulkanisasi,yaitu dilapis ulang menggunakan bahan dan peralatan tertentu.Sedangkan vulkanisir ban adalah suatu pekerjaan untuk membuat ban bekas yang sudah tidak bisa terpakai menjadi ban yang bisa dipakai kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. BAHAN DAN PERALATAN&lt;br /&gt;1.Bahan&lt;br /&gt; Dalam pembuatan vulkanisir ban sepeda motor bahan dibedakan menjadi Bahan baku dan bahan pendukung.Bahan Baku adalah mutlak yaitu tidak bisa diganti oleh bahan apaun.Sedangkan bahan pendukung adalah kebalikannya yaitu bisa digantikan oleh bahan lain.&lt;br /&gt; a.Bahan baku&lt;br /&gt;• Ban bekas&lt;br /&gt;Untuk ban bekas dibagi dalam 2 jeis yaitu :ban bekas untuk sepeda motor bebek dan ban bekas untuk sepeda motor sport.&lt;br /&gt;• Karet Vulkanisir&lt;br /&gt;Untuk memperoleh hasil vulkanisir yang baik,dalamarti layak dan nyaman dipakai,tahan lama,serta kuat maka ketika memvulkanisir sebaiknya menggunakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karet yang khusus untuk keperluan tersebut.Ukuran karet vulkanisir ada dua macam yaitu ukuran 2cm dan 3cm.Karet vulkanisir ini bisa diperoleh membeli / memesan dari pabrik karet langsung a,distributor dan KUD.&lt;br /&gt; b.Bahan pendukung&lt;br /&gt;• Lem Karet&lt;br /&gt;Lem karet yang digunakan adalah  lem khusus yang berbentuk lembaran atau gulungan karet tipis berwarna putih kekuningan.Jika susah mendapatkan lem karet dapat diganti dengan lem tambal.&lt;br /&gt;• Bensin&lt;br /&gt;Bensin digunakan untuk mencairkan lem karet.&lt;br /&gt;• Silikon Emulsi&lt;br /&gt;Bahan silicon berguna untuk mencegah lengketnya ban yang divulkanisir pada matres(alat cetak vulkanisir)ketika matres dipanaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Peralatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A.Peralatan Pokok&lt;br /&gt; a.Matres(Alat Cetak Vulkanisir)&lt;br /&gt;Matres terbuat dari aluminium dan memiliki bentuk alur yang beragam.Matres tidak berbentuk lingkaran penuh tapi seperempat lingkaran saja dengan diameter 17 atau 18 inci.&lt;br /&gt; b.Kompor tekan&lt;br /&gt;Kompor tekan yang digunakan dalam vulkanisir adalh kompor yang umum digunakan oleh para pedagang kaki lima.Kompor berbahan minyak tanah sejenis ini mudah diperoleh di berbagai tempat.Sebuah matres membutuhkan dua kompor tekan.&lt;br /&gt; c.Gergaji Parut&lt;br /&gt;Fungsi gergaji ini adalah untuk memarut permukaan luar ban.Alat ini cukup sederhana dan dapat dibuat sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B.Peralatan Bantu&lt;br /&gt; a.Karet penekan&lt;br /&gt;Berguna untuk mengisi bagian dalam ban yang sedang divulkanisir dalam matres. &lt;br /&gt; b.Kuas&lt;br /&gt;Berguna untuk mengoleskan lem karet ke ban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c.Minyak Tanah&lt;br /&gt;  Sebagai bahan bakar kompor.&lt;br /&gt; d.Palu karet &lt;br /&gt;Untuk membantu merekatkan permukaan ban yang telah dilapisi karet.&lt;br /&gt; e.Gunting&lt;br /&gt;Untuk memotong lembaran karet.&lt;br /&gt; f.Mistar&lt;br /&gt;Untuk menentukan panjang dan lebar karet ban bekas yang hendak divulkanisir.&lt;br /&gt; g.Pisau&lt;br /&gt;Untuk merapikan lebihan pada sisi ban yang telah dipres.&lt;br /&gt; h.Alat pengoles silicon emulsi&lt;br /&gt;Untuk mengoleskan silicon emulsi diatas matres saat akan dilakukan pengepresan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PROSES VULKANISIR BAN SEPEDA MOTOR&lt;br /&gt;A.Penataan Ruang Produksi&lt;br /&gt; Bagian bagian utama dari ruang produksi:&lt;br /&gt; 1.Ruang Pengepresan &lt;br /&gt;  Bagian ruang untuk proses pengepresan&lt;br /&gt; 2.Ruang Penyimpanan Peralatan dan Bahan&lt;br /&gt;  Ruang tempat penyimpana bahan dan peralatan sekaligus.&lt;br /&gt; 3.Ruang Kerja&lt;br /&gt;  Ruang tempat melakukan segala aktivitas kerja.&lt;br /&gt; 4.Gudang&lt;br /&gt;  Ruang untuk penyimpana ban hasil vulkanisir.&lt;br /&gt;B.Urutan Kerja&lt;br /&gt; 1.Memarut Permukaan ban bekas&lt;br /&gt;  Pemarutan ini akan membantu lem karet menempel pada ban.&lt;br /&gt; 2.Memotong karet&lt;br /&gt;Sebelum dipotong ukurlah karet terlebih dahulu agar ukurannya sama dengan ban yang akan divulkanisir.&lt;br /&gt; 3.Mengelem Karet vulkanisir&lt;br /&gt;Gunakan lem karet yang telah diencerkan dengan bensin.Agar lem merata,gunakan kuas untuk membantu meratakan lem&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.Pengepresan&lt;br /&gt;Oleskan silicon emulsi pada permukaan matres secara merata menggunakan pengoles dari bambu yang dibalut kain kaos.Masukkan ban kedalam matres.Setelah itu letakkan besi penekan diatasnya.Atur kekencangan penekan ini dengan cara memutar baut hingga kencang.Lalu nyalakan kompor,dan masukkan kompor dibawah matres.Untuk hasil yang maksimal panaskan matres hingga 1530C.Setiap pengepresan memerlukan waktu 15 menit untuk tiap seperempat bagian.&lt;br /&gt; 5.Penyimpanan&lt;br /&gt;Ban hasil vulkanisir disimpan dalam gudang penyimpanan.Agar lebih rapi ban bisa dibungkus dengan plastik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. PERENCAAN KEUANGAN, PENGGALANGAN RELASI, DAN PEMASARAN&lt;br /&gt;A.Perencaan Keuangan&lt;br /&gt; Sebelum memulai usaha,banyak hal yang perlu dipikirkan dengan matang.Perencanaan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan setiap memulai suatu usaha agar anda mampu memahami risikonya.&lt;br /&gt; Dalam memulai usaha,mengelola modal sendiri jauh lebih aman.Jika kelak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,tidak perlu menanggung beban utang kepada siapapun.Tetapi jika tidak ada dapat juga mencari bantuan dari pihak lain.Beberapa contoh pinjaman dari pihak lain:&lt;br /&gt;• Pinjaman dari kawan atau kerabat&lt;br /&gt;Pinjaman seperti ini biasanya tanpa jaminan atau agunan.Meskipun demikian,biasanya pemberi modal mengharapkan pembagian laba yang didapat.Dalam hal ini kepercayaan pemilik modal harus dijaga.Oleh karena itu harus punya target kerja dan  adalah keuntumgan.&lt;br /&gt;• Pinjaman Overdraft dari Bank&lt;br /&gt;Pinjaman overdraft adalah pinjaman jangka pendek dengan agunan atau jaminan tertentu untuk memenuhi modal kerja selama beberapa bulan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa point keuangan yang dihadapi dalam vulkanisir ban sepeda motor:&lt;br /&gt;1.Penentuan target keuangan jangka pendek dan jangka panjang&lt;br /&gt;Dalam hal ini kita dihadapkan pada persoalan dasar tentangharapan dalam usaha vulkanisir.Persoalan akan terjawab bila kita membuat rencana keuangan jangka panjang dan jangka pendek.Tujuan keuangan harus jelas,dapat dipelajari,dirumuskan,dan dikomunikasikan sehingga dapat membantu dalam menghadapi dan mengantisipasi segala situasi yang akan terjadi.&lt;br /&gt; 2.Penentuan Biaya Tenaga Kerja&lt;br /&gt;Penentuan biaya tenaga kerja merupakan proyeksi pengeluaran dari usaha yang akan dijalankan.Penghitungan ini dapat diproyeksikan untuk jangka pendek dan jangka panjang. &lt;br /&gt; 3.Biaya Pemeliharaan Alat Dan Penyediaan Bahan&lt;br /&gt;Meskipun yang digunakan alat sederhana tetap harus dirawat.Tentunya perawatan memerlukan dana yang harus diperhitungkan.Demikian Halnya dengan biaya pengadaan bahan atau belanja bahan sehari-hari.&lt;br /&gt; 4.Biaya Penyusutan Peralatan&lt;br /&gt;Penyusutan harus diperhitungkan karena tidak ada barang yang tidak memilki batas masa pakai.Untuk itu kita harus memprediksi masa pakai alat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Penggalangan Relasi&lt;br /&gt; Berikut Relasi yang perlu digalang dalam usaha vulkanisir ban sepeda motor:&lt;br /&gt;• Para pemasok bahan baku ban bekas,meliputi pengumpul ban bekas, bengkel sepeda motor, dan tukang tambal ban.&lt;br /&gt;• Toko bahan kimia, perusahaan, atau distributor karet.&lt;br /&gt;• Para penjual dan distributor ban&lt;br /&gt;• Konsumen langsung, seperti pengusaha/pengemudi ojek sepeda motor dan para pemilik sepeda motor dari kalangan menengah kebawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Pemasaran&lt;br /&gt; 1.Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan adalah hasil jangka panjang yang hendak dicapai dalam usaha vulkanisir.Tujuan ini masih berupa pernyataan yang luas, mencakup berbagai aspek, bersifat realistis, dan memberikan tantangan.Penentuan tujuan harus berorientasi pada enam unsur pemasaran, yaitu:produk, biaya produksi, tempat menawarkan produk,promosi,konsumen,dan pemasaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.Sasaran/Target Pasar&lt;br /&gt; Penentuan target pasar dapat dilakukan dengan pertanyaan berikut:&lt;br /&gt;• Siapa saja yang akan menjadi konsumen produk kita?&lt;br /&gt;• Bagaimana status dan kondisi social ekonomi mereka?&lt;br /&gt;• Apa saja yang menjadi daya tarik pemasaran bagi mereka?&lt;br /&gt;• Model/produk seperti apa yang mereka inginkan dari produk yang telah kita buat?&lt;br /&gt;• Bagaimana mereka memandang kualitas produk kita?&lt;br /&gt;3.Posisi Pasar&lt;br /&gt;Menetapkan posisi pasar merupakan bagian perencanaan yang selalu berdampingan dengan proses penentuan target pasar.Bagian ini akan menetukan citra dari suatu produk.&lt;br /&gt; 4.Strategi&lt;br /&gt;Strategi mencakup 3 hal:&lt;br /&gt;• Strategi Promosi&lt;br /&gt;Menyangkut kemauan dan kemampuan untuk memanfaatkan alat-alat atau sarana promosi yang ada seefektif mungkin.&lt;br /&gt;• Strategi Garansi&lt;br /&gt;Diberikan sebagai upaya jaminan kualitas kepada konsuman.&lt;br /&gt;• Bonus&lt;br /&gt;Pemberian bonus kepada pihak yang membantu dalam proses pemasaran dengan persentase tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bisnis Vulkanisir dapat juga menjadi alternative dalam mencari keuntungan.&lt;br /&gt;2. Bisnis Vulkanisir Ban sepeda motor dapat dikerjakan dengan alat sederhana.&lt;br /&gt;3. Alat dan bahan Vulkanisir ban sepeda  motor mudah didapat dan ekonomis.&lt;br /&gt;4. Perkembangan bisnis ini relative meningkat seiring dengan pemintaan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.SARAN&lt;br /&gt;1. Dalam memulai bisnis ini niat harus benar-benar matang karena resiko yang ditimbulkan juga besar.&lt;br /&gt;2. Usahakan modal awal dalam memulai bisnis ini merupakan modal sendiri.&lt;br /&gt;3. Dalam menjalani bisnis ini harus mempunyai target dan strategi yang jelas dan menjamin.&lt;br /&gt;4. Dalam menjalani bisnis ini bergabunglah dengan yang professional dalam bidang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-4194930512859577625?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/4194930512859577625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/ukmk-vulkanisir-ban-sepeda-motor.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4194930512859577625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4194930512859577625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/ukmk-vulkanisir-ban-sepeda-motor.html' title='UKMK - Vulkanisir Ban Sepeda Motor'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-8861032565713909877</id><published>2009-03-16T01:44:00.002+07:00</published><updated>2009-03-16T01:48:41.473+07:00</updated><title type='text'>Etika Perkawinan Menurut Islam</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah mensyariatkan pernikahan/perkawinan kepada hamba – hamba-Nya, untuk memenuhi kebutuhan naluri manusia. Shalawat dan salam disampaikan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah mensunnahkan cara mencapai kesucian dan ketahanan manusia untuk kebaikan akhlaknya. &lt;br /&gt;Bertitik tolak dari Pandangan Islam secara umum tentang alam, kehidupan, dan manusia, Islam tidak membiarkan satu segipun kejiwaan manusia tanpa sistem dan alternatifnya. Banyak terjadi penyimpangan dalam pernikahan pada masa ini, maka dari itu diperlukan pemahaman agar tidak menyimpang dari yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.2 Pokok Permasalahan&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak hal yang menyangkut dengan Etika Perkawinan dan Perkawinan itu sendiri. Tetapi dalam kesempatan ini penulis membatasi pembahasan pada tiga pokok permasalahan saja. Pokok Permasalahan tersebut adalah; adab memilih jodoh, hak dan kewajiban suami dan istri, dan adab berhubungan intim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3 Tujuan Penulis &lt;br /&gt;Adapun ujuan dari pembuatan Makalah ini adalah ;&lt;br /&gt;1. Sebagai salah satu syarat untuk LULUS pada Mata Kuliah Akhlak Tasawuf pada Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN SUSKA RIAU..&lt;br /&gt;2. Mengetahui tentang tata cara dalam memilih jodoh.&lt;br /&gt;3. Memahami tentang hak dan kewajiban suami dan istri.&lt;br /&gt;4. Memberikan informasi tentang tata cara dan adab dalam berhubungan intim, dan&lt;br /&gt;5. Agar dapat meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.4  Ruang lingkup permasalahan   &lt;br /&gt;Ruang lingkup permasalahan makalah ini adalah pemahaman tentang Etika Perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.5  Cara pengumpulan  Data&lt;br /&gt;Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan cara mengumpulkan keterangan dan data yang berhubungan dengan isi makalah yang terdiri dari berbagai buku maupun tulisan lain dari berbagai sumber yang membahas tentang permasalahan dari makalah ini.&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 1. ADAB MEMILIH JODOH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Islam dengan syariat agungnya dan sistem yang menyeluruh, telah meletakkan beberapa kaidah dan hokum bagi masing – masing pelamar  dan yang dilamar. Jika manusia mengikuti petunjuknya dan berjalan sesuai arahannya maka pernikahannya mewujudkan saling pengertian, cinta, dan kasih sayang. Mengantarkan keluarga menuju puncak keimanan yang kuat, akhlak yang lurus, jasmani yang sehat, akal yang matang dan jiwa yang tenang serta bersih.&lt;br /&gt;Berikut ini penelasan tentang kaidah dan hukum tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemilihan atas dasar agama&lt;br /&gt;Agama yang dimaksudkan di sini ialah pemahaman yang benar tentang islam dan pengamalan terhadap semua keutamaan serta etika nya yang tinggi.&lt;br /&gt;Rasullulah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wanita itu lazimnya dikawini karenna empat hal : karena hartanya, karena (kemuliaan) keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, (ika tidak), maka binasalah engkau”.&lt;br /&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Sebaliknya Rasulullah memberikan tuntutan kepada para wali calon istri (makhtubah) hendaklah memilihkan calon suami yang mempunyai agama dan akhlak, agar ia dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, pendidikan anak, tanggung jawab yang benar dalam menjaga kehormatan dan menjamin materi rumah tangga.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau ridha akan agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerima (lamaran ) niscaya terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas”. (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemilihan atas dasar keturunan&lt;br /&gt;Diantara kaidah yang diletakkan islam bagi pemilihan suami istri, hendaklah pemilihan pasangan hidup tersebut dari keluarga yang dikenal keshalihan, akhlak, dan kemuliaan keturunannya. Karena manusia itu laksana tambang yang saling berbeda tingkatan kerendahan dan kemuliaannya, atau kerusakan dan keshalihannya.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Manusia itu laksana tambang didalam hal kebaikan atau keburukannya. Yang terbaik di masa jahiliyah akan tetap menadi yang terbaik di masa islam asal mereka memahami (agama)”. (HR. Al-Thayalisi, Ibnu Mani’ dan ’Askari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bukan keluarga dekat&lt;br /&gt;Diantara pengarahan islam dalam dalam memilih istri adalah mengutamakan wanita ”asing” daripada wanita yang ada hubungan keturunan (nasab) dan keluarga, untuk menaga kecerdasan anak, menjamin keselamatan jasmaninyadari penyakit menular, cacat keturunan, memperluas jaringan perkenalan (ta’aruf) keluarga, dan untuk memperkukuh jalinan sosial.emah pertumbuhannya dan tidak mewarisi kelemahannya&lt;br /&gt;Rasulullah juga memperingatkan agar jangan menikah dengan wanita yang memiliki hubungan nasab dan keluarga, supaya tidak melahirkan anak yang lemah pertumbuhannya dan tidak mewarisi kelemahan dari orang tuanya dan penyakit keturunannya.&lt;br /&gt;Hakikat ini telah ditetapkan oleh rasulullah empat belas abad yang lalu sebelum ilmu sampai pada kesimpulannya yang sekarang.Maha benar Allah yang berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan tidaklah (Muhammad) berbicara berdasarkan hawa nafsu, melainkan ia adalah wahyu yang diturunkan”. (QS. Al-Najm, 53:3-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengutamakan Keperawanan ( Gadis )&lt;br /&gt;Diantara pengarahan islam yang lurus dalam memilih istri ialah mengutamakan wanita perawan daripada janda, mengingat beberapa hikmah dan faedah.&lt;br /&gt;Diantaranya; menjaga keluarga dari hal – hal yang menyusahkan kehidupan, menimbulkan pertentangan dan permusuhan. Paa waktu yang sama merupakan penguat jalinan cinta suami istri, karena keperawanan itu menimbulkan kemesraan dan kelembutan kepada orang yang pertama kali mengenalnya. Berbeda dengan janda, karena ia mungkin tidak mendapatkan kemesraan sepenuhnya, cinta yang sejati dan kecendrungan hati yang tulus dari suami yang pertama, karena adanya perbedaan mendasar diantara mereka.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hendaklah kamu nikah dengan perawan, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih sedikit makarnya dan lebih dapat menerima terhadap yang sedikit.”&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengutamakan wanita subur&lt;br /&gt;Diantara pengarahan islam dalam memilih istri agar mencari wanita yang subur, yaitu dapat dikenal dari hal :&lt;br /&gt;Pertama: Kebersihan jasmaninya dari penyakit yang menghalangi kehamilan, hal ini dapat diketahui melalui dokter ahli.&lt;br /&gt;Kedua: dengan melihat ibu dan saudara perempuannya yang telah menikah. Jika mereka tergolong wanita yang subur biasanya dia juga demikian.&lt;br /&gt;Secara medis wanita subur  itu pada umumnya sehat dan berbadan kuat. Dan dengan demikian dia mampu melaksanakan tugas – tugas rumah tangga, kewajiban pendidikan dan hak – hak bersuami istri secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikahlah dengan wanita yang subur dan penyayang karena saya akan berbahagia dengan jumlah kamu yang banyak dihadapan Amat lain”.(HR. Abu Dawud, Nasa’i dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemilihan atas dasar kesehatan jasmani&lt;br /&gt;Agar pernikahan dapat mencapai kebahagiaan dan keturunan yang baik serta sehat, maka islam menganjurkan dalam memilih istri agar melihat kekuatan dan kesehatan jasmaninya serta kesehatan akalnya. Oleh karena itu islam memberikan kepada suami dan istri hak untuk meminta cerai apabila salah satunya mengidap penyakit yang menghalangi terlaksananya tuntutan dalam bersuami istri, sesuai dengan sabda Rasulullah Bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”larilah kamu dari penyakit kusta seperti kamu lari dari serigala”. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang berpenyakit janganlah menularkan penyakit kepada orang – orang yang sehat”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 2. HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI DAN ISTRI&lt;br /&gt;  Islam sebagai sistem yang menyeluruh, telah mengatur dan menentukan hak dan kewajiban suami dan istri. Hak suami atas istrinya, hak istri atas suaminya, dan hak – hak bersama antara keduanya.&lt;br /&gt;Jika suami istri bersepakat kepada sistem yang sempurna ini dalam mengarungi kehidupan rumah tangganya pasti mereka akan mencapai kehidupan yang bahagia, damai dan terhindar dari kesedihan dan kekacauan rumah tangga. Hak – hak tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) HAK ISTRI ATAS SUAMINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membayar maharnya dengan sempurna.&lt;br /&gt; Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Berikaknlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan  penuh kerelaan”.(QS. An-Nisa’ 4:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suami, bapak, atau saudara tidak boleh mengambil maharnya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ” Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu  telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka  janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu  akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan  (menanggung) dosa yang nyata”(QS. An-Nisa 4:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberi nafkah&lt;br /&gt; Nafkah ini meliputi nafkah makanan, pakaian, pengobatan, tempat tinggal dan lain  sebagainya.Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf”.(QS. Al-Baqarah 2:233)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperlakukan mereka dengan baik ;&lt;br /&gt; Diantara bentuk perlakuan yag baik ini adalah :&lt;br /&gt;a. Melapangkan nafkahnya.&lt;br /&gt; Rasulullah Bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Apabila seorang suami memberikan nafkah kepada istrinya dengan ikhlas maka nafkah itu menjadi shadaqah.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;b. Meminta pendapatnya dalam urussan rumah tangga dan pelamaran anak perempuannya.&lt;br /&gt; Rasulullah Bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Bermusyawarahlah dengan wanita (istri) dalam urusan lamaran anak mereka.”(HR. Ahmad dari Abu Dawud)&lt;br /&gt;c. Memperlakukannya dengan mesra dan lemah lembut serta memberikan kesempatan kepadanya untuk bercerita dan senda gurau.&lt;br /&gt;d. Melupakan kekurangannya, terutama jika ia mempunyai kelebihan dan kebaikan lain.&lt;br /&gt;e. Berpenampilan baik dihadapannya, karena ia juga menginginkan hal ini sebagaimana suami mengharapkan dari istrinya.&lt;br /&gt;f. Membantu istri dalam tugas – tugas rumah.&lt;br /&gt;g. Tidak menyiarkan rahasia dan pembicaraanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melindungi dan menjauhkannya dari api neraka.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang  kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim 66:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajar dan mendidik mereka tentang agama dan akhlak.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;5. Berghirahlah kepadanya karena Agama dan kehormatannya.&lt;br /&gt;  Ghirah yang dimaksud adalah seorang uami menjaga istrinya dari segala  gangguan yang dapat menimpanya seperti pandangan, tutur kata atau sentuhan dan  sebagainya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;b) HAK SUAMI ATAS ISTRINYA&lt;br /&gt;1. Mentaati suami dengan baik.&lt;br /&gt;Kesetiaan ini merupakan sesuatu yang wajar dan diperlukan dalam kehidupan bersama antara suami dan istri. Dan kesetian istri kepada suami akan menghindarkan dari kehancuran, membangkitkan rasa cinta suami kepada istrinya, memperkukuh jalinan kasih sayang antar anggota keluarga, menghapuskan suasana debat dan pembangkangan yang pada dasarnya menimbulkan pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)” &lt;br /&gt;(QS.An-Nisa’ 4:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjaga kehormaan dan hartanya.&lt;br /&gt;Menjaga hal – hal yang tersembunyi adalah menjaga harta dan kehormatan suami. Termasuk menjaga harta suami hendaknya jangan mengambilnya kecuali dengan izinnya, tidak memberikan kepada seseorang keculi dengan kesepakatannya, dan mendidik anak – anaknya agar meneladani hal itu.&lt;br /&gt;Termasuk juga dalam hal memandang lelaki yang bukan suaminya dengan pandangan yang tidak baik, atau berbicara dengan tutur kata yang menggoda, atau membuat ani palsu yang membawa dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjaga kemuliaan dan perasaannya.&lt;br /&gt;Berpenampilan dirumah dengan penampilan yang memikat suami, berbicara dengan tutur kata yang ramah dan selalu membuat perasaan suami senang dan bahagia.&lt;br /&gt;Manusia yang paling sengsara adalah orang yang menyaksikan kesengsaraan dirumahnya, di antara anak dan istrinya. Dan manusia yang paling bahagia adalah orang yang menyaksikan kebahagiaan di rumahnya, diantara istri dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melaksanakan hak suami, mengatur rumah, dan mendidik anak dengan baik.&lt;br /&gt;Pekerjaan ini merupakan tugas yang sesuai dengan fithrah, bahkan merupakan tugas pokok yang wajib dilaksanakan dan diupayakan dalam rangka membentuk keluarga yang bahagia ndan mempersiapkan generasi yang baik&lt;br /&gt;Istri bertanggungjawab dalam mendidik anak, mengasuh, dan melaksanakan hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjaga hubungan baik dengan keluarga suami.&lt;br /&gt;Diantara hak suami atas istrinya yang paling utama adalah berbuat baik kepada keluarga suaminya, kedua orang tua dan saudaranya. Karena sikap dan perlaku yang baik akan menambah keramahannya, memperkuat jalinan antar suami – istri dan hubungan kasih sayang antar keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) HAK DAN KEWAJIBAN BERSAMA SUAMI ISTRI&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;1. Kerjasama dalam mewujudkan kebahagiaan dan menghindarkan kejahatan dan kesedihan semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;2. Kerjasama dalam mentaati Allah dan taqwa kepada-Nya.&lt;br /&gt;3. Merasakan tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga dan mendidik anak.&lt;br /&gt;4. Saling menjaga rahasianya dan tidak menyebutkan kejelekannya pada orang lain.&lt;br /&gt;5. Bersikap ikhlas, setia, kasih sayang, dan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 3. ADAB BERHUBUNGAN INTIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah akad nikah dilaksanakan sesuai sunnahyang benar, maka kedua pengantin segera melakukan persiapan mental dan material untuk memasuki jenjang pesta pernikahan dan saat pertemuan malam pertamanya.Terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui pada malam pernikahan. Sejak dari berdua – duaan,sampai pada hubungan seksual.Tahapannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Disunnahkan agar suami meletakkan tangannya diatas kenig pengantin wanita, sambil menyebut nama Allah dan memohon berkah untuknya.&lt;br /&gt;2) Disunnahkan kepada kedua pengantin agar shalat dua rakaat kemudian berdoa kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;3) Disunnahkan bagi suami agar bersikap lemah lembut terhadap istrinya.&lt;br /&gt;4) Diantara etika “menggauli”, hendaknya keduanya sama – sama melepas pakaian, karena dengan demikian akan leluasa dalam “bergaul” dan menambah kemesraan dan kasih sayang pada istri. Tetapi yang afdhal adalah bertelanjang didalam satu selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Diantara etika senggama, hendaklah suami sebelum menggauli berdoa dengan doa berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Ibnu Abbas Radihiyallahuanhu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa beliau bersabda: “ Alangkah baiknya jika seseorang yang menggauliistrinya seraya berdoa :&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami”.Jika melahirkan seorang anak maka setan tak akan dapat membahayakannya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;6) Boleh menggauli istrinya dengan semua gaya yang ia suka, selama tidak diduburnya.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al-Baqarah 2:223)&lt;br /&gt;7) Jika ingin mengulangi senggama, maka disunnahkan berwudhu, karen berwudhu akan lebih dapat membangkitkan kekuatan.&lt;br /&gt;Rasulullah Bersabda:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang darikamu menggauli istrinya kemudian ingin mengulangi (lagi) maka hendaklah ia menyelengi dangan wudhu karena wudhu itu lebih dapatmembangkitkan kekuatan. (HR. Muslim dan Abu Dawud). &lt;br /&gt;8) Setelah selesai senggama, lebih utama mandi, tetapi jika keduanya malas maka disunnatkan berwudhu sebelum tidur.&lt;br /&gt;9) Boleh mandi bersama – sama dalam satu tempat. Diperbolehkan mandi bersama sambil bertelanjang, tetapi lebih utama berkain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar Masalah Senggama&lt;br /&gt;Syariat Islam melarang untuk masing – masing suami dan istri melakukan beberapa perbuatan, supaya keduannya tidak terjerumus melakukan sesuatu yang diharamkan dan berdosa. Larangan – larangan itu adalah :&lt;br /&gt;1. Suami dan istri dilarang menyiarkan adegan ranjangnya, baik dengan isyarat ataupun dengan omongan.&lt;br /&gt;2. Suami dilarang menggauli istrinya di duburnya.&lt;br /&gt;Mendatangi istri di dubrnya itu sangat membahayakn kesehatan jasmani, bertentangan dengan dasar – dasar keutamaan dan akhlak, dan salah satu bentuk kelainan dan penyimpangan. Perbuatan yang jorok ini tidak akan pernah dilakukan kecuali oleh orang – orang yang hina, bejat, dan tak berakhlak.&lt;br /&gt;3. Suami dilarang mendatangi istrinya pada waktu haid dan nifas (sesudah melahirkan).&lt;br /&gt;Hikmah pengharaman ini untuk menjaga terlepasnya nafsu agar tidak melakukan sesuatu yang dilarang dan berbahaya bagi jasmani.Secara medis telah dinyatakan bahwa mendatangi wanitapada waktu haid dan nifas dapat menimbulkan penyakit  seperti :&lt;br /&gt;• Sakit pada kandungan, bahkan mungkin akan menimbulkan peradangan pada rahim dan sel telur atau pinggul sehingga mengancam kesehatannya dan kadang – kadang dapat merusak sel telur dan mengakibatkan kemandulan.&lt;br /&gt;• Masuknya darah haid ke dalam alat kelamin pria dapat menyebabkan menyebabkan peradangan bernanah seperti gonorhoe, yang mungkin menjalar ke buah zakarnya dan menimbulkan kemandulan. Akhirnya dapat terjangkit syphylis.&lt;br /&gt;4. Istri dilarang menolak ajakan suami jika suami menghendakinya.&lt;br /&gt;Karena itu istri harus menjaga hal – hal yang disenangi suami seperti dandanan, bermesraan, dan bersenggama pada waktu – waktu tertentu, agar jalinan suami – istri tetap erat.&lt;br /&gt;5. Nasehat para dokter dan ahli hukum (Fuqaha)&lt;br /&gt;• Hendaknyajangan berlebihan dalam melakukan senggama. Cukup dua kali sepekan dan boleh ditambah atau dikurangi karena hal itu akan merusak jasmani, akal, dan akan menggangu semangat kerja.&lt;br /&gt;• Hendaknya suami mencari waktu yang sesuai untuk bersenggama dan menjaga keinginan istri. Karena mungkin suami menggaulinya disaat yang tidak tepat seperti istri dalam keadaan letih atau sakit sehingga ia menolak, dan akhirnya akan menimbulkan pertentangan dan berujung dengan perceraian.&lt;br /&gt;• Bersenggama boleh disetiap saat dan waktu, siang dan malam kecuali pada kondisi tertentu yang diharamkan syariat, seperti pada waktu puasa atau pada waktu istri sedang haid atau nifas.&lt;br /&gt;• Apabila istri ingin puasa sunnat maka ia harus minta izin suaminya.&lt;br /&gt;Pemintaan izin ini mempunyai pengaruh psikologis untuk membahagiakan suami dan menghargai kemashlahatan kondisi kesehatan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ucapkan do’a kehadirat Allah SWT semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada para Ikhwan dan Akhwat yang telah berumah tangga, agar mereka dapat mencapai kesepahaman dan mengerahkan kesepahaman dan mengerahkan wasiat dan nasihat-nasihat yang bermaktub di dalam Al-qur’an Dan hadits, baik menyangkut cara pemeliharaan istri dan suami, tata cara melamar atuapun yag menyangkut dengan hak istri.&lt;br /&gt;Penulis yakin, jika mereka melaksanakan syariat Allah SWT dalam masalah hukum dan etika-etika ini, pasti mereka akan dapat menciptakan masyarakat utama yang pernah diwujudkan oleh para pendahulu kita yang mulia dimasa lampau, dan mampu menegakkan kembali Daulah Islamiyah, kemuliaan laum muslimin, sejarah dan kehormatan mereka.&lt;br /&gt;Beramal dan berjuang terus wahai para ikhwan dan akhwat yang beriman wahai para prajurit Allah. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan ”. ( QS. At Taubah 9 : 105 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. 1 KESIMPULAN&lt;br /&gt;1. Islam merupakan agama yang universal yaitu agama yang menyangkut seluruh seluk - beluk bentuk kehidupan yang ada di Dunia, dari hal terbesar sampai hal terkecil sekalipun.&lt;br /&gt;2. Lakukanlah kegiatan dengan adab - adab dan norma – norma agama yang di ridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;3. Etika Perkawinam dalam isla meliputi dari segi pemilihan jodoh, hak dan kewajiban suami dan istri, serta etika malam pengantin.&lt;br /&gt;4. Didalam berumah tangga terdapat hak – hak dan kewajiban yang harus di taati oleh suami dan istri.&lt;br /&gt;5. Dalam melakukan hubungan suami istri hendaknya sesuai demgam kaidah dan syariat islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-8861032565713909877?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/8861032565713909877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/etika-perkawinan-menurut-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/8861032565713909877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/8861032565713909877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/etika-perkawinan-menurut-islam.html' title='Etika Perkawinan Menurut Islam'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-7217008963779121666</id><published>2009-03-16T01:40:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T01:41:52.518+07:00</updated><title type='text'>Pengendalian Intern dalam SIA Terkomputerisasi</title><content type='html'>BAB I. Pendahuluan&lt;br /&gt;I.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Salah satu kegiatan rutin di dalam perusahaan adalah kegiatan yang sifatnya klerikal yakni penyajian informasi keuangan untuk bebagai pihak yang membutuhkan khususnya adalah pihak manajemen. Informasi keuangan yang dihasilkan berdasarkan data trasaksi ekonomi perusahaan haruslah benar-benar memenuhi kualifikasi berkualitas seperti akurasi yang terjaga (accurate) , ketepatan waktu dalam penyajiannya (timeles) serta kesesuaiannya dengan pihak yang menerima (relevance). Informasi keuangan dalam perusahaan dihasilkan oleh suatu sistem informasi yaitu sistem informasi akuntansi. Informasi yang berkualitas hanya bisa dihasilakan oleh suatu sistem informasi yang didukung oleh teknologi informasi (teknologi kompuer , teknologi telekomunikasi). &lt;br /&gt;Meskipun secara teori dukungan teknologi informasi dalam sistem informasi bukan merupakan syarat mutlak bagi jalannya sistem informasi akuntansi akan tetapi saat ini nampaknya dukungan teknologi informasi terhadap suatu sistem informasi sifatnya bukan lagi pilihan (optional) tetapi sudah merupakan kebutuhan. Bagaimana mungkin perusahaan mau mengambil resiko, untuk sistem informasi akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan yang akan dijadikan referensi atau dasar dari bebagai kebijakan penting perusahaan yang akan diambil. Siatem informasi akuntansi tanpa dukungan teknologi informasi (sistem informasi akuntansi manual) sangat beresiko karena banyak mengandung berbagai kelemahan yang dapat menyebabkan terhambatnya kegiatan perusahaan.&lt;br /&gt;Metode pengolahan data dapat mempengaruhi struktur organisasi dan prosedur pengendalian yang diperlukan untuk mencapai pengendalian akuntansi. Penggunaan komputer untuk mengolah data menyebabkan adanya beberapa perbahan pada prosedur pengendalian akuntansinya. Di dalam system pengolahan data elektronik terjadi penggabungan tugas-tugas yang tidak dapat diterapkan pada sistem manual, misalnya dalam mengolah transaksi gaji, komputer dapat diprogram untuk menghitung gaji kotor dan bersih, mencatat gaji dan menyesuaikan catatan pendapatan karyawan.&lt;br /&gt;Pengamanan di dalam sistem PDE tergantung kepada program komputer. Sebagai contoh adalah, jika suatu program sudah diuji dan disetujui, program ini akan mengolah transaksi dengan seragam, sehingga resiko pada segi pengendalian adalah kemungkinan adanya perubahan yang tidak diotorisasi pada program, karena itulah fungsi pemrograman dan pengoperasian computer harus dipisahkan.&lt;br /&gt;Prosedur pengendalian dalam lingkungan PDE terdiri atas pengendalian menyeluruh yang berdampak terhadap lingkungan PDE (General Control, Pengendalian Umum) dan pengendalian khusus atas aplikasi (Aplication Control, Pengendalian Aplikasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.2 Pokok Permasalahan&lt;br /&gt;Pokok permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah Pengendalian Intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Terkomputerisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3 Tujuan Penulisan &lt;br /&gt;Adapun tujuan dari pembuatan Tulisan ini adalah ;&lt;br /&gt;1. Sebagai Tugas Mid Semester pada Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi pada Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN SUSKA RIAU..&lt;br /&gt;2. Mengetahui tentang cara pengendalian data elektronik.&lt;br /&gt;3. Memahami tentang fungsi – fungsi akuntansi.&lt;br /&gt;4. Memberikan informasi tentang pengendalian intern sistem informasi akuntansi&lt;br /&gt;5. Mengetahui bagaimana cara mengelola suatu sistem informasi akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.4  Ruang lingkup permasalahan &lt;br /&gt;Ruang lingkup permasalahan makalah ini adalah. Pengendalian Intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Terkomputerisasi (General Control).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.5  Cara pengumpulan  Data&lt;br /&gt;Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan cara mengumpulkan keterangan dan data yang berhubungan dengan isi tulisan yang terdiri dari berbagai buku maupun tulisan lain dari berbagai sumber yang membahas tentang permasalahan dari makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II. Pengendalian Umum (General Control)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian umum mencakup lingkungan PDE(Pengendalian Data Elektronik) dan seluruh kegiatan PDE. Pengendalian ini cenderung meluas akibatnya dan secara langsung mempengaruhi kekuatan pengendalian penerapannya. Tujuan pengendalian umum PDE adalah untuk membuat rerangka pengendalian menyeluruh atas aktivitas PDE dan untuk memberikan tingkat keyakinan yang memadai bahwa tujuan pengendalian intern secara keseluruhan dapat tercapai.&lt;br /&gt;Pengendalian umum meliputi:&lt;br /&gt;1. Pengendalian organisasi dan operasi&lt;br /&gt;2. Pengendalian dalam pengembangan sistem&lt;br /&gt;3. Pengendalian atas Dokumentasi&lt;br /&gt;4. Pengendalian perangkat keras, perangkat lunak sistem operasi dan perangkat lunak system lainnya&lt;br /&gt;5. Pengendalian penggunaan komputer, fasilitas dan datanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.1. Pengendalian Organisasi dan Operasi&lt;br /&gt;Pengendalian organisasi dan operasi - dirancang untuk menciptakan kerangka organisasi aktivitas PDE – yang meliputi:&lt;br /&gt;1. Pemisahan Fungsi Antar Bagian&lt;br /&gt;2. Pemisahan Fungsi di dalam Bagian PDE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemisahan Fungsi Antar Bagian&lt;br /&gt;Suatu organisasi terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi, tugas dan tanggungjawab yang terpisah dan berbeda. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran fungsi dalam organisasi, perlu dibuat deskripsi jabatan yang berisi tugas dan wewenang setiap bagian.&lt;br /&gt;Deskripsi jabatan perlu dibuat untuk setiap bagian dengan menunjukkan nama jabatan dan berisi penjelasan fungsi tiap-tiap bagian. Agar setiap karyawan mengetahui tugas dan wewenangnya, deskripsi jabatan yang disusun harus diperbanyak untuk dibagikan kepada setiap karyawan yang berkepentingan. Bagian PDE hanya bertanggungjawab tertentu seperti mengolah data, mengawasi data selama proses pengolahan dan menerbitkan hasil pengolahan data kepada pemakai. Fungsi ini harus terpisah dari semua departemen yang menggunakan data dan melaksanakan bermacam-macam kegiatan operasional perusahaan.&lt;br /&gt;Pemisahan tugas dan tanggungjawab antar bagian dapat berupa:&lt;br /&gt;• Semua transaksi dan perubahan terhadap catatan file induk (master file) harus berasal dan diotorisasi oleh bagian lain selain PDE&lt;br /&gt;• Bagian PDE tidak boleh menyimpan aktiva, kecuali aktiva pengolah data&lt;br /&gt;• Bila terjadi kesalahan transaksi harus dibetulkan sendiri oleh bagian yang bersangkutan bukan oleh bagian PDE. Bagian PDE hanya boleh membetulkan kesalahan yang terjadi selama pengolahan.&lt;br /&gt;• Bagian yang berwewenang mengotorisasi transaksi tidak boleh menyimpan aktiva hasil transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian PDE bisa merupakan bagian dari fungsi akuntansi (berada dibawah controler) atau bisa juga merupakan bagian yang berdiri sendiri dan terpisah sebagai unit yang berdiri sendiri, yaitu Bagian PDE Bagian PDE di bawah controller. Jika bagian PDE berada dibawah controller ada beberapa keuntungan sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Jika ada keinginan perubahan dari system akuntansi manual ke sistem berbasis komputer, maka tidak terlalu mengejutkan departemen PDE yang berada di bawah controller dan mudah diterima, karena bukan merupakan departemen yang terpisah.&lt;br /&gt;• Peranan dan fungsi pengolahan akuntansi dan pelaporan keuangan terpisah dengan PDE sehingga fungsi dari akuntansi yang bertanggungjawab terhadap pengolahan transaksi dan penyediaan informasi keuangan kepada manajer. Fungsi yang lainnya dan kepada pihak luar lebih efektif&lt;br /&gt;• Karena keberhasilan aplikasi computer di dalam kegiatan akuntansi seperti misalnya: penggajian, pengendalian persediaan merupakan tanggungjawab akuntan, sedang akuntan terlibat langsung didalamnya, maka diharapkan dalam pengembangan aplikasi tersebut akan dapat lebih tepat sasaran.&lt;br /&gt;• Jika bagian PDE dibawah controller, maka seorang controller harus memahami dan menguasai teknologi pengolahan data dengan baik, apalagi jika data yang akan diolah juga meliputi data non akuntansi. Peranan controller harus dibekali dengan pengetahuan yang berhubungan dengan kedua jenis data tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian PDE terpisah dari Bagian Akuntansi&lt;br /&gt;Bagian PDE dapat juga diorganisasikan menjadi unit tersendiri dan terpisah dari fungsi&lt;br /&gt;akuntansi dan berada di bawah tanggungjawab manajer tersendiri, yaitu Manajer PDE. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa bagian PDE adalah service departement yang tidak hanya mengolah data akuntansi saja, tetapi juga mengolah data non akuntansi. &lt;br /&gt;Pertimbangannya adalah, jika bagian PDE berada di bawah controller, sistem PDE cenderung didominasi informasi keuangan sehingga bagian-bagian lain akan tidak puas terhadap kebutuhan-kebutuhan informasinya. Dengan memisahkan bagian PDE dibawah tanggungjawab Manajer PDE, pengolahan data akan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif, karena Manajer PDE merupakan spesialis di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemisahan fungsi-fungsi di dalam Bagian PDE&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi utama di dalam bagian PDE dapat berupa fungsi pengembangan system dan fungsi pengolahan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fungsi pengembangan sistem. &lt;br /&gt;Fungsi pengembangan sistem meliputi pembuatan program dan pengembangan sistem itu sendiri. Tanggungjawabnya tidak hanya terhadap aplikasi komputer yang baru tetapi juga terhadap perubahan aplikasi yang sudah ada. Karyawan di bagian ini disebut dengan pemrogram (programmer) dan analis sistem (system analyst)&lt;br /&gt;2. Fungsi pengolahan data. Fungsi pengolahan data meliputi fungsi-fungsi:&lt;br /&gt;• Penyiapan Data. &lt;br /&gt;Bagian yang mempersiapkan data (data preparation section) berfungsi mempersiapkan data ke bentuk media yang dapat dibaca komputer (machine readable form) dan memeriksa kebenarannya, sehingga siap untuk dimasukkan. Bila tidak digunakan bentuk media yang dapat dibaca komputer, bagian ini berfungsi memberi kode pada dokumen dasar yang belum terkode supaya sesuai dengan kode yang dipergunakan dalam pengolahan data.&lt;br /&gt;• Operator Komputer. &lt;br /&gt;Bagian yang mengoperasikan komputer merupakan bagian yang berfungsi mengolah data sampai dihasilkan laporan Karyawan di bagian ini disebut dengan operator komputer. Operator yang bekerja sesuai dengan prosedur yang tertulis didalam manual pengoperasian.&lt;br /&gt;• Pengendali Data (Data Control).&lt;br /&gt;Bagian pengontrol data berfungsi sebagai penengah antara bagian-bagian lainnya dengan bagian PDE. Karyawan-karyawan bagian ini sering disebut dengan data control group. Data control group ini bertugas menerima data dari bagian-bagian lain, mengagendakannya, membuat batch control data, mengawasi jalannya pengolahan data, memantau pembetulanpembetulan kesalahan selama pengolahan data dan mendistribusikan keluaran (output) kepada pemakai yang berhak.&lt;br /&gt;• Pustakawan Data (Data Librarian).&lt;br /&gt;Bagian pustaka data berfungsi menjaga ruangan tempat penyimpan data yang disebut dengan perpustakaan data. Perpustakaan data merupakan tempat penyimpan data dan program dalam bentuk media simpanan luar. Karyawan di bagian ini disebut dengan pustakawan (librarian). Tujuan utama fungsi pustaka data ini adalah untuk memisahkan tugas dan tanggungjawab antara bagian yang menyimpan data dengan bagian yang akan menggunakannya untuk operasi sehingga dapat mencegah orang yang tidak berhak untuk menggunakannya (mengaksesnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengembangan sistem dan system pengolahan data harus dipisahkan, karena jika seseorang mengetahui program dan system secara detail dan dapat menggunakannya (mengaksesnya), dia dapat merubah tanpa ijin. &lt;br /&gt;Pada kenyataannya, kedua fungsi tersebut di atas tidak hanya terpisah secara organisasional, tetapi juga secara fisik. Analisa sistem dan programer harus dilarang mengoperasikannya untuk maksud-maksud negatif. Operator komputer dan karyawan pengolahan data lain tidak boleh melihat dokumentasi program, bahkan lebih baik jika sama sekali tidak tahu mengenai PDE.&lt;br /&gt;Pada organisasi yang kecil, bagian PDE hanya terdiri dari sejumlah kecil karyawan yang bertanggungjawab untuk mengoperasikan komputer saja. Analis system dan pemrograman tidak diperlukan karena menggunakan program-program yang sudah jadi dalam bentuk paket. Pada organisasi yang lebih besar, bagian PDE bisa terdiri dari beberapa fungsi, yaitu analis sistem, pemrogram dan beberapa orang yang memasukkan data (data entry operator). &lt;br /&gt;Dalam PDE yang lebih besar lagi, masing-masing fungsi tersebut bisa dilakukan oleh ratusan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.2. Pengendalian Pengembangan Sistem&lt;br /&gt;Pengendalian Pengembangan Sistem dirancang untuk memberikan keyakinan memadai bahwa sistem dikembangkan dan dipelihara dalam suatu cara yang efisien dan melalui otorisasi semestinya berhubungan dengan:&lt;br /&gt;• Kaji ulang (review), pengujian, dan persetujuan sistem baru&lt;br /&gt;• Pengendalian perubahan program&lt;br /&gt;• Prosedur dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengembangan sistem terutama terdiri dari pemrogram dan analis sistem, yaitu orang-orang yang mengerti tentang PDE secara terinci. Agar terdapat pengendalian yang memadai terhadap pengembangan sistem, antara lain dapat diterapkan prosedurprosedur sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Perancangan sistem harus melibatkan wakil dari tiap-tiap bagian&lt;br /&gt;• Pengujian sistem harus merupakan usaha bersama antara karyawan PDE dengan bagian lain&lt;br /&gt;• Harus ada persetujuan akhir sebelum suatu sistem baru dilaksanakan&lt;br /&gt;• Setiap perubahan program harus disetujui sebelum diterapkan untuk meyakinkan bahwa perubahan tersebut sudah diotorisasi, diuji, dan didokumentasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.3. Pengendalian Dokumentasi&lt;br /&gt;Pengendalian dokumentasi menyangkut pengendalian dokumen-dokumen dan catatan-catatan perusahaan mengenai kegiatan PDEnya. Dokumentasi dapat berupa deskripsi, bagan alir (flowchart), daftar hasil cetakan komputer dan contoh dokumen. Dokumentasi yang memadai penting baik bagi manajemen maupun bagi auditor. Dokumentasi ini berguna untuk manajemen dalam hal:&lt;br /&gt;• Mengkaji ulang system&lt;br /&gt;• Melatih karyawan baru&lt;br /&gt;• Memelihara dan memperbaiki sistem dan program yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi auditor, dokumen merupakan sumber informasi yang utama mengenai aliran&lt;br /&gt;transaksi dalam sistem dan pengendalian akuntansi yang terkait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam PDE, ada 6 jenis dokumentasi, yaitu :&lt;br /&gt;1. Dokumentasi Prosedur&lt;br /&gt;2. Dokumentasi Program&lt;br /&gt;3. Dokumentasi Sistem&lt;br /&gt;4. Dokumentasi Operasi&lt;br /&gt;5. Dokumentasi Data&lt;br /&gt;6. Dokumentasi Pemakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumentasi prosedur menetapkan rencana sistem secara keseluruhan. Dokumentasi ini berisi prosedur-prosedur tertentu, misalnya prosedur pengujian program, prosedur penanganan dan pemberian label file dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dokumentasi sistem menunjukkan tujuan dari sistem pengolahan data dan termasuk bagan alir sistem, deskripsi masukan dan file yang digunakan, deskripsi keluaran yang dihasilkan, pesan-pesan kesalahan pengolahan (error messages) dan daftar pengendalian. Dokumentasi sistem sangat diperlukan oleh analis sistem, pemakai sistem, dan auditor. run&lt;br /&gt;Dokumentasi program seperti program manual run , memjelaskan tujuan dari suatu program dan termasuk penggambaran logika program dalam bentuk bagan alir program (program flowchart), tabel keputusan, daftar program, pengendalian program, layout record, format dan contoh-contoh masukan dan keluaran, hasil pengujian, dan catatan perubahan program. Dokumentasi program ini terutama dibutuhkan oleh pemrogram untuk memperbaiki program. Dokumentasi program seperti console run book berisi instruksiinstruksi untuk menghasilkan program.&lt;br /&gt;Dokumentasi operasi sangat berguna bagi operator. Dokumentasi data berisi definisi-definisi dari item-item data didalam data base yang digunakan. Yang banyak digunakan adalah database administrator (DBA) dan auditor.&lt;br /&gt;Dokumentasi data juga berguna bagi pemrogram sejauh berhubungan dengan itemitem data yang diperlukan program yang dibuat.&lt;br /&gt;Dokumentasi pemakai seperti manual pemakai menjelaskan tujuan dari system pengolahan data, prosedur untuk memasukkan, bentuk-bentuk penggunaan laporan dan keluaran lain, pesan-pesan kesalahan yang mungkin dan prosedur pembetulan kesalahan. Kadang-kadang dokumentasi ini disatukan dengan dokumentasi sistem.&lt;br /&gt;Dokumentasi harus hanya dapat diakses oleh orang-orang yang berkepentingan. Misalnya manual program run tidak boleh tersedia bagi operator komputer, kamus data tidak boleh tersedia secara utuh bagi analis sistem, pemrogram dan operator.&lt;br /&gt;II.4. Pengendalian Perangkat Keras, Perangkat Lunak Sistem Operasi Dan Sistem Lainnya&lt;br /&gt;a. Pengendalian perangkat keras&lt;br /&gt;Pengendalian perangkat keras lazimnya telah dibuat di dalam perangkat komputer oleh pabrik pembuatnya untuk mendeteksi kesalahan atau kerusakan komputer. Ada beberapa pengendalian perangkat computer tertentu yang mungkin terdapat dalam system PDE. Pengendalian perangkat komputer oleh pabrik pembuatnya untuk menemukan dan melaporkan kegagalan atau kerusakan komputer, karena itu yang penting adalah bagaimana cara menangani kesalahan yang ditemukan atau ditunjukkan oleh komputer. Biasanya jika perusahaan tidak membuat ketentuan khusus untuk menangani hal ini, maka data keluaran akan tetap belum dapat diperbaiki. &lt;br /&gt;Kesalahan karena kerusakan perangkat keras komputer akan jarang terjadi jika perangkat komputer yang ada dipelihara dengan baik dan selalu diperiksa setiap periode. Tatapi kadangkadang pengecekan perangkat computer dilakukan oleh pihak dari luar perusahaan, karena itu perlu dilakukan pengendalian untuk mencegah petugas pengecek perangkat komputer memperoleh data secara tidak sah. Untuk itu sebaiknya data yang penting, tidak diolah saat petugas pengecek perangkat komputer dari luar perusahaan sedang bekerja, dan saat melakukan pekerjaaannya sebaiknya selalu diawasi oleh karyawan bagian EDP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengendalian perangkat lunak&lt;br /&gt;Perangkat lunak sistem operasi dan perangkat lunak sistem yang lain biasanya&lt;br /&gt;dikembangkan oleh perusahaan atau pabrik komputer dan pembuat perangkat lunak. Biasanya perusahaan pemakai computer membeli perangkat lunak semacam itu sebagai suatu paket, sehingga dapat diasumsikan bahwa pengendalian perangkat lunak melekat (built in software control) seperti halnya pengendalian perangkat keras melekat (built in hardware control-)nya sudah mencukupi. Asumsi ini tidak berlaku jika telah dibuat perubahan atau modifikasi terhadap perangkat lunak sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.5. Pengendalian Penggunaan Komputer, Fasilitas SI dan Datanya.&lt;br /&gt;Pengendalian keamanan tidak hanya mencakup perlindungan sehari-hari terhadap komputer dan perangkat lunaknya, tetapi juga meliputi integritas data, kerahasiaan data, pengamanan semua fasilitas fisik dan pencegahan kerugian akibat kerusakan data. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian keamanan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengendalian keamanan data dan pengendalian fasilitas fisik. &lt;br /&gt;a. Pengendalian Keamanan Data&lt;br /&gt;Pengendalian keamanan data meliputi:&lt;br /&gt;• Penggunaan Data Log&lt;br /&gt;• Proteksi File&lt;br /&gt;• Pembatasan Akses Data&lt;br /&gt;• Data Back-Up dan Recovery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Data Log&lt;br /&gt;Agenda (log) dapat digunakan pada proses pengolahan data untuk memonitor, mencatat dan mengidentifikasikan data. Kumpulan data yang akan dimasukkan ke departemen. PDE seharusnya dicatat lebih dahulu oleh data control group. File dan program yang dibutuhkan pada operasi pengolahan data juga harus dicatat oleh librarian. Dengan demikian segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perubahan data dapat diketahui, diidentifikasi dan dilacak. Disamping data log dapat juga dipergunakan transaction log, yaitu suatu file yang akan berisi nama-nama pemakai komputer, tanggal, jam, tipe pengolahannya, lokasinya dan lain sebagainya yang perlu diketahui. Hal-hal penggunaan komputer yang mencurigakan dapat dilacak dari rekaman file transaction log tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proteksi File&lt;br /&gt;Beberapa teknik telah tersedia untuk menjaga file dari penggunaan yang tidak benar yang dapat menyebabkan rusak atau tergantinya data dengan nilai yang tidak benar, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;• Cincin proteksi pita magnetik. &lt;br /&gt;Cincin ini digunakan pada pita magnetik yang dapat memproteksi pita magnetik dari data yang lama jika tertindih dengan data rekaman baru sehingga data sebelumnya tidak hilang.&lt;br /&gt;• Label file eksternal. &lt;br /&gt;Label file eksternal merupakan tempelan label kertas yang dilekatkan pada simpanan luar untuk menunjukkan isi dari simpanan tersebut, sehingga tidak akan salah mengambilnya.&lt;br /&gt;• Read only memory. &lt;br /&gt;Read only memory adalah alat simpanan luar dimana data yang tersimpan didalamnya hanya dapat dibaca saja. Data yang telah tersimpan didalamnya tidak dapat diubah oleh instruksi-instruksi program yang dibuat oleh pemakai. Contohnya CD-ROM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan Akses Data&lt;br /&gt;Pengaksesan data oleh yang tidak berhak biasanya dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, karena itu pengaksesan harus dibatasi hanya untuk orang-orang yang berhak saja. Pembatasan pengaksesan dapat dilaksanakan dengan cara :&lt;br /&gt;• Isolasi Fisik. &lt;br /&gt;Data yang penting dapat secara fisik diisolasi dari penggunaan personil-personil yang tidak berhak. Data tersebut dapat secara terpisah dijaga oleh librarian. Bila operator membutuhkannya bisa meminta kepada librarian dan segera dikembalikan jika operasi telah selesai.&lt;br /&gt;• Otorisasi dan Identifikasi.&lt;br /&gt;Tiap-tiap personil yang berhak mengakses data dan telah diotorisasi diberi pengenal (identifikasi) tertentu berupa kode-kode untuk mengakses data. Kode-kode ini disebut dengan password. Terminal komputer akan menanyakan password setiap kali data akan diakses. Password yang tidak dikenal akan ditolak oleh komputer.&lt;br /&gt;• Pembatasan Pemakaian. &lt;br /&gt;Mereka yang telah mendapat otorisasi mengakses data dengan menggunakan password tertentu harus dibatasi terhadap penggunaan hanya untuk keperluan mereka saja. Data lain yang tidak diperlukan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat diakses. Dengan demikian mereka tidak dapat mengakses data lain yang bukan haknya.&lt;br /&gt;• Encryption. &lt;br /&gt;Encryption dilakukan dengan meletakkan suatu alat pengkode pada awal jalur transmisi data, yang akan merubah data asli kedalam bentuk teks sandi rahasia. Pada ujung akhir jalur transmisi diletakkan decryption device yang akan berfungsi merubah kembali teks sandi rahasia ke data asli. &lt;br /&gt;• Pemusnahan. &lt;br /&gt;Data-data yang sudah tidak terpakai dimusnahkan untuk pengendalian keamanan data, termasuk karbon-karbon dan laporan-laporan bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data back up dan recovery&lt;br /&gt;Pengendalian ini diperlukan untuk berjaga-jaga bila file atau database mengalami kerusakan, kehilangan atau kesalahan data. Back up adalah salinan dari file atau database, sedang recovery adalah file atau database yang telah dibetulkan dari kesalahan, kehilangan atau kerusakan datanya. Ada beberapa strategi untuk melakukan back up dan recovery, yaitu :&lt;br /&gt;• Strategi Grandfather-Father-Son. &lt;br /&gt;Biasanya strategi ini digunakan untuk file yang disimpan di media simpanan luar pita magnetik. Strategi ini dilakukan dengan menyimpan tiga generasi file induk bersama-sama dengan file transaksinya.&lt;br /&gt;• Strategi Pencatatan Ganda (Dual Recording). &lt;br /&gt;Strategi ini dilakukan dengan menyimpan dua buah salinan database yang lengkap secara terpisah dan menyesuaikan keduanya secara serentak. Jika terjadi kegagalan transaksi dalam perangkat keras dapat digunakan alat pengolah kedua yang akan menggantikan fungsi alat pengolah utama jika mengalami kerusakan. Jika alat pengolah utama tidak berfungsi, secara otomatis program akan dipindah (men-switch) ke alat pengolah kedua dan database kedua menjadi database utama. Strategi dual recording ini sangat tepat untuk aplikasiaplikasi yang databasenya tidak boleh terganggu dan selalu siap. Tetapi hal yang harus dipertimbangkan adalah biayanya, karena harus menggunakan dua buah alat pengolah dan dua buah database.&lt;br /&gt;• Strategi Dumping. &lt;br /&gt;Dumping dilakukan dengan menyalin semua atau sebagian dari database ke media back up yang lain (berupa pita magnetik dan disket). Dengan strategi ini rekonstruksi dilakukan dengan merekam kembali (restore) hasil dari dumping ke database di simpanan luar utama dan mengolah transaksi terakhir yang sudah mempengaruhi database sejak proses dumping berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengendalian keamanan fasilitas fisik. &lt;br /&gt;Pengendalian keamanan fasilitas fisik meliputi :&lt;br /&gt;• Perlindungan fisik&lt;br /&gt;• Pembatasan pengaksesan fisik&lt;br /&gt;• Asuransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan fisik, yaitu dengan mengatur lokasi fisik dan menerapkan alat-alat pengaman. Pengaturan lokasi fisik ruang komputer dapat berupa :&lt;br /&gt;• Lokasi yang jauh dari hal-hal yang menganggu operasi pengolahan data, misalnya pangkalan udara, radar, gelombang microwave, lalu lintas yang padat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;• Ruang komputer terletak pada gedung yang terpisah. Dengan demikian pengawasan akan lebih mudah dilakukan. Bila hal ini tidak mungkin dilakukan, ruang computer harus diletakkan pada ruangan dengan pertimbangan pertimbangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Lokasi yang jauh dari jendela luar supaya tidak mudah dijangkau atau dimasuki dari luar&lt;br /&gt;b. Tidak terletak pada lantai atas&lt;br /&gt;c. Tidak terletak pada lorong yang dilalui orang bebas&lt;br /&gt;d. Tidak terletak pada ruang bawah tanah&lt;br /&gt;e. Tidak menyolok tempatnya&lt;br /&gt;f. Tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas sebagai ruang komputer&lt;br /&gt;• Tersedia fasilitas cadangan yang terpisah dari lokasi fasilitas utama sehingga bila terjadi sabotase tidak terkena keduaduanya, tetapi harus mudah dicapai dan cepat untuk menggantikan fasilitas utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan alat-alat pengaman fisik dapat berupa :&lt;br /&gt;• Saluran air yang baik yang dapat mencegah meluapnya air kedalam gedung bila terjadi banjir atau hujan lebat.&lt;br /&gt;• Tersedianya alat pemadam kebakaran di tempat-tempat yang strategis dan mudah dijangkau bila terjadi kebakaran.&lt;br /&gt;• Digunakan UPS (Uninteruptible Power System) untuk mengatasi bila arus listrik tiba-tiba terputus sehingga proses pengolahan data tidak terganggu dan dapat dilanjutkan atau dihentikan seketika. UPS berisi accu yang dapat menggantikan fungsi arus listrik terputus dan dapat tahan berjam-jam.&lt;br /&gt;• Stabilizer untuk menghasilkan arus listrik.&lt;br /&gt;• Pemakaian AC (Air Conditioning) untuk mengatur temperatur ruangan. Temperatur yang ideal ini berkisar antara 10C s/d 35C.&lt;br /&gt;• Dipasang alat pendeteksi kebakaran atau bila timbul asap yang merupakan tandatanda mulai terjadi kebakaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan pengaksesan fisik, dilakukan dengan jalan &lt;br /&gt;• Penempatan petugas satpam pada tempattempat yang strategis dan lokasi-lokasi yang penting untuk mengawasi orang yang lalu lalang.&lt;br /&gt;• Pengisian agenda kunjungan, sehingga bila terjadi ketidak beresan dapat dilacak pelakunya dari buku agenda tersebut.&lt;br /&gt;• Penggunaan tanda pengenal yang dilekati foto.&lt;br /&gt;• Penggunaan sirkuit elektronik yang dapat membuka pintu secara otomatis bila digunakan kartu pengenal yang berupa kode-kode tertentu.&lt;br /&gt;• Penggunaan CCTV (closed circuit television) untuk memantau kegiatan yang dilakukan di ruang-ruang penting.&lt;br /&gt;• Penggunaan pengracik kertas untuk menghancurkan laporan-laporan dan karbon-karbon yang sudah tidak terpakai.&lt;br /&gt;• Tersedianya pintu-pintu darurat satu arah guna mengamankan manusia dan harta kekayaan didalam ruang pada keadaan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi&lt;br /&gt;Asuransi untuk fasilitas fisik komputer, file program, dan data. Sesungguhnya asuransi adalah usaha perlindungan, karena tidak mencegah terjadinya kerugian tetapi hanya mengkompensasikan sebagian kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi akuntansi dalam perusahaan yang sudah didukung oleh teknologi informasi (SIA berbasis komputer) merupakan bagian dari sistem yang ada yang dapat memberikan informasi bagi semua tingkat manajemen, mulai dari manajemen tingkat atas (Top Level Management) seperti direktur dan Eksekutif, manajemen menengah (Midle Level Management) seperti kepala cabang, divisi serta manajemen tingkat bawah (Lower Level management) seperti mandor, supervisor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki oleh sistem informasi akuntansi yang didukung teknologi informasi (SIA berbasis komputer), yaitu:&lt;br /&gt;a. Proses pengolahan data yang cepat&lt;br /&gt;b. Memiliki tingkat akurasi informasi yang tinggi&lt;br /&gt;c. Efesiensi sumberdaya manusia&lt;br /&gt;d. Kemudahan akses informasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-7217008963779121666?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/7217008963779121666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/pengendalian-intern-dalam-sia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/7217008963779121666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/7217008963779121666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/pengendalian-intern-dalam-sia.html' title='Pengendalian Intern dalam SIA Terkomputerisasi'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-4197100977340135145</id><published>2009-03-16T01:33:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T01:34:32.455+07:00</updated><title type='text'>Konsep e-Learning</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Dulu mungkin kita berpikir bahwa kegiatan belajar mengajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang boleh dibilang cukup ‘sederhana’ untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu metode tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Memang kita akui, sejak ditemukannya teknologi Internet, hampir ‘segalanya’ menjadi mungkin. Kini kita dapat belajar tak hanya anywhere, tetapi sekaligus anytime dengan fasilitas sistem e-Learning yang ada. &lt;br /&gt;Untuk melihat dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap kegiatan pembelajaran secara umum, terdapat beberapa istilah yang mirip, seperti: Distance Education, Distance Learning, Computer Mediated Learning, Computer Aided Instruction, dsb. Sehingga tak jarang terjadi tumpang tindih dalam penggunaan istilah tersebut. Tulisan ini sengaja menggunakan istilah e-Learning karena cakupan pengertian yang lebih umum digunakan dan juga menekankan aspek penggunaan TIK dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran kapan saja, dimana saja. &lt;br /&gt;Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah tersebut: &lt;br /&gt;1. Distance Learning, yaitu instructional delivery yang tidak mengharuskan siswa untuk hadir secara fisik pada tempat yang sama dengan pengajar (Ornager, UNESCO, 2003). &lt;br /&gt;2. Distance Education, yaitu model pembelajaran dimana siswa berada di rumah atau kantor mereka dan berkomunikasi dengan dosen maupun dengan sesama mahasiswa melalui e-mail, forum diskusi elektronik, videoconference, serta bentuk komunikasi lain yang berbasis komputer (Webopedia, 2003). &lt;br /&gt;3. E-Learning, yaitu proses belajar yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan TIK (Martin Jenkins and Janet Hanson, Generic Center, 2003). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi infrastruktur, bila yang kita butuhkan dari sistem e-Learning adalah sebatas aplikasi tutorial yang cukup kita install per PC, kita hanya perlu komputer yang stand alone. Sebaliknya bila sistem yang kita inginkan benar-benar punya akses kapan saja- dimana saja, maka kita butuh infrastruktur Internet, baik wireless maupun tidak. Karakteristik sistem yang terakhir biasa disebut web-based e-Learning. Sedangkan dari segi perkembangan maupun penggunaan, memang kita kalah ‘cepat’ dengan apa yang telah dicapai di luar negeri. Hal tersebut tak dapat dipungkiri mengingat berbagai kendala yang kita hadapi di dalam negeri, salah satunya adalah masalah digital divide. &lt;br /&gt;Dari beberapa sistem e-Learning yang dikembangkan, secara umum kita dapat membagi berdasarkan sifat interaktivitasnya menjadi 2 (dua) kelompok: &lt;br /&gt;Pertama, sistem yang bersifat statis. Pengguna sistem ini hanya dapat men-download bahan-bahan belajar yang diperlukan. Sedangkan dari sisi administrator, ia hanya dapat meng-upload file-file materi. Pada sistem ini memang suasana belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan, misalnya jalinan komunikasi. Sistem ini cukup berguna bagi mereka yang mampu belajar otodidak dari sumber-sumber bacaan yang disediakan dalam sistem ini, baik yang berformat HTML, PowerPoint, PDF, maupun yang berupa video. Kalaupun digunakan, sistem ini berfungsi untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar yang dilakukan secara tatap muka di kelas.&lt;br /&gt;Kedua, sistem yang bersifat dinamis. Fasilitas yang ada pada sistem ini lebih bervariasi dari apa yang ditawarkan sistem pertama. Pada sistem kedua ini, fasilitas seperti forum diskusi, chat, e-mail, alat bantu evaluasi pembelajaran, manajemen pengguna.&lt;br /&gt;Manajemen materi elektronis sudah tersedia. Sehingga pengguna mampu belajar dalam lingkungan belajar yang tidak jauh berbeda dengan suasana kelas. Sistem kedua ini dapat digunakan untuk membantu proses transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered. Bukan lagi pengajar yang aktif memberikan materi atau meminta mahasiswa bertanya mengenai sesuatu yang belum dipahami, tetapi disini mahasiswa dilatih untuk belajar secara kritis dan aktif. Sistem e-Learning yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan metode belajar kolaboratif (collaborative learning) maupun belajar dari proses memecahkan problem yang disodorkan (problem-based learning). &lt;br /&gt;Pembelajaran elektronik atau e-learning merupakan salah satu pendekatan dalam proses pengajaran dan pembelajaran (P&amp;P) yang menggunakan teknologi web dan Internet bagi menyokong proses P&amp;P konvensional. bahwasanya menawarkan berbagai peluang tambahan untuk membantu proses P&amp;P dan seterusnya menghasilkan&lt;br /&gt;satu pengajaran yang lebih berkesan dan suasana pembelajaran yang lebih bermakna.&lt;br /&gt;Fasilitas e-learning ini disediakan sebagai alat bantu perkuliahan untuk meningkatkan layanan dosen kepada mahasiswa. &lt;br /&gt;Fasilitas e-learning ini menggunakan sebuah perangkat lunak open source (OSS) dari MOODLE (moodle.org) dan kemudian di modify sedemikian rupa sehingga sesuai dengan karakter perkuliahan di Fakultas Teknik Undip. MOODLE memanfaatkan Sistem LAMP (LINUX, APACHE, MySQL, PHP).&lt;br /&gt;I.2 Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;1. Sebagai salah satu syarat untuk LULUS pada Mata Kuliah Sosioteknologi pada Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN SUSKA RIAU. &lt;br /&gt;2. Meningkatkan minat dan seterusnya kefahaman pelajar terhadap mata pelajaran yang diikuti&lt;br /&gt;3. Menyediakan kemudahan yang membolehkan pelajar belajar mengikut keperluan, kemampuan dan gaya pembelajaran yang digemari.&lt;br /&gt;4. Mendedahkan pelajar kepada peluang pembelajaran tanpa batasan.&lt;br /&gt;5. Menggalakkan pelajar lebih berdikari serta mampu berfikir dengan lebih kritis dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3  Cara pengumpulan  Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan cara mengumpulkan keterangan dan data yang berhubungan dengan isi makalah yang terdiri dari berbagai buku maupun tulisan lain dari berbagai sumber yang membahas tentang permasalahan dari makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Pembelajaran elektronik atau e-Learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson, 2001). Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning. Dalam kaitan ini, yang diperlukan adalah kejelasan tentang kegiatan belajar yang bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai e-Learning? Apakah seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajarnya dan melakukan akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari Internet, dapat dikatakan telah melakukan e-Learning?&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ilustrasi berikut ini mungkin akan dapat membantu memperjelas pengertian tentang e-Learning (Newsletter of ODLQC, 2001). &lt;br /&gt;Ada seseorang yang membawa laptop ke sebuah tempat yang berada jauh di gugusan kepulauan kecil yang terpencil. Dari tempat yang sangat terpencil ini, orang tersebut mulai menggunakan laptop-nya dan melakukan akses terhadap berbagai materi program pelatihan yang tersedia. Tidak ada layanan bantuan belajar dari tutor maupun dukungan layanan belajar bentuk lainnya. Dalam konteks ini, apakah orang tersebut dapat dikatakan telah melaksanakan e-learning? Jawabannya adalah TIDAK. Mengapa? Karena yang bersangkutan di dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukannya tidak memperoleh layanan bantuan belajar dari tutor maupun layanan bantuan belajar lainnya. Bagaimana kalau yang bersangkutan mempunyai telepon genggam dan kemudian berhasil menggunakannya untuk menghubungi seorang tutor? Apakah dalam konteks yang demikian ini dapat dikatakan bahwa yang bersangkutan telah melaksanakan e-Learning? Jawabannya adalah YA.&lt;br /&gt;Dari ilustrasi tersebut di atas, setidak-tidaknya dapat ditarik 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu: (a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (jaringan dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet. Jaringan dapat saja mencakup LAN atau WAN). (Website eLearners.com), (b) tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan (c) tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan. &lt;br /&gt;Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya: (a) lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-Learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet, (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar, dan (e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.&lt;br /&gt;Dengan demikian, secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya (Brown, 2000; Feasey, 2001). Dalam uraian lebih lanjut, istilah e-Learning, online learning atau pembelajaran elektronik akan digunakan secara bergantian namun tetap dengan pengertian yang sama seperti yang telah dikemukakan.&lt;br /&gt;II.1 Fungsi Pembelajaran Elektronik&lt;br /&gt;Setidaknya ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi) (Siahaan, 2002).&lt;br /&gt;1.Suplemen (Tambahan) &lt;br /&gt;Dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. &lt;br /&gt;2. Komplemen (Pelengkap) &lt;br /&gt;Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis, 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. &lt;br /&gt;Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. &lt;br /&gt;Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. &lt;br /&gt;3. Substitusi (Pengganti)&lt;br /&gt;Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet. &lt;br /&gt;Alternatif model pembelajaran mana pun yang akan dipilih mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian. Karena ketiga model penyajian materi perkuliahan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan program perkuliahannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi penyelenggara pendidikan akan memberikan pengakuan yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat membantu mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian perkuliahannya.&lt;br /&gt;II.2 Manfaat e-Learning&lt;br /&gt;E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula (Website Kudos, 2002).&lt;br /&gt;Secara lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru:&lt;br /&gt;1. Dari Sudut Peserta Didik&lt;br /&gt;Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. &lt;br /&gt;Adapun fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan e-Learning akan memberikan manfaat (Brown, 2000) kepada peserta didik yang :&lt;br /&gt;1.  Belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya. &lt;br /&gt;2.  Mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk mempelajarii materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang computer.&lt;br /&gt;3.  Merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan          pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri.&lt;br /&gt;4.  Tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.&lt;br /&gt;2. Dari Sudut Guru/Dosen&lt;br /&gt;Dengan adanya kegiatan e-Learning (Soekartawi, 2002a,b), beberapa manfaat yang diperoleh guru/dosen/instruktur antara lain adalah bahwa guru/dosen/ instruktur dapat: &lt;br /&gt;1. Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.&lt;br /&gt;2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.&lt;br /&gt;3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan guru/dosen/instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.&lt;br /&gt;4. Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan (5) memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.&lt;br /&gt;Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).&lt;br /&gt;Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa? &lt;br /&gt;Karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus, 2001). &lt;br /&gt;2. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).&lt;br /&gt;Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling, 2002). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada guru/dosen/instruktur begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. &lt;br /&gt;Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan internet sebagai metode/media penyajian materi. Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai tutorial elektronik (Anggoro, 2001). &lt;br /&gt;3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).&lt;br /&gt;Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.&lt;br /&gt;4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).&lt;br /&gt;Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian guru/dosen/ instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri.&lt;br /&gt;Pengetahuan dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh guru/dosen/instruktur yang akan mengembangkan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari guru/dosen/ instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajar peserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.&lt;br /&gt;II.3 Penyelenggaraan e-Learning&lt;br /&gt;E-learning tampaknya lebih banyak digunakan di dunia bisnis. Dari penelitian yang dilaksanakan oleh Diane E. Lewis pada tahun 2001 (Lewis, 2002) diketahui bahwa sekitar 42% dari 671 perusahaan yang diteliti telah menerapkan program pembelajaran elektronik dan sekitar 12% lainnya berada pada tahap persiapan/perencanaan. Di samping itu, sekitar 90% kampus perguruan tinggi nasional juga mengandalkan berbagai bentuk pembelajaran elektronik, baik untuk membelajarkan para mahasiswanya maupun untuk kepentingan komunikasi antara sesama dosen. Kemajuan yang demikian ini sangat ditentukan oleh sikap positif masyarakat pada umumnya, pimpinan perusahaan, peserta didik, dan tenaga kependidikan pada khususnya terhadap teknologi komputer dan internet. Sikap positif masyarakat yang telah berkembang terhadap teknologi komputer dan internet antara lain tampak dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia jasa internet. &lt;br /&gt;Peningkatan jumlah pengguna internet sangat menakjubkan di berbagai Negara, terutama di lingkungan negara-negara berkembang. Alexander Downer, Menteri Luar negeri Australia, mengemukakan bahwa jumlah pengguna internet dalam kurun waktu 1998-2000 meningkat dari 1,7 juta menjadi 9,8 juta orang (Brazil), dari 3,8 juta menjadi 16,9 juta orang (China), dan dari 3.000 menjadi 25.000 orang (Uganda) (Downer, 2001).&lt;br /&gt;Selain sikap positif peserta didik dan tenaga kependidikan, alasan/pertimbangan lain untuk menggunakan e-Learning, di antaranya adalah karena: &lt;br /&gt;(a) harga perangkat komputer yang semakin lama semakin relatif murah (tidak lagi diperlakukan sebagai barang mewah), &lt;br /&gt;(b) peningkatan kemampuan perangkat komputer yang mampu mengolah data lebih cepat dan kapasitas penyimpanan data yang semakin besar;&lt;br /&gt;(c) memperluas akses atau jaringan komunikasi, &lt;br /&gt;(d) memperpendek jarak dan mempermudah komunikasi, &lt;br /&gt;(e) mempermudah pencarian atau penelusuran informasi melalui internet.&lt;br /&gt;Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan di bidang pengembangan dan pengelolaan kegiatan pembelajaran elektronik menjadi faktor yang sangat menentukan di samping pengadaan fasilitas komputer dan akses internet. Perkembangan yang terjadi dewasa ini adalah mudahnya menjumpai tempat-tempat untuk mengakses internet seiring dengan meningkatnya jumlah Warung Internet (Warnet), baik milik pemerintah maupun publik.&lt;br /&gt;Penyediaan fasilitas internet melalui PT Pos Indonesia telah masuk ke-116 kota di seluruh Indonesia (Hardhono, 2002). Keberadaan berbagai perguruan tinggi di kabupaten/kota turut mempercepat peningkatan jumlah pengguna internet. Demikian juga halnya dengan jumlah institusi penyelenggara kegiatan pembelajaran elektronik, yaitu tercatat sekitar 150 institusi penyelenggara perkuliahan elektronik untuk program sarjana muda dan 200 institusi untuk program sarjana (Pethokoukis, 2001).&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan kemajuan teknologi komputer dan internet, Amerika Serikat menetapkan satu strategi nasional yang berfokus pada pemanfaatan teknologi pendidikan, yaitu khusus mengenai â€œakses para siswa dan guru ke internet.  Penggunaan broadband access menjadi standar yang baru. Sebagai tindak lanjutnya, Concord Consortium™ Virtual High School merintis penyelenggaraan Virtual High School pada tahun 1997. &lt;br /&gt;Pada awalnya, Virtual High School hanya diikuti oleh 28 sekolah. Kemudian, berkembang sehingga mencakup 150 sekolah dengan jumlah siswa lebih 3.000 orang yang tersebar di 30 negara bagian dan di 5 negara asing (Brown, 2000). Sedangkan Virtual High School di Ontario, Kanada, memulai kegiatannya pada tahun 1996 dengan 1.000 siswa. Dalam pengembangannya, telah dijalin kerjasama dengan berbagai Dewan Sekolah di Amerika Utara dan di berbagai negara lainnya (Brown, 2000).&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran elektronik, guru/dosen/instruktur merupakan faktor yang sangat menentukan dan keterampilannya memotivasi peserta didik menjadi hal yang krusial (Gibbon, 2002). Karena itu, guru/dosen/instruktur haruslah bersikap transparan menyampaikan informasi tentang semua aspek kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik dapat belajar secara baik untuk mencapai hasil belajar yang baik. Informasi yang dimaksudkan di sini mencakup (a) alokasi waktu untuk mempelajari materi pembelajaran dan penyelesaian tugas-tugas, (b) keterampilan teknologis yang perlu dimiliki peserta didik untuk memperlancar kegiatan pembelajarannya, dan (c) fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran (Rankin, 2002).&lt;br /&gt;Di samping hal-hal tersebut di atas, para guru/dosen/instruktur dalam pembelajaran elektronik juga dituntut aktif dalam diskusi (McCracken, 2002), misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;a. merespons setiap informasi yang disampaikan peserta didik.&lt;br /&gt;b. menyiapkan dan menyajikan risalah dan berbagai sumber (referensi) lainnya.&lt;br /&gt;c. memberikan bimbingan/dorongan kepada peserta untuk saling berinteraksi.&lt;br /&gt;d. memberikan umpan balik secara individual dan berkelanjutan kepada semua peserta didik, &lt;br /&gt;e. menggugah/ mendorong peserta didik agar tetap aktif belajar dan mengikuti diskusi&lt;br /&gt;f. membantu peserta didik agar tetap dapat saling berinteraksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Pembelajaran e-learning saat ini sudah banyak diterapkan di berbagai institusi, khususnya di perguruan tinggi. Pemanfaatan e-Learning dapat meningkatkan kompetensi siswa didik sehingga dapat belajar secara mandiri dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada terutama jaringan INTERNET juga dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Hal ini terjadi karena pengembangan digital content akan dilakukan secara terus menerus.&lt;br /&gt;Dengan disokong oleh kecanggihan sistem rangkaian seperti Internet dan Intranet serta teknologi digital, konsep e-learning seperti web portal, dan on-line jarak jauh seharusnya dimanfaatkan secara bersungguh-sungguh oleh semua pihak. Adalah diharapkan dengan adanya konsep e-learning ini, mutu pendidikan negara akan meningkat dan juga produktiviti bagi sesebuah organisasi akan bertambah baik menerusi latihan dalaman seperti IBM Corporation. Secara tidak langsung visi negara dalam usaha menambahkan kadar celik IT sedikit sebanyak akan berjaya dalam tempoh terdekat ini. Kaedah e-learning ini seharusnya diperkenalkan secara lebih meluas bermula dari peringkat sekolah rendah bagi memupuk pelajar khasnya kanak-kanak mencintai ilmu pengetahuan disamping merangsang minat mereka untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.1 Kesimpulan&lt;br /&gt;1. Dari hasil pengujian diatas terlihat bahwa sarana ini merupakan sarana yang sangat mendukung untuk menambah waktu yang berkualitas dalam perkuliahan.&lt;br /&gt;2. Sarana e-learning ini hanya sebagai alat bantuperkuliahan, tidak untuk mengganti kelas tatap muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.2 Saran&lt;br /&gt;Sarana e-learning ini sangat positif sekali untuk dikembangkan dengan layanan yang lain seperti media komunikasi dalam format video atau voice.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-4197100977340135145?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/4197100977340135145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/konsep-e-learning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4197100977340135145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/4197100977340135145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/konsep-e-learning.html' title='Konsep e-Learning'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-6818479080208636057</id><published>2009-03-16T01:29:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T01:31:24.898+07:00</updated><title type='text'>ERP - Enterprise Resource Planning</title><content type='html'>BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Sejarah Berkembangnya ERP ( Enterprise Resource Planning )&lt;br /&gt; ERP berkembang dari ( Manufacturing Resource Planning ) MRP II dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari ( Material Requirement Planning ) MRP yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan ( inventory ), pengapalan, invoice dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;Karakter Sistem&lt;br /&gt; ERP sering disebut sebagai “ Back Office System ” yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan “ Front Office System ” yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk ( E – Commerce ), ( Customer Relationship Management ) CRM, E – Government dan lain-lain.&lt;br /&gt; Meskipun dihalangi oleh biaya investasi yang besar, banyak perusahaan di dunia termasuk Indonesia seperti berlomba – lomba untuk mengadopsi sistem informasi ini. Hal ini karena paket software ERP yang diimplementasikan secara baik akan menghasilkan return terhadap investasi yang layak dan dalam waktu cepat.&lt;br /&gt; ERP mengambil alih tugas rutin dari personel sehingga memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia perusahaan untuk berkonsentrasi dalam penanganan masalah yang kritis dan berdampak jangka panjang. ERP juga membawa dampak cost efficiency yang signifikan dengan adanya integrasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap performance organisasi. Pendeknya, ERP bukan hanya suatu software semata, namun suatu solusi terhadap permasalahan informasi dalam organisasi.&lt;br /&gt; Selanjutnya, ERP ( Enterprise ResourcePlanning ) muncul belakangan. ERP adalah kemasan bisnis software yang mengatur seluruh dasar bisnis dalam perusahaan manufactur dalam suatu lingkungan yang sama. Area bisnis yang dilingkup oleh ERP adalah:&lt;br /&gt;a. Akuntansi keuangan, &lt;br /&gt;b. Akuntansi pengendalian, &lt;br /&gt;c. Penjualan, Manajemen material, &lt;br /&gt;d. Pembelian, Perencanaan produksi, &lt;br /&gt;e. Manajemen sumberdaya manusia, dan sebagainya. &lt;br /&gt; Dan semua aplikasi bisnis dapat dinyatakan dalam sebuah komputer kecil ( Unix machine, atau Windows NT Machine ) sama dengan komputer mainframe IBM pada tahun 1980-an. Dan pelanggan dapat dengan mudah membiasakan dirinya dengan sistem ini dalam praktek bisnisnya. Data antara setiap bagian dalam perusahaan dapat menjadi transparan. Hal ini membuat supply chain dalam suatu perusahaan dapat menjadi lebih sederhana dan efisien. Apa yang telah dikemukakan diatas, merupakan kegiatan yang memfokuskan pada satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Sejarah SCM dan IT dalam Industri Manufactur&lt;br /&gt; Dalam lingkungan manufaktur, perbaikan terhadap produktivitas mengalami pembenahan terus – menerus dan hal itu telah menjadi isu besar bagi setiap orang. Sejak computer ditemukan dan digunakan secara luas dalam industri perdagangan, IT telah menyodorkan berbagai macam solusi dalam rangka perbaikan tingkat produktivitas. Sekitar 30 tahun lampau MRP ( Material Requirement Planning / Perencanaan Permintaan Barang ) hadir di dunia. Inilah awal mulanya komputer menambah sistem perencanaan guna mendukung bidang manufaktur. MRP telah berkembang begitu pesat di seluruh dunia dan pada setiap industri manufaktur sebagaimana computer berkembang menjadi populer. Penagihan atas barang  yang sebelumnya dilakukan dengan menggunakan kertas, kini semuanya dilakukan secara digital dan ditayangkan dalam computer sehingga bisa diperhitungkan berapa jumlah barang untuk memenuhi perencanaan produksi atas produk akhir. Setelah penggunaan MRP menjadi populer metode itu sendiri mengalami pembenahan secara bertahap dengan perubahan nama seperti MRP II (Manufactur Resource Planning), CIM (Computer Integrated Manufacturing), ERP (Enterprise Resource Planning), etc. Ini semua dilakukan dalam rangka memperbaiki computing power dari hardware dan IT Technology. Dalam MRP II kapasitas manufactur dipertimbangkan dalam perencanaan produksi oleh karena itu berbagai ekses yang berkaitan dengan masalah penyediaan produk yang terjadi dibawah MRP dengan suatu perencanaan yang besar dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ENTERPRISE RESOURCE PLANNING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Latar Belakang Memilih ERP ( Enterprise Resource Planning )&lt;br /&gt; Investasi ERP sangat mahal dan pilihan ERP yang salah bisa menjadi mimpi buruk yang berhasil digunakan oleh sebuah perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil di perusahaan yang lain Perencanaan harus dilakukan untuk menyeleksi ERP yang tepat Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, evaluasi pilihan ERP menghasilkan rekomendasi untuk tidak membeli ERP, tetapi memperbaiki Business Process yang ada.&lt;br /&gt; Tidak ada ‘keajaiban’ dalam ERP software. Keuntungan yang didapat dari ERP adalah hasil dari persiapan dan implementasi yang efektif. Tidak ada software atau sistem informasi yang bisa menutupi business strategy yang cacat dan business process yang ‘parah’. Secara singkat, tidak semua ERP sama kemampuannya dan memilih ERP tidaklah mudah ( paling tidak, tidaklah sederhana ), dan memilih ERP yang salah akan menjadi bencana yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Definisi ERP ( Enterprise Resource Planning ) &lt;br /&gt; Enterprise Resource Planning ( ERP ) dapat didefinisikan sebagai software information system berbasis komputer yang dirancang untuk mengolah dan memanipulasi suatu transaksi di dalam organisasi dan menyediakan fasilitas perencanaan, produksi dan pelayanan konsumen yang real-time dan terintegrasi. ( O'Leary, 2000 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Karakteristik Sistem ERP ( Enterprise Resource Planning )&lt;br /&gt; Secara Khusus, sistem ERP dapat dikatakan mempunyai karakteristik sebagai berikut ( O'Leary, 2000 ):&lt;br /&gt;• Dirancang sebagai software bertipe client – server&lt;br /&gt;• Mengintegrasikan sebagian besar atau mayoritas proses bisnis dalam organisasi&lt;br /&gt;• Mampu mengolah sebagian besar transaksi yang terjadi dalam perusahaan&lt;br /&gt;• Menggunakan enterprise – wide database&lt;br /&gt;• Data dapat diakses secara real – time&lt;br /&gt;• Mampu mengintegrasikan perencanaan dan eksekusi transaksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa alasan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan ERP adalah ( O'Leary, 2000 ):&lt;br /&gt;• ERP mengitegrasikan aktivitas perusahaan&lt;br /&gt;• ERP memberikan kesempatan untuk mengadopsi best practice&lt;br /&gt;• ERP memberikan kemampuan standarisasi dalam organisasi&lt;br /&gt;• ERP menghindarkan terjadinya information asymetry&lt;br /&gt;• ERP menyediakan informasi secara real-time dan on – line&lt;br /&gt;• ERP memberikan keleluasaan untuk mengakses data perencanaan dan controlling secara simultan&lt;br /&gt;• ERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasi di dalam satu perusahaan&lt;br /&gt;• ERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasi antar perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Keuntungan Penggunaan ERP&lt;br /&gt;• Integrasi data keuangan&lt;br /&gt; Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan  mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik&lt;br /&gt;• Standarisasi Proses Operasi&lt;br /&gt; Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga  terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas  produk&lt;br /&gt;• Standarisasi Data dan Informasi&lt;br /&gt; Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama  untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan  jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda&lt;br /&gt;• Keuntungan yg bisa diukur&lt;br /&gt; Penurunan inventori&lt;br /&gt; Penurunan tenaga kerja secara total&lt;br /&gt; Peningkatan service level&lt;br /&gt; Peningkatan kontrol keuangan&lt;br /&gt; Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 Syarat sukses memilih ERP ( Enterprise Resource Planning )&lt;br /&gt; Syarat – syarat sukses dalam memilih ERP, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Knowledge&lt;br /&gt;2. Experience&lt;br /&gt;3. Selection Methodology&lt;br /&gt; 2.5.1 Knowledge &lt;br /&gt;  Knowledge adalah pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses   seharusnya dilakukan, jika segala sesuatunya berjalan lancar.&lt;br /&gt; 2.5.2 Experience &lt;br /&gt;  Experience adalah pemahaman terhadap kenyataan tentang bagaimana   sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan kemungkinan munculnya   permasalahan.&lt;br /&gt; “ Knowledge tanpa experience menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan ”. “ Experience tanpa knowledge bisa menyebabkan terulangnya atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan pemahaman yang cukup ”.&lt;br /&gt; 2.5.3 Selection Methodology&lt;br /&gt;  Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi  kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP. Proses seleksi tidak harus selalu rumit  agar efektif, organized, focused dan simple. Proses seleksi ini biasanya berkisar antara  5 – 6 bulan sejak dimulai hingga penanda tanganan order pembelian ERP. Berikut ini  adalah akivitas yg sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses pemilihan software  ERP antara lain analisa strategi bisnis, analisa sumber daya manusia, analisa  infrastruktur dan analisa software.&lt;br /&gt; Analisa Business Strategy&lt;br /&gt;a. Bagaimana ( competitive level|level kompetisi ) di pasar dan apa harapan dari customers ?&lt;br /&gt;b. Adakah ( competitive advantage / keuntungan kompetitif ) yang ingin dicapai ?&lt;br /&gt;c. Apa ( business strategy|strategi bisnis ) perusahaan dan objectives yang ingin dicapai ?&lt;br /&gt;d. Bagaimana ( business process|proses bisnis ) yang sekarang berjalan vs ( business process / proses bisnis ) yang diinginkan ?&lt;br /&gt;e. Adakah proses bisnis yang harus diperbaiki ?&lt;br /&gt;f. Apa dan bagaimana ( business priority / prioritas bisnis ) yang ada dan adakah ( action plan / rencana kerja ) yang disusun untuk mencapai objektif dan prioritas tersebut ? &lt;br /&gt;g. Business target seperti apa yang harus dicapai dan kapan ?&lt;br /&gt; Analisa People&lt;br /&gt;a. Bagaimana komitment top management terhadap usaha untuk implementasi ERP ?&lt;br /&gt;b. Siapa yang akan mengimplementasikan ERP dan siapa yang akan menggunakannya ?&lt;br /&gt;c. Bagaimana komitmen dari tim implementasi ?&lt;br /&gt;d. Apa yang diharapkan para calon user terhadap ERP ?&lt;br /&gt;e. Adakah ERP champion yangg menghubungkan top management dengan tim?&lt;br /&gt; Analisa Infrastruktur&lt;br /&gt;a. Bagaimanakah kelengkapan infrastruktur yang sudah ada ( overall networks, permanent office systems, communication system dan auxiliary system ) ?&lt;br /&gt;b. Seberapa besar budget untuk infrastruktur ?&lt;br /&gt;c. Apa infrastruktur yang harus disiapkan ?&lt;br /&gt; Analisa Software&lt;br /&gt;a. Apakah software tersebut cukup fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi perusahaan ? &lt;br /&gt;b. Apakah ada dukungan service dari supplier, tidak hanya secara teknis tapi juga untuk kebutuhan pengembangan sistem di kemudian hari ?&lt;br /&gt;c. Seberapa banyak waktu untuk implementasi yg tersedia ?&lt;br /&gt;d. Apakah software memiliki fungsi yang bisa meningkatkan proses bisnis perusahaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;IMPLEMENTASI ERP&lt;br /&gt;( ENTERPRISE RESOURCE PLANNING )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Implementasi ERP&lt;br /&gt; Berikut ini adalah ringkasan poin – poin yang bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan&lt;br /&gt;b. ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan&lt;br /&gt;c. Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP. Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Gagalnya ERP ( Enterprise Resource Planning )&lt;br /&gt; Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal – hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran&lt;br /&gt;b. Pre – implementation tidak dilakukan dengan baik&lt;br /&gt;c. Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya&lt;br /&gt;d. Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru&lt;br /&gt;e. Kurangnya komitmen top management&lt;br /&gt;f. Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan ( analisa strategi bisnis )&lt;br /&gt;g. Cacatnya proses seleksi software ( tidak lengkap atau terburu – buru memutuskan )&lt;br /&gt;h. Kurangnya sumber daya ( manusia, infrastruktur dan modal )&lt;br /&gt;i. Kurangnya ‘ buy in ’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan&lt;br /&gt;j. Kesalahan penghitungan waktu implementasi&lt;br /&gt;k. Tidak cocoknya software dgn business process&lt;br /&gt;l. Kurangnya training dan pembelajaran&lt;br /&gt;m. Cacatnya project design &amp; management&lt;br /&gt;n. Kurangnya komunikasi&lt;br /&gt;o. Saran penghematan yang menyesatkan&lt;br /&gt;3.3 Software ERP ( Enterprise Resource Planning )&lt;br /&gt; Beikut adalah software ERP yang saat ini beredar, baik yang berlisensi commercial maupun ( open source ) sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Dynamics – Axapta&lt;br /&gt;b. Compiere&lt;br /&gt;c. ORACLE&lt;br /&gt;d. JDE&lt;br /&gt;e. BAAN&lt;br /&gt;f. MFGPro&lt;br /&gt;g. Protean&lt;br /&gt;h. Magic&lt;br /&gt;i. aLTiUs&lt;br /&gt;j. SAP&lt;br /&gt;k. Onesoft&lt;br /&gt;l. IFS&lt;br /&gt;m. ELLIPS&lt;br /&gt;n. AGRESSO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ( SCM )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1 Komponen SCM ( Supply Chain Management ) dan Teknologi&lt;br /&gt; Sistem SCM memiliki kemampuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Aliran informasi bergerak sangat cepat dan akurat antara elemen jaringan supply chain seperti: Pabrik, Suppliers, Pusat distribusi, Konsumen, dan sebagainya).&lt;br /&gt;b. Informasi bergerak sangat cepat untuk menanggapi perpindahan produk.&lt;br /&gt;c. Setiap elemen dapat mengatur dirinya&lt;br /&gt;d. Terjadi integrasi dalam proses permintaan dan penyelesaian produk&lt;br /&gt;e. Kemampuan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2 Peralatan fungsional yang dimiliki sistem SCM adalah:&lt;br /&gt;a. Demand management/forecasting&lt;br /&gt; Perangkat peralatan dengan menggunakan teknik – teknik peramalan secara statistik. Perangkat ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil peramalan yang lebih akurat.&lt;br /&gt;b. Advanced planning and scheduling&lt;br /&gt; Suatu peralatan dalam rangka menciptakan taktik perencanaan, jangka menengah dan panjang berikut keputusan – keputusan menyangkut sumber yang harus diambil dalam rangka melengkapi jaringan supply .&lt;br /&gt;c. Transportation management&lt;br /&gt; Suatu fungsi yang berkaitan dengan proses pendisitribusian produk dalam supply chain .&lt;br /&gt;d. Distribution and deployment&lt;br /&gt; Suatu alat perencanaan yang menyeimbangkan dan mengoptimalkan jaringan distribusi pada waktu yang diperlukan. Dalam hal ini, Vendor Managed Invetory dijadikan pertimbangan dalam rangka optimalisasi.&lt;br /&gt;e. Production planning&lt;br /&gt; Perencanaan produksi dan jadwal penjualan menggunakan taraf yang dinamis dan teknik yang optimal.&lt;br /&gt;f. Available to – promise&lt;br /&gt; Tanggapan yang cepat dengan mempertimbangkan alokasi, produksi dan kapasitas transportasi serta biaya dalam keseluruhan rantai supply .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Supply chain modeler&lt;br /&gt; Perangkat dalam bentuk model yang dapat digunakan secara mudah guna mengarahkan serta mengontrol rantai supply. Melalui model ini, mekanisme kerja dari konsep supply chain dapat diamati.&lt;br /&gt;h. Optimizer&lt;br /&gt; The optimizer ibarat jantung dari sistem supply chain management. Dalamnya terkandung: linear &amp; integer programming, non – linear programming, heuristics and genetic algorithm. Genetic algorithm adalah suatu computing technology yang mampu mencari serta menghasilkan solusi terbaik atas jutaan kemungkinan kombinasi atas setiap parameter yang digunakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-6818479080208636057?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/6818479080208636057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/erp-enterprise-resource-planning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/6818479080208636057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/6818479080208636057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/erp-enterprise-resource-planning.html' title='ERP - Enterprise Resource Planning'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-2232822403381426700</id><published>2009-03-16T01:18:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T01:21:56.407+07:00</updated><title type='text'>Penerapan Data Mining Dalam Bisnis</title><content type='html'>Data mining adalah sebuah teknik memilah-milah data dalam volume yang sangat besar dengan tujuan mendapatkan informasi yang relevan terhadap sebuah subjek atau tema.&lt;br /&gt;Biasanya data mining dipergunakan oleh organisasi untuk melakukan kegiatan business intelligence (BI) atau analisis finansial terutama di sektor pasar modal dan valas.&lt;br /&gt;Terkait dengan ERP (enterprise resource planning), data mining juga dipergunakan oleh perusahaan di berbagai industri untuk melakukan analisis baik secara logika (logical analysis) maupun statistik (statistical analysis) data transaksi, dan menemukan sebuah pola (pattern) yang dapat membantu proses pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;Misalnya, seorang analis di sebuah perusahaan telekomunikasi melakukan data mining dari sistem CRM (Customer Relationship Management) untuk menemukan pola aktivitas pelayanan pelanggan dan calon pelanggan agar dapat meningkatkan kualitas servis perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Dengan data mining, tanpa harus menggunakan call center or mail service, hanya prospek yang mempunyai probabilitas tinggi untuk merespons terhadap sebuah penawaran saja yang di kontak ataupun dikirim brosur.&lt;br /&gt;Jadi, tujuan utama dari penerapan data mining di bisnis adalah penemuan dari suatu pengetahuan (knowledge discovery) dan model prediksi (prediction model) dari data transaksi yang telah dicatat oleh berbagai aplikasi, di mana pengetahuan ataupun prediksi tersebut dapat membantu manajemen senior dalam mengidentifikasi tren bisnis (business trend) untuk pengambilan keputusan strategis.&lt;br /&gt;Knowledge discovery menyajikan informasi eksplisit dalam format yang mudah dibaca dan dimengerti oleh seorang analis sedangkan prediction model menyajikan prediksi terhadap apa yang akan terjadi pada masa mendatang di mana model tersebut cukup bervariatif, ada yang mudah dimengerti ataupun yang sangat kompleks.&lt;br /&gt;Untuk memudahkan penerapan data mining dalam bisnis, diperlukan sebuah metodologi standar yang dikenal dengan nama CRISP-DM (CRoss Industry Standard Process for Data Mining). CRISP-DM terdiri dari: Business Understanding, Data Understanding, Data Preparation, Modeling, Evaluation dan Deployment. Keuntungan menggunakan CRIS-DM ini adalah tidak bergantung pada industri tertentu (industry neutral), perangkat lunak tertentu (tool tertentu) dan fokus pada proses data mining itu sendiri.&lt;br /&gt;Sebagai cabang ilmu baru di bidang komputer, banyak penerapan yang dapat dilakukann oleh Data Mining. Apalagi ditunjang kekayaan dan keanekaragaman berbagai bidang ilmu (artificial intelligence, database, statistik, pemodelan matematika, pengolahan citra dsb.) membuat penerapan data mining menjadi makin luas. Penerapan data mining dapat dilakukan di beberapa bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Pasar dan Manajemen &lt;br /&gt;Untuk analisa pasar, banyak sekali sumber data yang dapat digunakan seperti transaksi kartu kredit, kartu anggota club tertentu, kupon diskon, keluhan pembeli, ditambah dengan studi tentang gaya hidup publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa solusi yang bisa diselesaikan dengan data mining diantaranya: &lt;br /&gt;1. Menembak target pasar &lt;br /&gt;Data mining dapat melakukan pengelompokan (clustering) dari model-model pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli sesuai dengan karakteristik yang diinginkan seperti kesukaan yang sama, tingkat penghasilan yang sama, kebiasaan membeli dan karakteristik lainnya. &lt;br /&gt;2. Melihat pola beli pemakai dari waktu ke waktu &lt;br /&gt;Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli seseorang dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;3. Cross-Market Analysis &lt;br /&gt;Kita dapat memanfaatkan data mining untuk melihat hubungan antara penjualan satu produk dengan produk lainnya. &lt;br /&gt;4. Profil Customer &lt;br /&gt;Data mining dapat membantu untuk melihat profil customer/pembeli/ nasabah sehingga kita dapat mengetahui kelompok customer tertentu membeli produk apa saja. &lt;br /&gt;5. Identifikasi Kebutuhan Customer &lt;br /&gt;Mengidentifikasi produk-produk yang terbaik untuk tiap kelompok customer dan menyusun faktor-faktor yang dapat menarik customer baru untuk bergabung/membeli. &lt;br /&gt;6. Menilai Loyalitas Customer &lt;br /&gt;VISA International Spanyol menggunakan data mining untuk melihat kesuksesan program-program customer loyalty mereka. &lt;br /&gt;7. Informasi Summary &lt;br /&gt;Memanfaatkan data mining untuk membuat laporan summary yang bersifat multi-dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Perusahaan dan Manajemen Resiko &lt;br /&gt;1. Perencanaan Keuangan dan Evaluasi Aset &lt;br /&gt;Data Mining dapat membantu untuk melakukan analisis dan prediksi cash flow serta melakukan contingent claim analysis untuk mengevaluasi aset. Selain itu juga dapat menggunakannya untuk analisis trend. &lt;br /&gt;2. Perencanaan Sumber Daya (Resource Planning) &lt;br /&gt;Dengan melihat informasi ringkas (summary) serta pola pembelanjaan dan pemasukan dari masing-masing resource, dan memanfaatkannya untuk melakukan resource planning. &lt;br /&gt;3. Persaingan (Competition) &lt;br /&gt;Sekarang ini banyak perusahaan yang berupaya untuk dapat melakukan competitive intelligence. Data Mining dapat membantu untuk memonitor pesaing-pesaing dan melihat market direction mereka.&lt;br /&gt;4. Telekomunikasi &lt;br /&gt;Sebuah perusahaan telekomunikasi menerapkan data mining untuk melihat dari jutaan transaksi yang masuk, memilih transaksi mana sajakah yang masih harus ditangani secara manual (dilayani oleh customer service). Tujuannya adalah untuk menambah layanan khusus untuk transaksi-transaksi yang masih dilayani secara manual. Dengan demikian jumlah operator penerima transaksi manual tetap bisa ditekan minimal. &lt;br /&gt;5. Keuangan &lt;br /&gt;Financial Crimes Enforcement Network di Amerika Serikat baru-baru ini menggunakan data mining untuk me-nambang trilyunan dari berbagai subyek seperti property, rekening bank dan transaksi keuangan lainnya untuk mendeteksi transaksi-transaksi keuangan yang mencurigakan (seperti money laundry). Mereka menyatakan bahwa hal tersebut akan susah dilakukan jika menggunakan analisis standar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Asuransi &lt;br /&gt;Australian Health Insurance Commision menggunakan data mining untuk mengidentifikasi layanan kesehatan yang sebenarnya tidak membutuhkan tetapi tetap dilakukan oleh peserta asuransi. Hasilnya mereka berhasil menghemat satu juta dollar per tahunnya. Tentu saja ini tidak hanya bisa diterapkan untuk asuransi kesehatan, tetapi juga untuk berbagai jenis asuransi lainnya. &lt;br /&gt;7. Olah Raga &lt;br /&gt;IBM Advanced Scout menggunakan data mining untuk menganalisis statistik permainan NBA (jumlah shots blocked, assists dan fouls). &lt;br /&gt;8. Astronomi &lt;br /&gt;Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California dan Palomar Observatory berhasil menemukan 22 quasar dengan bantuan data mining. Hal ini merupakan salah satu kesuksesan penerapan data mining di bidang astronomi dan ilmu ruang angkasa.. &lt;br /&gt;9. Internet Web Surf-Aid &lt;br /&gt;IBM Surf-Aid menggunakan algoritma data mining untuk mendata akses halaman Web khususnya yang berkaitan dengan pemasaran guna melihat prilaku dan minat customer serta melihat efektifitas pemasaran melalui Web. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat beberapa aplikasi yang telah disebutkan di atas, terlihat sekali potensi besar dari penerapan Data Mining di berbagai bidang. Bahkan beberapa pihak berani menyatakan bahwa Data Mining merupakan salah satu aktifitas di bidang perangkat lunak yang dapat memberikan ROI (return on investment) yang tinggi. Namun demikian, perlu diingat bahwa Data Mining hanya melihat keteraturan atau pola dari sejarah, tetapi tetap saja sejarah tidak sama dengan masa datang. Bagaimanapun juga data mining tetaplah hanya alat bantu yang dapat membantu manusia untuk melihat pola, menganalisis trend dan sebagainya dalam rangka mempercepat pembuatan keputusan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-2232822403381426700?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/2232822403381426700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/penerapan-data-mining-dalam-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/2232822403381426700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/2232822403381426700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/penerapan-data-mining-dalam-bisnis.html' title='Penerapan Data Mining Dalam Bisnis'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3383296651259996965.post-8807077697301970396</id><published>2009-03-16T01:16:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T03:32:41.059+07:00</updated><title type='text'>Business Intelligence Dan Data Warehouse</title><content type='html'>Business Intelligence dan Data Warehouse adalah dua hal yang berbeda namun hampir tidak bisa dipisahkan. Data Warehouse bicara mengenai bagaimana data-data yang besar dan beragam disimpan dalam satu repository dan disusun sedemikian sehingga memudahkan pencarian (query), sedangkan Business Intelligence adalah suatu alat yang digunakan untuk menyajikan data-data tersebut sehingga memudahkan analisa dan pengambilan keputusan secara bijak berdasakan informasi yang akurat. Suatu solusi Business Intelligence yang baik memerlukan Data Warehouse yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Warehouse&lt;br /&gt;Data Warehouse yang secara harfiah berarti gudang data, sebetulnya memiliki makna lebih dalam dari sekedar “gudang”. Bill Inmon, yang dianggap sebagai Bapaknya Data Warehouse mendefinisikan bahwa Data Warehouse adalah Database yang memiliki karakter: Subject Oriented, Integrated, Non-volatile, Time Variant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subject Oriented&lt;br /&gt;Suatu Data Warehouse harus berorientasi subject atau disusun menurut jenis subyeknya. Suatu data transaksi (OLTP) biasanya disusun berdasarkan jenis transaksi yang ditangani oleh aplikasi transaksi tertentu. Misalnya aplikasi teller suatu bank akan menyimpan data transaksi yang terjadi, misalnya transaksi penarikan atau penyimpanan dana. Tentu saja setiap transaksi, teller akan memasukan data utama dan pendukungnya seperti nomor rekening, nilai transaksi, tanggal, dsb.&lt;br /&gt;Subject oriented (lawan dari transaction oriented) menuntut agar data-data transaksi ini disusun dengan melihat subject areanya. Dalam hal data perbankan tersebut, subject areanya adalah nasabah, jenis transaksi, wilayah, kantor cabang, dsb. Menyusun data menjadi subject oriented berarti memastikan bahwa data tersebut akan dengan mudah disajikan berdasarkan subject areanya. Anda mungkin berfikir bahwa dengan data transaksi yang ada pun kita bisa manampilkan report berdasarkan subject. Anda tidak salah 100%, namun demikian apabila data transaksi ini disimpan berdasarkan transaction oriented, proses query terhadap data tersebut untuk menyajikan suatu report mungkin membutuhkan join banyak table dan bahkan mungkin antara database yang memakan resource cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrated&lt;br /&gt;Data Warehouse biasanya dibentuk dengan menggabungkan beberapa database yang mungkin berbeda baik dari segi teknologi maupun kodifikasi suatu table referensinya. Untuk menghasilkan subject oriented yang konsisten, data-data dari berbagai sumber harus diintegrasikan. Hal ini berarti teknologi yang beragam harus disatukan dan kode-kode referensi yang mungkin berbeda, contohnya kode wilayah, harus disamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non-volatile&lt;br /&gt;Data Warehouse idealnya adalah data final dan bukan data yang masih bergerak. Data-data operational biasanya mencakup data-data yang bergerak, seperti Order yang belum diverifikasi atau Transaksi yang belum di-approve. Data-data ini masih memiliki status yang belum final dan dikatakan masih volatile. Untuk menghindari penggunaan data yang salah, Data Warehouse harusnya hanya memuat data-data yang sudah final (dan menjadi history). Untuk memastikan non-volatilitas, Data Warehouse adalah data yang hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis/dimodifikasi (Read Only).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time Variant&lt;br /&gt;Karakteristik time-variant lah yang membuat suatu Data Warehouse menjadi sangat berarti untuk analisis. Time-variant berarti memiliki dimensi waktu sebagai variable. Sebagai contoh, apa artinya mengatakan suatu kantor cabang berhasil menjual 1500 items? Tanpa dimensi waktu informasi ini menjadi tidak berarti: apakah 1500 item itu angka hari ini? Bulan ini? Tahun ini? Tahun lalu?&lt;br /&gt;Aspek time variant dari suatu Data Warehouse memberikan kemampuan untuk menyajikan informasi dalam bentuk trend. Hampir semua bisnis saat ini membutuhkan trend analysis untuk melihat performance maupun untuk forecasting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETL (Extract, Transform, Load)&lt;br /&gt;Data Warehouse dibangun dengan mengintegrasikan data-data yang berasal dari berbagai sumber data, yaitu database operasional. Dalam suatu perusahaan, data-data operasional biasanya berada pada daerah kekuasaan departemen masing-masing dalam bentuk database OLTP. Untuk melakukan proses integrasi ini Data Warehouse Architect menggunakan suatu aplikasi yang disebut ETL (Extract, Transform, Load).&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, aplikasi ETL melakukan fungsi-fungsi Extract, Transform dan Load. Proses Extract adalah proses pengambilan data dari sumber data. Disebut extract, karena proses pengambilan data ini tidak mengambil keseluruhan data yang ada di database operasional, melainkan hanya mengambil data-data matang saja. Proses Extract ini harus mengakomodir berbagai macam teknologi yang digunakan oleh sumber data dan diintegrasikan ke dalam databsae tunggal.&lt;br /&gt;Kemudian data-data hasil extract ini menjalani proses transformasi yang pada prinsipnya adalah mengubah kode-kode yang ada menjadi kode-kode standard, misalnya kode propinsi. Hal ini perlu dilakukan mengingat data-data yang diambil berasal dari sumber yang berbeda yang kemungkinan memiliki standarisasi yang berbeda pula. Standarisasi diperlukan untuk nantinya memudahkan pembuatan laporan.&lt;br /&gt;Arsitektur Data Warehouse yang umum biasanya menempatkan satu server database terpisah yang disebut Staging yang berfungsi untuk menangani proses Extract dan Transform ini sebelum dilakukan proses Load ke tujuan akhir Data Warehouse.&lt;br /&gt;Proses Load dalam ETL adalah suatu proses mengirimkan data yang telah menjalani proses transformasi ke gudang data akhir, yaitu Data Warehouse itu sendiri di mana aplikasi reporting dan business intelligence siap mengakses.&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pembuatan report dan meningkatkan performance, struktur database dari suatu Data Warehouse biasanya berbentuk Star Schema. Disebut demikian karena bentuk ERD (Entity Relationshio Diagram) dari table-tablenya mirip Bintang (star) (Catatan : Sebetulnya saya tahu bahwa bentuk bintang tidak seperti itu melainkan sama seperti matahari yang kita ketahui yaitu rada bulat, namun demikian untuk menghargai guru-guru saya sejak kecil yang terlanjur memberikan gambar bentuk bintang seperti itu, maka saya ikuti saja).&lt;br /&gt;Selain bentuk Star Scheme, bentuk lain yang sering digunakan adalah bentuk snowflake atau gabungan antara star schema dengan snowflake (starflake).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporting &amp; Business Intelligence&lt;br /&gt;Dahulu sekali (sebelum ada teknologi spreadsheet), executive mengandalkan laporan tercetak untuk melihat performance perusahaannya. Proses analisa dilakukan langsung dikepalanya sambil membaca laporan ini. Laporan dicetak dalam berbagai bentuk untuk membantu analisa ini, misalnya di sort berdasarkan field tertentu. Seperti yang anda bayangkan, setelah laporan ini dicetak, maka user tidak bisa melakukan sortir lagi dengan field yang lainnya. Sebetulnya bisa saja kalau memang mau mengurutkan laporan yang sudah dicetak tersebut dengan kunci urutan yang lain, namun hal ini membutuhkan gunting, lem dan waktu yang banyak.&lt;br /&gt;Kemudian lahirlah teknologi spreadsheet seperti Lotus 123 dan Microsoft Excel, maka laporan dapat dibuat lebih “interactive” dengan memberikan users pilihan sorting dan filter yang diinginkan. Pembuatan grafik pun dapat dilakukan dengan mudah. Dengan mengikuti kursus dasar Microsoft Excel yang cuma makan waktu 1-2 hari, seorang executive dapat “bermain-main” dengan data. Namun demikian, masih banyak executive yang lebih senang mengirimkan staffnya untuk kursus, sementara dirinya masih dimanja oleh “pelayanan data” oleh staffnya. Mungkin sang executive punya misi suci untuk meningkatkan kemampuan staffnya atau karena merasa sudah terlalu tua untuk belajar. Alasan yang kedua kayaknya yang lebih masuk akal.&lt;br /&gt;Permasalahan dengan teknologi spreadsheet adalah pada akses terhadap datanya. Apakah data yang di worksheet up-to-date? Butuh effort yang lumayan besar untuk memastikan bahwa data di excel selalu up-to-date. Selain itu MS Excel memiliki keterbatasan jumlah baris data yang bisa disimpan. Beberapa kendala lain adalah bahwa dengan MS Excel, data yang tersedia untuk “bermain-main” terbatas kepada data yang telah di-export ke file excel terebut, ketika dibutuhkan kolom lainnya, maka users harus meminta IT Department untuk menambahkan data tersebut.&lt;br /&gt;Pada awal 90-an lahirlah Business Intelligence yang didahului oleh kemunculan DSS (Decision Support System) dan kemudian Executive Information System (EIS). Business Intelligence lahir untuk menjawab tantangan yang tidak bisa dipenuhi oleh standard reporting, yaitu yang berkaitan dengan empat hal: accessibility, timeliness, format, data integrity. Business Intelligence memiliki sambungan langsung ke Data Warehouse, hal tersebut saja sudah menjawab dua hal yaitu accessibility dan timeliness. User selalu mendapatkan akses terhadap informasi yang dibutuhkan (accessibility) secara cepat (timeliness).&lt;br /&gt;Business Intelligence memberikan kebebasan kepada users untuk mendefinisikan format laporan sesukanya. Sedangkan Data Integrity dipenuhi oleh Data Warehouse di mana BI ini dijalankan.&lt;br /&gt;Salah satu yang menjadi kelebihan dari Business Intelligence adalah dimanjakannya users dengan struktur data yang memudahkan pembuatan report secara self-service dalam bentuk dimensi dan measures. Dengan mengkombinasikan measures dan dimensi yang tepat, users mendapatkan report yang diinginkan. Selanjutnya dia dapat menyajikannya dalam bentuk tabel atau dalam berbagai bentuk grafik yang dapat dipilih. Setelah report disajikan, user diberi fasilitas untuk menyimpan tampilan report tersebut dalam bentuk excel, xml, pdf, jpeg, dll sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  http://blog.simetri.co.id/?p=5&lt;br /&gt;http://student.eepis-its.edu/~gin/modul/Data%20Warehouse/Bab1dwdoc.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3383296651259996965-8807077697301970396?l=ridwan-hainim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/feeds/8807077697301970396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/business-intelligence-dan-data.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/8807077697301970396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3383296651259996965/posts/default/8807077697301970396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-hainim.blogspot.com/2009/03/business-intelligence-dan-data.html' title='Business Intelligence Dan Data Warehouse'/><author><name>Ridwan Hainim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00290305528341616040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_uUKNuHbdET8/ShlXhJnaweI/AAAAAAAAAA4/jCDPDipeWj4/S220/DSC00052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
